fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Jadilah Orang yang Bernilai dan Sukses pun Akan Mengikuti

1 min read

“Try not to become a man of success. Rather become a man of value.”

Albert Einstein

Jangan mencoba jadi orang sukses, jadilah orang yang bernilai, demikian Einstein menasihati kita. Saya akan membahas kutipan ini dalam konteks yang sangat sederhana: menghasilkan uang. Maka, kutipan ini mungkin bisa dimodifikasi begini: “Jangan mengejar uang, fokuslah menghasilkan nilai.”

Apa hubungannya? Oke, kita akan awali dengan konsep yang sangat mendasar: definisi uang. Belasan tahun lalu, saya terkesima dengan definisi uang yang disampaikan oleh pak Tung DW di kelas Financial Revolution. Menurut pak Tung, uang adalah alat tukar nilai tambah. Maka, untuk menghasilkan uang fokus kita adalah pada nilai tambah yang bisa kita sediakan. Apa nilai yang bisa kita tambahkan pada kehidupan orang lain? Istilah “nilai” sendiri dalam bahasa yang lebih sederhana bisa diganti dengan kata “manfaat.” Apa manfaat yang bisa kita tambahkan atau berikan pada kehidupan orang lain? Guru saya mengatakan, bila kita menjadi orang yang bermanfaat insyaallah dijamin tidak akan miskin.

Maka, seberapa besar nilai kita bergantung pada:

  • Apa yang bisa kita lakukan;
  • Seberapa baik kita melakukannya;
  • Seberapa sulit kita digantikan.

Ketiga hal ini mempengaruhi persepsi orang lain tentang seberapa besar nilai kita. Dengan kata lain seberapa besar kita layak dibayar. Secara umum:

  • Semakin banyak yang membutuhkan apa yang bisa kita lakukan, semakin besar potensi penghasilan kita.
  • Semakin baik kita melakukannya, semakin besar potensi penghasilan kita.
  • Semakin sulit keahlian kita digantikan, semakin besar potensi penghasilan kita.

Inilah sebabnya, dokter spesialis dibayar lebih mahal daripada dokter umum; trainer yang menguasai bidang tertentu secara mendalam dibayar lebih mahal dibanding trainer yang palugada; konsultan bisnis yang fokus pada layanan spesifik tertentu dibayar lebih mahal dibandingkan oleh konsultan bisnis yang terlalu general.

Maka agar kita bisa dibayar besar, ada dua tantangan yang perlu kita hadapi.

Pertama, bagaimana agar kita bisa memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh pasar, sehingga kita dicari karena nilai yang kita miliki.

Kedua, bagaimana kita bisa mengkomunikasikan nilai kita pada pasar atau orang yang membutuhkan.

Bagi seorang ahli, tantangan pertama sudah dilampaui. Namun, saya melihat banyak yang “gagal” melewati tantangan kedua ini. Padahal tantangan kedua inilah yang membedakan hasil yang didapatkan.

Jadi, terkait nilai bukan sekadar tentang apa yang kita miliki, namun juga tentang bagaimana mengkomunikasikan apa yang kita miliki.

Einstein melanjutkan nasihatnya “Try first to be man of value; success will follow — cobalah jadi orang yang bernilai dulu; dan sukses pun akan mengikuti.”

Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *