fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Bagaimana Menjadikan 2022 Menjadi Tahun Terbaik Anda

4 min read

Tahun 2014 saya mengikuti sebuah online course dari Michael Hyatt. Salah satu course termahal yang pernah saya ikuti saat itu. Judulnya Your Best Year Ever. Namun, course ini menjadi salah satu jalan dalam meningkatkan kualitas hidup saya. Saya tidak akan menceritakan isi course tersebut di sini. Saya hanya akan menceritakan tiga insight terpenting yang masih saya pegang sampai hari ini berdasar apa yang saya dapatkan dari course tersebut. Tentu saja karena ini adalah insight jadi lebih banyak pemikiran saya yang dituliskan daripada apa yang disampaikan oleh pak Hyatt. Mari kita mulai.

1. Menuntaskan Masa Lalu

Insight pertama adalah pentingnya menuntaskan masa lalu. Satu hal yang penting dalam menciptakan tahun terbaik adalah dengan menuntaskan masa lalu kita. Banyak orang yang belum tuntas dengan masa lalunya sehingga meskipun secara fisik mereka hidup di masa kini namun pikiran dan perasaannya masih terjebak di masa lalu. Ini adalah tanda bahwa mereka masih belum tuntas dengan masa lalunya.

Masa lalu sudah berlalu. Apa pun yang terjadi, itu sudah terjadi, kita tidak akan bisa mengubahnya. Apa yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki masa kini untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jadi, apa yang perlu kita lakukan dengan masa lalu kita?

  • Lepaskan, ikhlaskan. Tarik napas panjang, lalu hembuskan perlahan. Semua sudah terjadi, dan apa yang terjadi adalah atas kehendak-Nya. Bila kita melakukan kesalahan, minta ampun, lalu maafkan diri.
  • Ambil pelajaran. Pengalaman adalah guru terbaik. Apa yang ia ajarkan dari masa lalu kita? Apa hal yang perlu kita hentikan? Apa hal yang perlu kita lakukan secara berbeda?
  • Kenali kekuatan. Perhatikan, tidak semua hal di masa lalu itu buruk bukan? Pasti ada hal-hal baik yang terjadi: pencapaian, kemenangan, atau keberhasilan. Kenali, lalu asah dan kuatkan. Apa faktor-faktor yang membantu kita mencapai tujuan di masa lalu? Apa faktor-faktor yang membantu kita mengatasi hambatan dalam mencapai tujuan kita?

Dalam praktiknya, saya menggenapi masa lalu dengan membuat catatan akhir tahun (saya menyebutnya LPJ Pribadi Tahunan, baca di sini untuk lengkapnyatemplate saya sediakan di bagian bawah). Kita juga bisa membuat catatan yang berisi:

  • Unfinished business – hal-hal yang belum terselesaikan. Baik berupa tujuan yang belum tercapai, project yang belum tuntas, atau pekerjaan yang belum terselesaikan. Tentu saja nantinya tidak semua unfinished business jadi utang di tahun depan. Kita perlu pilah dan prioritaskan lagi. Namun, kita perlu ambil keputusan apakah unfinished business ini akan kita tuntaskan atau akan kita lepaskan. Jangan dibiarkan menggantung. Ini yang dimaksud dengan menuntaskan masa lalu. Dengan demikian kita bisa memulai tahun yang baru dengan lebih ringan tanpa beban.
  • Influential Person – orang-orang yang berinteraksi dengan kita; orang-orang yang berpengaruh dalam hidup kita setahun ke belakang. Bisa pengaruh positif atau pengaruh negatif. Mereka ini mungkin teman, mentor, guru, trainer, klien, atau bahkan kenalan di sosial media. Saya biasanya membuat daftar ini. Daftar ini bisa Anda gunakan secara sadar untuk memilih dan memilah: siapa yang ingin Anda kuatkan hubungannya di tahun depan? Kepada siapa Anda ingin belajar lebih dalam? Siapa yang perlu saya kurangi interaksinya? Daftar ini juga bisa Anda gunakan untuk memberikan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah mempengaruhi kehidupan Anda secara positif.
  • Big wins – kemenangan-kemenangan besar. Setahun ke belakang, apa saja kemenangan besar yang berhasil Anda capai? Tuliskan pencapaian dan keberhasilan yang terwujud tahun lalu. Namun, jangan hanya berhenti di sini, kenali pula faktor internal atau eksternal yang membantu Anda mencapainya. Apa saja faktor internal (sifat, pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dsb) yang membantu Anda mencapai kemenangan ini? Apa saja faktor eksternal (koneksi, peralatan, teknologi, dsb) yang membantu Anda mencapai kemenangan ini? Ini akan membantu diri kita untuk mengenali pola-pola keunggulan yang kita miliki.
  • Knowledges, skills, habits – pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan. Daftar terakhir adalah daftar pengetahuan yang Anda pelajari di tahun lalu, keterampilan yang Anda kuasai tahun lalu, dan kebiasaan yang berhasil Anda bentuk tahun lalu. Ini merupakan daftar berharga yang dapat mengafirmasi potensi yang kita punya.

