fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

5 Prinsip dalam Membangun Keahlian

2 min read

Membangun keahlian memerlukan waktu. Disiplin berlatih dan bersabar sampai hasil yang diinginkan muncul adalah kuncinya. Kita tidak mungkin menerapkan sistem kebut semalam dalam membangun keahlian.

Bayangkan, hari ini baru berlatih tinju, apakah mungkin besok ikut pertandingan tinju profesional? Itu hanya mimpi. Melayangkan jab saja mungkin belum benar. Belum lagi melatih blocking, footwork dan weaving.

Bayangkan, anak SD baru kenal tambah kurang kali dan bagi. Lalu langsung belajar kalkulus. Dipaksakan menguasai diferensial dan integral dalam sehari. Esok harinya langsung diuji. Apakah mungkin? Sepertinya tidak mungkin.

Bayangkan, baru belajar Facebook Advertising. Baru kenal dashboard. Masih gagap dengan berbagai metriks penting di dalamnya. Bisakah langsung menghasilkan profit ratusan juta esok harinya? Sepertinya tidak.

Keahlian tidak dapat dibangun dalam semalam. Kita perlu berlatih setiap hari dengan disiplin. Lalu bersabar sampai hasil yang diinginkan muncul. Seringkali, ketika kita berambisi untuk cepat mendapatkan hasil yang diinginkan, hasil yang kita inginkan justru lambat datang.

Disiplin berlatih dimulai dengan menguasai hal-hal fundamental dari keahlian tersebut. Berulang-ulang. Diiringi dengan perbaikan seiring waktu. Sehingga lambat laun kita makin ahli dalam keahlian tersebut dari waktu ke waktu. Kita tidak bisa menyingkat dan melewati hal ini.

Berapa lama kita melatihnya? Anders Ericsson dalam penelitiannya pada para atlit dan ahli level dunia mengatakan: 10.000 jam. Artinya, bila kita meluangkan waktu 10 jam setiap hari, maka kita butuh 1000 hari untuk menguasai keahlian tersebut. Itu sekitar 3 tahun. Butuh 6 tahun bila kita meluangkan 5 jam setiap hari. Butuh 9 tahun bila meluangkan 3 jam setiap hari. Butuh 30 tahun bila meluangkan 1 jam setiap hari.

Perhatikan, 10.000 jam ini bukan sekadar pengulangan. Namun pengulangan yang disadari dan diiringi perbaikan dari waktu ke waktu. Inilah sebabnya Ericson mengistilahkan latihan untuk menjadi ahli ini dengan Deliberate Practice – latihan yang bertujuan.

Menurut Anders Ericson ada 5 Prinsip Deliberate Practice:1

Prinsip #1 – Tantangan

Deliberate Practice membutuhkan tantangan yang mendorong kita melampaui level kemampuan kita saat ini. Dalam berlatih, jangan hanya mengulang-ulang apa yang nyaman bagi kita (baca: sudah kita kuasai). Kita perlu melatih hal-hal yang tidak nyaman (baca: belum kita kuasai).

“This is a fundamental truth about any sort of practice: If you never push yourself beyond your comfort zone, you will never improve.”

― Anders Ericsson

Prinsip #2 – Tujuan

Deliberate Practice membutuhkan penetapan tujuan yang didefinisikan dengan baik, spesifik dan terukur. Kita perlu menetapkan target latihan yang realistis – ukuran-ukuran keberhasilan dari proses latihan kita. Tanpa target yang terukur, bisa jadi ribuan jam kita lewati tanpa peningkatan berarti.

“Deliberate practice involves well-defined, specific goals and often involves improving some aspect of the target performance; it is not aimed at some vague overall improvement.”

― Anders Ericsson

Prinsip #3 – Fokus

Deliberate Practice membutuhkan level fokus yang signifikan. Latihan dengan penuh kesadaran dalam rangka meningkatkan keahlian.

“Deliberate practice is deliberate, that is, it requires a person’s full attention and conscious actions. It isn’t enough to simply follow a teacher’s or coach’s directions. The student must concentrate on the specific goal for his or her practice activity so that adjustments can be made to control practice.”

― Anders Ericsson

Prinsip #4 – Umpan Balik

Deliberate Practice membutuhkan umpan balik yang berkualitas. Sehingga kita dapat memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Inilah pentingnya memiliki pelatih (baca: mentor atau coach) yang mendampingi. Pelatih yang memberikan umpan balik untuk perbaikan. Karena tanpa pelatih, kita akan gelap. Tidak dapat melihat sisi mana yang perlu ditingkatkan.

“…no matter what you’re trying to do, you need feedback to identify exactly where and how you are falling short” 

― Anders Ericsson

Prinsip #5 – Model Mental

Deliberate Practice dilakukan bukan sekadar untuk melatih gerakan namun juga untuk membangun model mental yang diperlukan. Sebuah konstruksi pikiran yang akan membantu kita mengenali sampai dimana performa kita. Ingat bahasan kita sebelumnya, dalam penguasaan keahlian tidak cukup hanya mengulang-ulang. Kita perlu mengulang-ulang dengan penuh kesadaran sambil membentuk konstruksi makna yang baru di dalam pikiran kita.

“…you don’t build mental representations by thinking about something; you build them by trying to do something, failing, revising, and trying again, over and over…”

― Anders Ericsson

Agar dapat menerapkan kelima prinsip di atas, gunakan pertanyaan berikut untuk memandu teman-teman.

  1. Keahlian apa yang ingin Anda kuasai?
  2. Darimana Anda tahu bahwa Anda sudah menguasai keahlian ini?
  3. Mengapa Anda ingin menguasai keahlian ini?
  4. Siapa orang yang sudah berhasil menguasai keahlian ini?
  5. Bagaimana Anda dapat belajar darinya?
  6. Berapa jam yang akan Anda luangkan setiap hari untuk melatih keahlian ini?
  7. Kapan dan dimana Anda akan melatih keahlian ini?
  8. Bagaimana cara Anda mendapatkan umpan balik?
  9. Siapa orang yang dapat membantu Anda dalam melatih keahlian ini?
  10. Apa yang akan Anda lakukan agar ia mau membantu Anda?

Catatan Kaki:

  1. Deans for Impact (2016). Practice with Purpose: The Emerging Science of Teacher Expertise. Austin, TX: Deans for Impact.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *