Dua Macam Pertanyaan dalam Hidup Anda

Setiap orang pernah mengalami masalah kan? Lalu, apa perbedaan antara orang-orang yang berhasil mengatasi masalahnya dengan orang-orang yang tidak berhasil mengatasi masalahnya? Mungkin, perbedaannya ada pada pertanyaan yang mereka ajukan pada diri mereka sendiri.

Pada saat masalah datang Anda bebas memilih, apakah akan fokus pada pertanyaan tipe pertama: “kenapa?” dan mencari akar permasalahan atau fokus pada pertanyaan tipe kedua: “bagaimana caranya?” Semua pilihan Anda.

Sumber: http://www.flickr.com/photos/valeriebb/
Sumber: http://www.flickr.com/photos/valeriebb/

Misalnya, saat Anda merasa tidak bisa menjual dengan baik, Anda bisa bertanya: “Kenapa saya tidak bisa menjual dengan baik?” atau “Bagaimana caranya agar saya bisa menjual dengan baik?”
Ketika Anda merasa suami Anda tidak mencintai Anda lagi, Anda bisa bertanya “Kenapa suamiku tidak mencintaiku lagi?” atau “Bagaimana caranya agar suamiku mencintaiku lagi?’
Ketika bisnis Anda hancur, Anda bisa bertanya “Kenapa bisnis saya hancur?” atau “Bagaimana caranya agar bisnis saya bangkit lagi?”

Kira-kira pertanyaan mana yang membuat hidup Anda lebih berdaya? Yap, pertanyaan tipe kedua tentunya. Pertanyaan tipe kedua fokus pada masa depan (baca: solusi) sedangkan pertanyaan tipe pertama fokus pada masa lalu (baca: masalah).

Tapi…apakah pertanyaan tipe pertama tidak ada gunanya? Tentu saja ada, karena ada maksud baik di balik setiap perilaku. Aturan sederhananya, luangkan 20% waktu Anda untuk mengajukan pertanyaan pertama. Ini akan membantu Anda menganalisa masalah secara lebih baik. Dan gunakalhah 80% waktu Anda untuk mengajukan pertanyaan tipe kedua.

Kualitas hidup Anda bergantung pada kualitas keputusan Anda.
Kualitas keputusan Anda bergantung pada kualitas pertanyaan Anda.

Join Newsletter

Dapatkan catatan hidup, pelajaran berharga, dan ide-ide sederhana yang bisa kamu bawa pulang setiap Sabtu pagi. Gratis.

Inner Circle Subscription

Leave a Reply

Scroll to Top