Alasan Mengapa Self-Coaching Efektif untuk Membuat Perubahan

self-coaching untuk perubahan hidup

Saat mempelajari hal baru, kita tentu ingin mendapatkan hasil yang optimal; kebiasaan sehari-hari berubah, bisa membuat rencana untuk tujuan hidup dan melaksanakannya, atau punya kemampuan mengamalkan ilmu yang baru saja diperoleh.

Dan biasanya, ketika ingin membuat sebuah perubahan (dalam hal ini mempraktekkan pelajaran yang kita terima), kita sering disarankan menggunakan dua cara, teknik “just do it“, atau punya partner untuk perubahan.

Partner ini bisa seorang teman yang juga sedang mempraktekkan ilmu yang sama; bisa juga seorang Coach yang akan membimbing dan mengingatkan kita agar tetap on track.

Sayangnya, memiliki partner atau pun seorang Coach ini juga ada kendalanya. Bagaimana jika partner yang kita pilih, ternyata juga sama tidak konsistennya dengan kita?

Sementara meminta bantuan seorang Coach juga belum tentu bisa kita lakukan. Penyebab yang umum, biasanya karena alasan finansial atau waktu yang tidak pas antara kita, dan mentor yang kita inginkan.

Kabar baiknya, masih ada cara untuk terus mengembangkan diri, meski tidak memiliki seorang coach ataupun partner bertumbuh. Caranya, jadilah trainer atau Coach untuk diri sendiri.

Dengan menjadi trainer atau coach untuk diri sendiri, nasehat “just do it” tentu akan lebih mudah kita lakukan. Mengapa? Berikut 6 alasannya.

6 Alasan Self-Coaching efektif untuk membuat perubahan

Alasan #1. Tidak ada orang yang lebih tahu kekuatan diri kita, dibanding diri kita sendiri

Karena kita lah yang ingin berubah, maka identifikasi kelemahan dan kekuatan kita akan lebih mudah dilakukan. Tidak akan ada rasa malu, khawatir menurunkan branding, dan lain sebagainya.

Menyadari kelemahan dan kekuatan akan membantu kita lebih mudah membuat komitmen terhadapa apa yang sudah kita canangkan.

Kita pun akan sanggup membuat assesment jujur tetang siapa dan kondisi kita saat ini. Dua hal yang sangat krusial dalam membuat perubahan diri.

Alasan #2. Menemukan cara bagaimana memotivasi diri sendiri

“Semangat, kakak …!”

Good luck, ya …!

We cheer for you …!

Jujur saja, sejauh mana kata motivasi diatas mampu menggerakkan kita beranjak dari kasur di pagi yang dingin; mengambil sepatu, dan mulai berolahraga?

Beda halnya, ketika motivasi tersebut berasal dari dalam diri kita. Karena keputusan hidup lebih sehat adalah pilihan kita; maka kitalah yang tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan apa yang sudah direncanakan; perasaan kita jika niat ini gagal, dan seterusnya.

Kemampuan memotivasi diri sendiri ini sangat penting, dan akan sangat membantu, saat kita mengalami hal-hal sulit dan tidak ada seorang pun yang mampu membantu kita untuk terus bergerak maju.

Alasan #3. Tahu alasan mengapa memilih meraih cita-cita

Saat meng-coaching atau melatih diri kita sendiri, kita akan terus-terusan bertanya, apa alasan kita bersusah payah melakukan semua hal yang kita anggap akan membantu kita menuju cita-cita.

Jangan salah, cara kerja para coach pun juga seperti ini, lho. Mereka akan terus mengajukan pertanyaan tertentu, hingga akhirnya kita akan tahu apa alasan kita menginginkan perubahan.

Oya, Self-Coaching juga akan membantu “memperbaiki” koneksi kita dengan tujuan jangka pendek. Kemudian secara bertahap membantu kita menyadari tujuan jangka panjang, dan akhirnya, membantu kita membuat pilihan-pilihan dalam hidup.

Alasan #4. Merasakan kepuasan pada diri sendiri

Siapa yang tidak bangga jika mampu menyelesaikan tantangan setelah jatuh-bangun men-training diri sendiri?

Tentu saja rasa percaya diri kita juga akan meningkat, kita pun semakin yakin mampu mengatasi setiap tantangan yang datang.

Alasan #5. Free alias gratis

Salah satu manfaat Self-Coaching adalah, proses belajar-mengajar ini gratis.

Ya, meski punya Coach adalah yang terbaik, namun sekali lagi, belum tentu kita mampu membayar waktu seorang Coach, bukan?

Alasan #6. Bisa mempercepat proses dan hasil

Karena kita tidak bergantung pada siapapun, maka proses coaching ini dapat kita perlambat atau percepat sesuai keinginan kita.

Sifat alami coaching adalah proses, artinya proses ini membutuhkan waktu. Dan jika kita menggunakan jasa seorang Coach, maka waktu ini masih akan bertambah; misalnya untuk proses penyesuaian antara kita dan coach yang mengajar.

Namun, dengan Self-Coaching, proses ini bisa kita percepat selama kita mau terus bergerak lebih cepat juga.

Banyak kan manfaat Self-Coaching yang bisa kita rasakan dalam proses pengembangan diri?

Tapi perlu diingat, agar mampu menjadi coach untuk diri sendiri, kita harus memiliki dua syarat ini

  1. Mau menerima diri sendiri
  2. Tahu ilmu bagaiamana melakukannnya

Nah, untuk membantu teman-teman memahami langkah dalam menjadi trainer untuk diri sendiri, teman-teman dapat membaca buku “Self-Coaching, Seni Mengelola Diri untuk Maksimalkan Potensi“.

Dalam buku ini teman-teman dapat belajar

  • Bagaimana cara meng-coaching diri sendiri untuk memaksimalkan potensi
  • Bagaimana menyiapkan diri sendiri untuk mulai membuat perubahan
  • Mulai membuat perubahan, dan masih banyak lagi.

Alhamdulillah, buku ini mendapat sambutan baik dari banyak mentor di Indonesia. Salah satunya adalah ibu Septi, pendiri komunitas Ibu-ibu profesional.

buku self coaching darmawan aji

Untuk mendapatkan buku tersebut, teman-teman dapat mengunjungi motivastore.com atau cukup klik tautan dibawah ini. Atau jika ingin langsung dengan prakteknya, teman-teman dapat memilih join kelas Self-Coaching.

Terima kasih untuk kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar jika ada yang hendak ditanyakan, ya.

Join Newsletter

Dapatkan catatan hidup, pelajaran berharga, dan ide-ide sederhana yang bisa kamu bawa pulang setiap Sabtu pagi. Gratis.

Inner Circle Subscription

Leave a Reply

Scroll to Top