Syakilah dan Jalan Lurus dalam Hidup
Bayangkan Anda masuk ke dalam sebuah kamar asrama berisi puluhan anak-anak yang baru bangun tidur. Sebagian masih rebahan di kasurnya, sebagian masih mengantuk, sebagian lagi […]
Bayangkan Anda masuk ke dalam sebuah kamar asrama berisi puluhan anak-anak yang baru bangun tidur. Sebagian masih rebahan di kasurnya, sebagian masih mengantuk, sebagian lagi […]
Ilmu tentang mengelola dan memotivasi orang sudah berevolusi beberapa kali. Sama seperti sains lainnya, ilmu ini berkembang. Sayangnya, praktik di dunia bisnis seringkali tidak selaras
“If You Want to Motivate Someone, Shut Up Already” — Jika kamu ingin memotivasi seseorang, maka diamlah! Ini adalah sebuah judul artikel yang sangat provokatif
Banyak yang bertanya, sebaiknya kita jadi generalis atau spesialis? Ada satu keyakinan yang beredar di masyarakat. Menariknya, kedua keyakinan ini sepertinya bertentangan satu sama lain.
“Try not to become a man of success. Rather become a man of value.” Albert Einstein Jangan mencoba jadi orang sukses, jadilah orang yang bernilai,
Kita lanjutkan bahasan kemarin ya: penyebab gagalnya resolusi. Kali ini kita bahas faktor kegagalan ketiga yaitu hanya mengandalkan semangat dan motivasi. Yup, mempertahankan resolusi tidak
Tahun baru, biasanya kita beramai-ramai menetapkan resolusi – sebuah keputusan tentang perilaku yang akan kita mulai atau kurangi atau hentikan di tahun depan. Misalnya: Mulai
Tahun 2014 saya mengikuti sebuah online course dari Michael Hyatt. Salah satu course termahal yang pernah saya ikuti saat itu. Judulnya Your Best Year Ever.
Masih ingat resolusi yang Anda tetapkan di awal tahun ini? Apa saja perubahan yang berhasil Anda lakukan setahun ke belakang? Apa saja kebiasaan baru yang berhasil Anda wujudkan? Apa hasil-hasil baik yang Anda capai di tahun ini? Akhir tahun seperti yang sedang kita alami saat ini adalah momen yang tepat untuk menengok ke belakang: melakukan refleksi dan mengevaluasi pencapaian-pencapaian kita selama ini. Dengan demikian kita akan menyadari dan mensyukuri segala hal yang terjadi, kemudian bisa memulai komitmen baru untuk menjalani tahun yang baru nanti. Bila di akhir tahun organisasi membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), sepertinya menarik juga bila kita sebagai pribadi membuat LPJ Pribadi. Pertanggungjawaban atas waktu yang kita miliki setahun ke belakang.
Judul artikel kali ini sengaja saya buat agak provokatif: bagaimana cara mengatasi klien yang resisten? Klien yang dimaksud di sini adalah klien dalam sesi konseling