fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Kaizen: mura, muri, muda

54 sec read

Saya banyak belajar dari filosofi orang Jepang.

Salah satunya, filosofi kaizen.

Kaizen (改善) dalam tulisan kanji, terdiri dari dua kanji yakni 改 (kai) artinya 改める perubahan dan 善 (zen) artinya 良い (yoi) kebaikan. Maka, kaizen bisa diartikan dengan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement).

Salah satu bagian filosofi kaizen yang saya sukai dan sedang saya latih adalah filosofi mura, muri, muda. Saya pertama kali mendengar istilah mura, muri, muda dari kang Asep Haerul Gani ketika kita melakukan evaluasi pasca pelatihan.

  • Mura artinya tidak teratur; tidak seimbang; tidak merata. Apakah ada hal-hal tidak yang tidak teratur yang menyebabkan inkonsistensi hasil? Keterlambatan adalah salah satu indikasi adanya mura (ketidakteraturan) dalam hal waktu.
  • Muri artinya beban yang berlebih; beban yang tidak masuk akal. Apakah ada beban berlebih yang mengakibatkan kondisi kerja yang buruk? Sebagai contoh, pembagian tugas yang tidak merata antar karyawan akan menciptakan kondisi kerja yang tidak kondusif dan mengurangi produktifitas.
  • Muda artinya pemborosan; sampah yang perlu dibuang. Apakah ada pemborosan yang menyebabkan berkurangnya nilai tambah? Fitur yang tidak perlu, waktu menunggu yang terlalu lama, gerakan yang tidak efisien adalah contoh pemborosan uang dan waktu yang perlu dihilangkan.

Maka, setiap kali kita selesai melaksanakan sesuatu atau menyelesaikan sebuah proyek. Kita perlu bertanya, apakah ada mura, muri, dan muda yang perlu dihilangkan?

Lalu, kita bisa tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang perlu ditingkatkan?
  • Apa yang perlu dikurangi/dihemat?
  • Apa yang perlu dihilangkan?
  • Apa yang perlu diadakan?

Empat pertanyaan evaluatif ini akan membuat kerja kita hari demi hari makin efisien. Dan jika kita terapkan setiap hari, bukankah akan meningkatkan kinerja kita?

 

 

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.