fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Arah Motivasi

1 min read

Apa arah motivasi Anda? Apakah Anda cenderung mengejar sesuatu atau menjauhi sesuatu? Di dalam NLP, kita mengenal ada dua macam arah motivasi seseorang:

  • Ada orang yang termotivasi menjauhi sesuatu (away from).
  • Ada orang yang termotivasi mendekati sesuatu (toward).

Misal, saat membeli rumah. Ada orang yang termotivasi untuk beli rumah yang tidak jauh dari sekolah, ada yang termotivasi dengan dekat dari sekolah. Perhatikan, kontennya sama-sama jarak dengan sekolah namun cara penyampaiannya berbeda. Arah motivasi terkait struktur bahasa. Struktur bahasa mencerminkan struktur berpikir – program mental kita dalam melihat sesuatu. Mengenali arah motivasi kita memudahkan kita mengelola motivasi saat motivasi kita turun.

Sebenarnya, kita memiliki kedua arah motivasi ini. Kita cenderung menjauhi kesengsaraan, bahaya dan risiko dan kita mengejar tujuan, manfaat dan keberhasilan. Namun, kadar setiap orang berbeda-beda. Ada yang dominan menjauhi, ada juga yang dominan mendekati.Ada yang termotivasi supaya tidak kalah, ada yang termotivasi supaya menang.Ada yang termotivasi agar tidak beli kemahalan, ada termotivasi beli dengan harga lebih murah.Ada orang yang berhenti kerjasama karena tidak nyaman dengan partnernya. Ada yang tetap bekerjasama meskipun tidak nyaman, karena dia membayangkan berbagai manfaat yang akan dia dapatkan melalui kerjasama dengan temannya ini.

Mengenali hal ini bermanfaat untuk memotivasi diri sendiri. Misal, saat sulit bangun tidur. Orang dengan motivasi mendekati mungkin bisa memicu bangun tidurnya dengan pertanyaan:

“Manfaat apa yang akan saya dapatkan jika saya bangun sekarang?”

Sementara orang dengan motivasi menjauh mungkin lebih termotivasi dengan pertanyaan:

“Apa risikonya kalau saya nggak bangun sekarang?”

Seseorang dengan arah motivasi mendekati cenderung lebih bagus dalam goal-setting. Sementara, seseorang dengan arah motivasi menjauhi lebih bagus dalam antisipasi risiko dan problem-solving.

Kita bisa sukses dengan arah motivasi manapun yang kita miliki. Ada seorang investor saham yang sukses karena ia menggunakan motivasi menjauhi untuk menghindari kerugian. Seorang dokter pun sebaiknya memiliki motivasi menjauhi, sehingga ia fokus pada masalah yang muncul dan memecahkannya tidak termotivasi mencari masalah-masalah lebih banyak.

Risiko yang dihadapi oleh orang yang arah motivasinya menjauhi adalah:

  • Mereka melakukan sesuatu karena merasakan ketidaknyamanan. Selama nyaman, mereka nggak akan kemana-mana.
  • Mereka sibuk menghindari dan menjauhi sesuatu hingga lupa menetapkan arah, mau dibawa kemana hidupnya. Mereka bermain hanya agar tidak kalah, bukan untuk menang.
  • Mereka juga lebih mudah stress dan cemas.

Sementara orang yang arah motivasi mendekati kurang memperhatikan risiko. Mereka sangat bersemangat mengejar sesuatu sampai tidak menyadari imbas masalahnya.

Maka, kenali arah motivasi kita dan kelola agar kita dapat melakukan hal-hal yang kita anggap penting di dalam hidup kita.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.