fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

The Millionaire Next Door (2)

1 min read

Ciri Pertama Milyuner: Mereka hidup jauh di bawah kemampuan mereka. 

Bersikap hemat adalah landasan untuk menghimpun kekayaan. Lawan dari sikap hemat adalah boros. Boros kami definisikan sebagai gaya hidup yang ditandai oleh pengeluaran berlebih-lebihan dan hiper-konsumsi.Berlawanan dengan anggapan umum bahwa orang kaya (baca: milyuner) seharusnya memiliki dan menggunakan barang-barang mewah, hasil penelitian The Millionaire Next Door menunjukkan bahwa para jutawan justru hanya memiliki dan menggunakan barang-barang yang biasa-biasa saja. Mereka tinggal di pemukiman umum bukan di kompleks perumahan elit. Mereka membeli kendaraan, setelan, sepatu dan arloji yang tidak mahal. Sayangnya, banyak orang menilai orang lain dari pilihan mereka dalam berbelanja (merek pakaian, arloji, kendaraan dll). Mereka menganggap bahwa orang yang tidak menunjukkan kepemilikan materi yang berlimpah-limpah berarti tidak kaya. Orang yang tidak suka pamer berarti bermutu rendah. Prinsip mereka: ”Orang bekerja untuk belanja, kalau kamu perlu belanja lebih besar, kamu perlu penghasilan lebih besar.” Padahal mengalokasikan waktu dan uang untuk mengejar penampilan yang superior (yang ”wah”) sering memberikan hasil yang dapat diperkirakan yaitu: pencapaian ekonomi yang rendah.
the-millionaire-next-door

Kekayaan berbeda dengan pendapatan. Dari hasil survey Stanley-danko ditemukan bahwa tidak setiap orang yang berpendapatan tinggi memiliki kekayaan yang tinggi pula. Untuk menjadi jutawan, selain memiliki penghasilan yang signifikan (meski tak harus tinggi), Anda juga harus berhemat, berhemat, dan berhemat. Merencanakan dan mengendalikan konsumsi merupakan faktor kunci yang mendasari akumulasi kekayaan.

Intinya para jutawan rata-rata menyusun anggaran tahunan dan mengendalikan pengeluaran, minimal dengan empat cara:

  • Memiliki anggaran tahunan;
  • Mengetahui dengan persis berapa jumlah belanja tahunan untuk sandang, pangan, dan papan;
  • Mempunyai sasaran harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan seumur hidup yang ditetapkan dengan jelas;
  • Menyisihkan banyak waktu untuk merencanakan keuangan masa depan.

Jadi, berapapun penghasilan Anda, hiduplah selalu di bawah kemampuan Anda.

~ Arsip, Juni 2006
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *