fbpx

Membangun Kebiasaan yang Mengubah Hidup

2 min read

membangun kebiasaan yang mengubah hidup

Kita semua tentu sering mendengar jika hidup kita saat ini ditentukan oleh kebiasaan yang kita lakukan di hari-hari kemarin. Seperti kata Will Durrant

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit.

Jadi, kalau saat ini kita masih merasa hidup kita nanggung, -excellence enggak, mblesek banget juga enggak-, bisa jadi karena kita punya kebiasaan yang nanggung juga.

Kalau pengen naik kelas, ya tentu saja, kita perlu mengubah kebiasaan kita saat ini.

Tapi sebelum sampai pada menentukan habit atau kebiasaan mana yang sebaiknya kita bangun, kita perlu paham juga; jika kebiasaan kita, memang bisa mengubah hidup kita. Tapi kebiasaan tersebut bukan jaminan kita untuk meraih kesuksesan.

Contoh gampangnya gini, misal kita meniru Jim Kwik yang bangun tidur langsung rapihin kasur, minum air putih, dan olahraga. Apakah hal itu kemudian menjadikan kita punya otak sekuat Jim Kwik juga? Enggak, kan?

Jadi penting banget memilih kebiasaan yang memang akan meningkatkan kualitas hidup kita. Kebiasaan yang akan membantu kita membangun sistem untuk mencapai sukses seperti yang kita harapakan.

5 Langkah membentuk kebiasaan yang lebih baik

1 . Tentukan kebiasaan sesuai kebutuhan kita

Setiap hari sudah bangun pagi, meditasi, baca buku, olahraga, membuat jurnal. Tapi kenapa ya, hidup kita masih belum banyak berubah? Sibuk mah, iya!

Padahal kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dilakukan mereka yang kita sebut sukses? Dimana letak salah kita?

Inilah alasan mengapa kita perlu memilih habit yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Contoh mudahnya, pernah saya mencoba bangun pukul 2 dini hari karena pernah membaca seorang beberapa orang sukses hanya tidur 4 jam. Setengah mati, saya mencoba banyak cara agar bisa tidur, cukup 4 jam saja.

Hari pertama, kedua, ketiga oke. Mulai hari keempat, kepala saya mulai pusing, karena memang kebutuhan tidur saya minimal 5 jam. Kurang dari itu, tekanan darah saya akan menurun, dan akibatnya malah mudah sakit.

Jadi, ketika memilih habit yang ingin kita bentuk, cobalah bertanya pada diri sendiri, apakah habit tersebut akan meningkatkan kualitas hidup kita? Jika tidak, maka tinggalkan.

Misalkan jika teman-teman adalah seorang penulis, maka teman-teman perlu membangun kebiasaan membaca lebih banyak agar tak pernah kehabisan ide.

2. Pilih satu kebiasaan

Saat kita begitu bersemangat untuk membentuk kebiasaan baru, biasanya kita langsung ingin membentuk kebiasaan tersebut bersama-sama.

Ingin menulis lebih banyak, membaca lebih banyak, rajin update status untuk melatih menulis pendek dan berkualitas, dan masih ingin yang lain.

Akan lebih baik jika kita mengatur strategi dan entusiasme kita. Terlebih, bila kita berusaha melakukan banyak hal dalam satu waktu biasanya hanya menimbulkan kekacauan.

Jadi, pilih satu kebiasaan di setiap kategori hidup (misalkan di kategori pekerjaan, hubungan sosial, keuangan, spiritual, dan kesehatan); dan fokus sampai kebiasaan terebut sudah kita kuasai dengan baik.

3. Hentikan semua kebiasaan buruk

Ini tidak tentang kebiasaan merokok, minum-minuman keras, dan semacamnya. Tapi lebih pada kebiasaan buruk seperti menunda, overthinking, mudah mengeluh, berkata sulit padahal belum mencoba, dan seterusnya.

4. Mulai dari standar yang paling rendah

Kita semua tahu, apapun yang ada di dunia ini perlu dimulai dari hal yang kecil. Bahkan untuk berjalan pun, dulu kita mulai dengan belajar berdiri dan merambat.

Jadi, jika ingin mulai lebih banyak membaca buku? Mulai saja dulu dari 1 halaman per hari.

5. Catat perkembangan

Pernah mencoba membangun kebiasaan membaca seperti ini; mengawali dengan 5-6 lembar, hari pertama sampai ketiga lancar. Hari keempat, karena sibuk, capek, auto berhenti membaca. Begitu juga keesokan harinya.

“Ah, nanti sajalah dirapel.”

“Besok, aja deh, hari ini capek.”

Pernah?

Inilah mengapa kita perlu mencatat kebiasaan kita. Membangun kebiasaan baik tidak hanya mencapai “bisa membaca satu buku seminggu”, tapi lebih kepada membangun akuntabilitas.

Jadi jangan lupa, catat perkembangan habit kita setiap hari.

Jika boleh menyarankan, jangan hanya ceklist, tapi beri log activity juga. Misalnya jika membaca, tambahkan sedikit rangkuman hasil bacaan kita. Sehingga kita juga tahu, sejauh mana pertumbuhan ilmu kita.

Semoga uraian di atas membantu teman-teman untuk memilih kebiasaan yang benar-benar membantu dan dapat meningkatkan kualitas hidup teman.

Jika masih bingung memilih, coba ikuti kelas 27 Mengubah Hidup di ruangtraining.com. Selama 27 hari, teman-teman akan belajar bagaimana memilih kebiasaan yang sesuai dengan tujuan hidup teman-teman di masa sekarang, juga di masa depan.