fbpx

Saat Semua Ambyar

2 min read

cara kembali ke rutinitas

Kita semua tentu setuju, jika membangun good habit atau kebiasaan baik tidaklah mudah. Sanggup memulainya saja, sudah merupakan pencapaian yang keren.

Karena itu, saat akhirnya kita mampu konsisten berangkat ke gym, menulis setiap hari, jurnaling, bahkan disiplin tidak konsumsi junk food secuilpun, kita pasti akan merasa bangga dan puas.

Tapi bagaimana ketika semua rutinitas tersebut akhirnya ambyar karena hal-hal yang terjadi di luar kendali kita? Lembur di tempat kerja membuat susah bangun pagi, badan capek, dan rasanya cuma pengen rebahan sambal nonton Netflix.

Duh, rasanya sebel banget, ya. Habit yang susah payah kita bangun berbulan-bulan, runtuh karena lemburan.

Jangan khawatir, ada caranya agar kita bisa kembali ke rutinitas atau kebiasaan yang sudah susah payah kita bangun.

4 Cara untuk kembali ke rutinitas

1. Terima kondisi

Saat semua berjalan sesuai rencana, akan lebih mudah bagi kita untuk tetap konsisten dengan kebiasaan kita.

Dan ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, umumnya reaksi kita adalah menyangkalnya. Kita berusaha keras tetap berada di jalur kita, meski hal tersebut menguras energi dan waktu kita.

Tahukah teman-teman, sesekali tidak produktif tidak masalah? Nikmati saja.

Jika memang badan terlalu lelah setelah lembur semalam, ya istirahat saja dulu, tidak perlu memaksakan diri berangkat ke gym. Nikmati waktu isitirahat dengan bahagia.

Percayalah sebelum teman-teman sadari, rasa “kangen” pada kebiasaan kemarin pasti mulai ada. Tidak perlu lagi mencari motivasi ini dan itu, tahu-tahu kita mulai bergerak packing tas, ambil sepatu, dan berangkat ke gym lagi.

Sepertinya tubuh kita sudah tahu, kalau lama-lama nggak produktif juga melelahkan.

2. Ingat kejayaan masa lalu

Okay, ini memang agak berlebihan. Tapi ada satu hal yang dapat kita manfaatkan dengan melihat lagi keberhasilan di masa lalu; mengambil pelajaran.

Saat sedang berada “di luar jalan yang benar”, cobalah untuk mengingat kembali apa yang teman-teman rasakan saat semua berjalan seperti rencana.

Cobalah mengingat dengan lebih spesifik. Misalnya betapa teman-teman sanggup naik tangga dengan berlari, belanja keliling mall 1 jam dan sampai rumah masih sanggup membereskan rumah, atau ketika baju lama akhirnya muat kembali setelah rajin ke gym selama 1 bulan.

Jadi, duduklah sejenak, kenanglah masa-masa “kejayaan” itu. Bayangkan beberapa kali dalam sehari. Pelan-pelan, semangat untuk on the track pun akan muncul. Dan rasa malas perlahan akanpudar.

3. Fokus pada usaha, bukan hasil

Sometimes, things may not go your way, but the effort should be there every single night

-Michael Jordan

NBA merupakan kompetisi yang sangat panjang. Setiap seasonnya mereka bisa bermain hingga 82 permainan. Jadi kesempatan untuk kalah pun akan sama banyaknya dengan kesempatan untuk menang.

Di saat kalah, sangat mudah bagi para pemain untuk terus-menerus murung, dan patah semangat jika fokus mereka pada hasil pertandingan. Beda halnya jika fokus diarahkan pada usaha yang dilakukan. Karena dari kesalahan dan kekalahan pun kita pasti mendapat pelajaran.

Berat badan kita bisa saja naik lagi, atau malah tidak dapat hasil apa-apa selama latihan. Tapi kalau fokus kita pada usaha yang telah kita lakukan; -bagaimana kita mengalahkan rasa malas,- semangat kembali on track, akan lebih mudah kembali.

4. Rencanakan hari dengan cermat

Pernah terpikir mengapa kita mudah membuang waktu? Karena kita tidak tahu apa yang hendak kita lakukan setelah satu pekerjaan selesai.

Jadi jangan lupa untuk:

  • Menetapkan goals kita
  • Menetapkan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
  • Menjadwalkan kegiatan pada kalender
  • Jadwalkan juga kegiatan untuk relaksasi, ngobrol dengan keluarga dan teman, membaca, dan aktivitas me time lainnya.

Tidak perlu khawatir disebut “sok disiplin”, ini hidup kita, tujuan kita. Toh, yang menyebut “sok disiplin” juga belum tentu sudah sukses meraih tujuan, kok.

Dan percayalah, akan lebih mudah bagi kita untuk kembali ke rutinitas awal, jika setiap hari kita biasa membuat jadwal.

Jika cara diatas masih dirasa sulit, bagaiamana jika bergabung dengan kelas mentoring untuk membangun kebiasaan baik di Ruang Training, menyediakan kelas 27 Hari Mengubah Hidup.

Kelas ini tidak hanya memberikan materi, namun juga sesi Live Coaching di Facebook.

Bersama dengan partner yang nanti akan teman temukan disana, kebiasaan yang ingin kita inginkan akan dibangun tidak hanya berdasar goals yang kita buat, namun juga menggabungkan bakat, mengubah mindset, skills mastery, plus time/ energy management.

Silahkan ikuti tautan berikut, atau hubungi nomor Whatsapp dibawah ini untuk informasi lebih lanjut.