Untuk mendapatkan template terkait hal ini silakan klik https://bit.ly/lpj-pribadi

2. Meyakini Berbagai Kemungkinan

Manusia berbeda dengan binatang, kita dikaruniai akal untuk mencipta. Itu sebabnya kita diberi tugas sebagai khalifah untuk memakmurkan dunia yang kita tinggali. Saya mengistilahkannya dengan istilah co-creator. Allah lah creator yang sejati, kita adalah cocreator di atas bumi. Maka, sebagai co-creator kita perlu memanfaatkan anugerah yang kita punya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, bukan hanya untuk diri kita sendiri namun juga untuk orang lain yang ada di sekitar kita.

Sebagai seorang cocreator kita tentu saja dianugerahi modal awal untuk bertindak. Stephen Covey dalam buku 7 Habits menyebutkan setidaknya kita punya 4 anugerah yang membedakan kita dengan makhluk lainnya:

  1. Self-awareness (kesadaran diri). Berbeda dengan binatang, kita memiliki kemampuan untuk menyadari diri. Sehingga kita bisa melakukan refleksi dan evaluasi.
  2. Independent will (kehendak bebas). Manusia memiliki kebebasan dalam memilih keputusan dan perilakunya. Kita bukan makhluk yang terkekang. Tentu saja, setiap pilihan ada konsekuensinya. Maka pilihlah secara bijak.
  3. Conscience (hati nurani). Kita juga memiliki kemampuan untuk menimbang baik dan buruk. Moralitas sudah tertanam dalam diri kita. Itu sebabnya saat kita melakukan hal buruk, hati kita terasa tidak tenang.
  4. Imagination (imajinasi). Anugerah terakhir kita adalah kemampuan berimajinasi – membayangkan apa yang belum ada dan mewujudkannya. Ini adalah bekal dalam “mencipta.” Dengan ini lah kita menciptakan teknologi, kemajuan, dan masa depan yang lebih baik.

Keempat anugerah ini sebenarnya sudah sering kita dengar dari pendahulu kita. Mereka menyebutnya dengan cipta, rasa, dan karsa. Cipta merujuk pada imagination, merujuk pada self-awareness dan conscience, sementara karsa merujuk pada independent will.

Dengan modal sekuat ini, bukan kah masuk akal jika kita percaya dengan berbagai kemungkinan di masa depan? Lalu, praktiknya bagaimana?

  1. Sadari pemikiran yang menghambat kita selama ini. Pemikiran yang kita anggap benar tentang dunia, orang lain, maupun diri kita. Tuliskan.
  2. Sadari bahwa ini adalah pemikiran kita saja, bukan kebenaran universal. Renungkan efeknya bila kita tetap meyakini pemikiran ini. Bila ternyata tidak memberdayakan, putuskan untuk menggantinya dengan pemikiran yang lebih berdaya. Temukan bukti-bukti yang berlawanan, lihat orang lain yang memiliki pemikiran berbeda dengan kita.
  3. Pilih pemikiran lain yang lebih berdaya. Apa alternatif pemikiran lain yang membuat hidup kita lebih berdaya, bahagia, dan bermakna?

3. Menciptakan Masa Depan

Setelah menuntaskan masa lalu dan melepaskan pemikiran yang menghambat, kini saatnya kita menciptakan masa depan yang kita inginkan.

Kita sudah belajar bahwa untuk menciptakan tahun terbaik, kita perlu percaya bahwa segala sesuatu mungkin terjadi atas izin-Nya. Tugas kita sebagai manusia adalah berikhtiar sebaik-baiknya lalu menyempurnakannya dengan tawakal. Terkait hasil, biarlah Allah yang menentukan. Sebagai co-creator bukan hak kita memprotes apa yang creator tetapkan.

Ada tiga langkah yang bisa kita lakukan untuk menciptakan masa depan terbaik:

  1. Niatkan untuk menciptakan kehidupan yang hebat. Manfaatkan imajinasi kita, bayangkan gambaran ideal kehidupan yang ingin kita jalani. Tuliskan detail-detailnya. Sadari alasannya – apa yang memotivasi kita untuk meraih kehidupan semacam ini. Bila perlu buat sebuah rencana yang komprehensif untuk mewujudkannya. Terkait hal ini teman-teman bisa baca di ebook Life Plan saya di sini.
  2. Ikhtiar sebaik-baiknya. Berusahalah semaksimal mungkin. Rancang lingkungan dan sistem pendukung. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung Anda pula. Namun, jangan lupa untuk tetap minta pertolongan pada Allah juga. Ini yang sering kali kita lupakan. Padahal ini hal penting. Tanpanya, kita akan jumawa dengan ilmu yang kita punya.
  3. Sempurnakan dengan tawakal. Apapun hasilnya, biarlah Allah yang menentukan. Fa idzaaa ‘azzamta fatawakkal ‘alallah… Maka ketika kita sudah benar-benar berazam, maka bertawakallah pada Allah. Allah yang lebih tahu apa hasil terbaik bagi kita. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik, apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk. Mintalah kepada Allah agar kita diberikan bashirah (penglihatan batin) untuk memahami dan membedakannya.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

والله الموّفق إلى أقوام الطريق

PS. Sesuai permintaan, template LPJ Pribadi dapat diunduh di link berikut ini: https://bit.ly/lpj-pribadi

Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *