fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mind to Muscle: Mengubah Pemikiran Menjadi Tindakan

2 min read

Ide apa yang menginspirasi Anda sehingga Anda ingin bertindak selaras dengannya? Pemikiran apa yang ingin benar-benar Anda satukan dengan perilaku Anda? Konsep apa yang Anda tahu bila Anda menerapkannya maka hidup Anda berubah namun sampai hari ini Anda belum melakukan apapun untuk menerapkannya? Jika Anda punya ide, konsep, pemikiran yang menurut Anda penting untuk dieksekusi, maka teknik Mind to Muscle berikut akan bermanfaat bagi Anda.

Konsep

Identifikasi konsep/pemikiran/ide/prinsip yang ingin Anda darah-dagingkan. Gunakan frasa awal sebagai berikut:

“Saya tahu …”

“Saya paham …”

“Secara konsep, saya tahu bahwa …”

Contoh:

“Saya tahu bahwa kalau mau bugar saya perlu berolahraga secara teratur.”

“Saya akan semakin bugar bila saya berolahraga secara teratur.”

Keyakinan

Deskripsikan prinsip tersebut dalam bentuk keyakinan.

“Saya yakin bahwa …”

Katakan dengan lantang dan perhatikan perasaan Anda saat Anda mengatakan kalimat ini. Pastikan Anda mengatakannya secara meyakinkan. Jika belum, modifikasi pernyataannya sehingga Anda lebih yakin dengan apa yang Anda katakan.

Contoh:

“Saya yakin bahwa saya akan semakin bugar bila saya berolahraga secara teratur.”

Keputusan

Saat Anda sudah mengatakan keyakinan Anda secara kuat dan meyakinkan. Ubah keyakinan tersebut menjadi keputusan, sebuah niat yang kuat dan bulat. Gunakan frasa berikut ini:

“Saya akan …”

“Hari ini saya berniat untuk …”

“Mulai hari ini, saya akan …”

“Mulai hari ini, saya memutuskan untuk …”

“Mulai hari ini saya memilih untuk …”

“Mulai hari ini dan seterusnya saya berjanji untuk …”

Contoh:

“Mulai hari ini, saya memilih untuk menjadi bugar dan saya akan berolahraga secara teratur”

“Mulai hari ini dan seterusnya saya memutuskan untuk berolahraga secara teratur agar tubuh saya semakin bugar.”

Ucapkan kalimat ini seakan-akan Anda sedang berjanji di hadapan seseorang yang Anda cintai atau hormati. Bagi seorang Muslim, di tahap ini Anda boleh menambahkan bacaan basmalah agar niat Anda lebih kuat.

“Bismillah, mulai hari ini dan seterusnya saya berniat untuk …”

Nyatakan kalimat ini dengan sepenuh hati.  Kalau dalam kajian di pesantren, niat itu tidak hanya di lisan. Kita juga perlu membenarkannya di dalam hati. Saat ini terjadi, Anda akan merasakan perasaan yang berbeda di tubuh Anda. Usahakan unsur-unsur ini muncul bersamaan. Jika belum, ulangi sampai Anda dapat memunculkannya.

Perasaan

Nyatakan keputusan Anda. Emosi apa yang muncul? Apa yang Anda rasakan? Di titik ini, Anda tidak perlu mengkhawatirkan apakah emosi yang muncul adalah emosi positif atau negatif. Hal terpenting adalah Anda merasa ada ‘pergerakan’ dalam tubuh Anda.

“Saya merasa …”

Contoh:

“Saya merasa bersemangat sekaligus khawatir dan sedikit ragu. Namun saya yakin, bila saya sudah berniat bulat insyaallah saya bisa melakukannya.”

Tindakan

Nyatakan tindakan yang akan Anda lakukan untuk mengekspresikan ide Anda.

“Satu hal yang akan saya lakukan hari ini sebagai perwujudan dari konsep, keyakinan, keputusan dan perasaan ini adalah …”

Mulailah dengan satu tindakan yang kecil dan sederhana. Biarkan momentumnya bergerak seiring tindakan yang Anda lakukan. Lihat diri Anda di depan sana sedang melakukan tindakan tersebut.

Contoh:

“Satu hal yang akan saya lakukan hari ini adalah melakukan jumping jack 10x sebelum mandi”

Internalisasi Pemikiran-Tindakan

Bayangkan Anda menyatu dengan diri Anda yang sedang bertindak. Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, rasakan apa yang Anda rasakan saat Anda melakukannya. Perhatikan emosi yang mendorong tindakan ini, beri nama dan rasakan emosi ini secara penuh di tubuh Anda. Sekarang, naik ke atas[1] perhatikan keputusan dan niat bulat Anda yang memicu emosi ini, bulatkan kembali niat dan keputusan Anda. Naik lagi ke atas, tandai keyakinan yang membuat Anda akhirnya mengambil keputusan ini. Kemudian naik lagi ke atas dan sadari konsep/pemikiran yang melatarbelakangi semua ini. Pahami sepenuhnya konsep ini, lalu bawa ke bawah kembali melalui keyakinan, keputusan/niat, perasaan, dan tindakan… Perhatikan bagaimana proses ini mengubah segala sesuatu dalam diri Anda. Ulangi proses ini beberapa kali. Bila perlu, ulangi proses ini sampai Anda merasakan perubahan di level identitas diri Anda – bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri.

Sumber: Achieving Peak Performance, Michael Hall

Perhatikan: teknik Mind to Muscle tidak menjanjikan perubahan instan. Ini adalah sebuah pattern yang perlu dilatih berulang-ulang. Teknik ini berhasil baik untuk menginternalisasikan konsep. Ada baiknya, sebelum Anda melakukan teknik ini tetapkan dulu goal-nya. Kemudian barulah identifikasi konsep apa yang dapat mendukung Anda mencapai goal tersebut.

[1] Naik ke atas (upload) dan turun ke bawah (download) adalah metafora untuk menggambarkan proses upload keyakinan dan mendownloadnya menjadi tindakan.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.