fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Sudahkah Ramadhan Kita Produktif?

2 min read

Mengevaluasi Ramadhan Kita, Siapkan Diri untuk Ramadhan Berikutnya

Ramadhan sudah meninggalkan kita. Apa yang perlu kita lakukan sesudahnya? Sebagaimana layaknya tertuntaskannya sebuah proyek atau pelatihan, maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengevaluasinya. Sudahkah Ramadhan kita produktif seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya?

Tujuan dari proses evaluasi ini adalah untuk mengantisipasi Ramadhan berikutnya, tentu saja agar dari Ramadhan berikutnya lebih baik dari pada Ramadhan kali ini. Sayangnya, kita jarang melakukan evaluasi Ramadhan. Kita “terlena” dengan hari raya, lalu terlupa bahwa ada tindak lanjut yang diperlukan setelah Ramadhan meninggalkan kita. Lalu, kita pun menjalani hari-hari seperti biasa, seakan-akan Ramadhan belum pernah mendidik kita.

Untuk itulah tulisan ini dibuat. Tulisan ini dibuat sebagai catatan saya sendiri, untuk mengevaluasi Ramadhan yang sudah berlalu. Mudah-mudahan, tulisan ini juga bermanfaat bagi Anda.

Untuk mengevaluasi Ramadhan, kita perlu mengajukan lima pertanyaan sebagai berikut:

  1. Apa yang sudah baik?
  2. Apa saja faktor yang mendukung?
  3. Apa yang perlu diberbaiki?
  4. Apa saja faktor yang menghambat?
  5. Bagaimana mengantisipasinya di masa depan? Apa tindak lanjut yang diperlukan?

Mari kita mulai.

1. Apa yang sudah baik?

Apa yang sudah baik dari Ramadhan kali ini? Apa yang bisa kita pertahankan di Ramadhan yang akan datang?

Jawabannya mungkin sebagai berikut:

  • Khatam 1 juz Al Qur’an sebelum 29 Ramadhan.
  • Tidak tidur setelah subuh (80%).
  • Tuntas baca dua buku pengembangan diri.

Perhatikan, kebaikan ini bisa datang dari kuantitas maupun kualitas amalan kita.

2. Apa saja faktor yang mendukung?

Setelah mengidentifikasi hal-hal yang sudah baik, lalu kita perlu temukan “rahasia” kesuksesannya: apa faktor yang membantu kita sehingga kita berhasil melakukan hal-hal tersebut?

Misal: Khatam 1 juz Al Qur’an sebelum 29 Ramadhan.

  • Menguasai cara membaca Al Qur’an dengan hadr (bacaan cepat).
  • Meluangkan waktu 15 menit setelah sholat subuh dan dhuhur.
  • Tidak berhenti membaca sebelum selesai 1/2 juz.

Mengenali faktor pendukung ini akan membuat kita lebih mudah mengulangi keberhasilannya di Ramadhan yang akan datang.

3. Apa yang perlu diperbaiki?

Apa hal yang mungkin perlu dikurangi? Apa hal yang mungkin perlu dihilangkan? Apa yang hal yang tidak ingin diulangi di Ramadhan mendatang?

Jawabannya misal:

  • Shalat tarawih tidak penuh (hanya 7 dari 30 hari).
  • Tidur setelah fajar. Berhasil tidak tidur setelah subuh, namun saat masuk fajar (jam 6 lebih) terasa sangat mengantuk.
  • Kurang sabar dan marah-marah saat kesal dengan anak.
  • Masih tergoda untuk menonton tayangan internet yang membuang waktu.

4. Apa saja faktor yang menghambat?

Setelah mengidentifikasi, maka berikutnya kita perlu mengenali penyebab dan membuat rencana untuk mengantisipasi hal yang sama di Ramadhan mendatang.

Contoh: Shalat tarawih tidak penuh (hanya 7 dari 30 hari).
Kemungkinan penyebab: Ngantuk karena kekenyangan saat berbuka.

Bagaimana mengantisipasi di masa depan? Apa tindak lanjut yang diperlukan?

Setelah mengenali faktor yang menghambat, maka berikutnya kita perlu membuat rencana antisipasi dan tindak lanjut. Tujuannya adalah agar kesalahan yang sama tidak berulang di Ramadhan mendatang.

Contoh: Shalat tarawih tidak penuh (hanya 7 dari 30 hari).
Kemungkinan penyebab: Ngantuk karena kekenyangan saat berbuka.

Rencana antisipasi:

  • Saat berbuka hanya mengonsumsi makanan ringan (misal: kurma atau teh manis).
  • Lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan saat berbuka.

Tindak lanjut: Bereksperimen saat puasa senin-kamis dengan dua rencana antisipasi di atas, lihat hasilnya.

Saran saya, tuliskan jawaban Anda dari seluruh pertanyaan di atas dalam sebuah kertas. Lalu, saat masuk bulan Rajab, buka kembali jawaban Anda ini. Dengan demikian, mudah-mudahan Ramadhan mendatang lebih sukses dan lebih baik dibandingkan Ramadhan kali ini.

Bila Anda mengalami kesulitan dalam melakukan proses evaluasi ini, Anda bisa mendapatkan daftar aktivitas yang bisa Anda evaluasi selama Ramadhan dengan mengklik tautan ini.

PS. Yuk terkoneksi di Instagram, klik di sini untuk terhubung dengan Instagram saya.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *