fbpx

Wujudkan Resolusi Tahun dengan Self-Coaching

1 min read

mewujudakan resolusi tahun baru dengan self-coaching

Tahun baru, tinggal menghitung hari lagi. Sudah mulai menyusun resolusi? Atau malah mulai menyingkirkan aktivitas tersebut dari daftar acara tahun baru?

Tidak dipungkiri, fakta yang menyebutkan jika hampir sebagian besar orang tidak pernah bisa mewujudkan resolusinya, membuat kita semakin apatis dan merasa resolusi tahun baru tidak ada manfaatnya.

Belum lagi fakta jika membuat perubahan dalam hidup,- entah itu karir atau kebiasaan jangka panjang-, memang sangat challenging.

Tapi apakah teman-teman yakin bisa “berlayar tanpa peta” setahun ke depan?

Jika tidak, bagaimana jika menggunakan langkah dalam Self-Coaching untuk mewujudkan setiap resolusi yang teman-teman buat?

Self-Coaching untuk mewujudkan resolusi

Seperti teman-teman pernah baca pada beberapa artikel tentang Self-Coaching di blog ini;

Self-Coaching merupakan aktivitas yang kita lakukan dengan tujuan untuk mewujudkan keinginan, cita-cita, atau menemukan jawaban atas tantangan yang dihadapi.

Aktivitas ini dipilih berdasarkan kebiasaan, tujuan, juga kepercayaan yang kita anut. Prinsip dasarnya adalah “hanya diri kita sendirilah apa yang paling mengenal diri kita“.

Prinsip lainnya adalah, setiap kita sebetulnya telah tahu jawaban atas setiap masalah yang kita hadapi. Kita pun punya potensi kreatif yang sesuai dengan karakteristik dan kepribadian kita.

Hanya saja, keberanian mengambil keputusan dan pengetahuan atas potensi tersebut belum kita miliki. Hingga akhirnya, kita terus saja mencari jawaban di luar diri kita.

Menggunakan self-coaching untuk meraih resolusi tahun baru

Self-Coacing sebetulnya tidak menghilangkan kebutuhan kita akan sosok seorang coach. Akan tetapi, tidak setiap saat kita memiliki akses tersebut. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita juga belajar meng-coaching diri kita sendiri untuk mengenali dan memaksimalkan potensi kita.

Guna mewujudkan resolusi tahunan kita dengan Self-Coaching, kita perlu melakukan proses dialog dengan diri kita sendiri. Proses dialog ini dilakukan dengan sebuah kerangka kerja yang ditujukan untuk menyadari hal-hal dalam diri kita yang selama ini tidak kita sadari.

Kerangka kerja ini sebetulnya merupakan kerangka kerja yang digunakan para coach untuk melakukan coaching.

Ada banyak kerangka kerja yang bisa digunakan dalam Self-Coaching. Kita bahas 3 diantaranya, yaitu

#1. CBM atau Cognitive Behaviour Model; merupakan kerangka kerja yang ditujukan untuk mengubah perilaku kita, guna mewujudkan tujuan-tujuan kita.

#2. GROW Model; merupakan kepanjangan dari Grow, Reality, Option, dan Wrap up. Ini merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk memunculkan ide-ide kreatif guna mencapai tujuan kita.

#3. Mentor stable; pada kerangka kerja ini, kita menggali sumber daya untuk memecahkan masalah yang kita tidak tahu solusinya. Artinya, kita memposisikan diri kita sebagai mentor untuk diri kita.

Untuk aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, teman-teman dapat membaca buku “Self-Coaching, Seni Mengelola Diri untuk Memaksimalkan Potensi

Alhamdulillah, buku ini banyak memperoleh tanggapan baik dari banyak trainer dan coach, sebagai buku yang mudah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Oya, masih ada bonus kelas Self-Coaching dari Mindshare.id senilai Rp250.000,- jika teman-teman memesan buku ini selama masa Pre-order (berakhir pada tanggal 31 Desember 2020).

Di kelas Self-Coaching ini, teman-teman akan mendapat penjelasan dan materi bagaimana menggali potensi diri, dengan menggunakan metode-metode seperti yang dituliskan pada buku Self-Coaching.

Jadi mari, manfaatkan kesempatan ini, dan bergabunglah dengan ratusan teman yang sudah mendaftar PO untuk buku ini.

Semoga ulasan diatas bermanfaat. Mari kita ubah anggapan bahwa resolusi tahun baru adalah keinginan yang sulit kita wujudkan.