fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Tiga Rahasia Percakapan Seorang Coach

1 min read

Inti dari coaching adalah percakapan. Pada sebuah sesi coaching, seorang coach dan klien-nya akan melakukan sebuah percakapan. Bukan percakapan yang tak tentu arah, melainkan sebuah percakapan yang terarah, percakapan yang jelas tujuannya. Percakapan yang ditujukan untuk memberdayakan, mendorong dan mendukung sang klien untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

ilustrasi: www.gopixpic.com
ilustrasi: www.gopixpic.com

Tentu saja, coaching tidak selalu terkait dengan percakapan untuk mencapai tujuan, meskipun secara tidak langsung tujuan akan tercapai bila sebuah sesi coaching berlangsung dengan efektif. Coaching juga tidak selalu terkait dengan percakapan untuk menyelesaikan masalah, meskipun pada saat sesi coaching berjalan dengan baik secara tidak langsung masalah pun ikut terselesaikan. Coaching pada dasarnya adalah percakapan untuk membangun kesadaran dan mengeksplorasi pilihan-pilihan. Coaching adalah percakapan untuk memfasilitasi seseorang menemukan jawaban dari situasi mereka sendiri.

Itulah rahasianya kenapa seorang coach perlu meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki sumberdaya yang cukup untuk berubah. Itulah rahasianya kenapa seorang coach lebih banyak bertanya dibandingkan memberikan nasehat. Itulah rahasianya kenapa seorang coach perlu menguasai keterampilan listening yang cakap. Hal-hal inilah yang kemudian membantu seorang coach untuk menumbuhkan kesadaran kliennya dan memunculkan potensi terpendam dalam diri mereka.

Maka, bagaimana Anda dapat memanfaatkan pemahaman ini dalam kehidupan Anda sehari-hari?

  • Pertama, mulailah memandang orang lain secara lebih positif. Asumsikan people are okay, tidak ada yang salah dengan orang lain, mereka tidak perlu kita “betulkan.” Pemahaman ini akan membuat kita lebih memaklumi perilaku mereka, dan membuat kita memiliki harapan baik terhadap orang lain.
  • Kedua, berlatihlah mengajukan pertanyaan yang tepat. Saat orang lain meminta nasehat Anda, berlatihlah untuk menahan opini Anda dan ajukan pertanyaan untuk mengetahui opini mereka sendiri. Lihatlah keajaiban yang terjadi saat Anda berlatih menahan opini Anda dan mulai menggali opini orang lain.
  • Ketiga, mulailah lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara. Latih mata dan telinga Anda untuk menyimak apa yang terucap dan yang tak terucap. Anda akan takjub betapa banyak informasi yang selama ini terlewat karena Anda kurang memperhatikan. Anda akan takjub betapa informasi non-verbal jauh lebih kaya dibandingkan informasi verbal.

Kemudian tanpa Anda sadari, melatih tiga hal di atas akan meningkatkan kemampuan komunikasi Anda secara drastis. Bagaimana menurut Anda? Apa yang mungkin terjadi bila Anda mulai melatih tiga hal di atas?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.