fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

5 Level Penguasaan Skill

1 min read

Apa perbedaan antara seorang master kungfu dengan seorang pemula yang baru belajar kungfu? Sangat nyata. Seorang master sangat menguasai keterampilannya, sehingga ia dapat melakukan sebuah gerakan jurus tanpa memikirkannya. Berbeda dengan seorang pemula, mereka masih harus bekerja keras mengingat-ingat gerakan jurus yang dihafalnya. Ya, setiap orang menguasai sebuah keterampilan di level yang berbeda-beda.

5-level-penguasaan-keahlian

Hubert Dreyfus dari Universitas California pada tahun 1980 mengajukan sebuah konsep tentang penguasaan keterampilan. Konsep ini sangat berpengaruh hingga hari ini. Menurut Dreyfus, ada lima level penguasaan seseorang terhadap sebuah keahlian:

  • Pertama, level Novice (pemula). Di level ini, seorang praktisi akan mengikuti teknik-teknik yang mereka kuasai secara kaku. Mereka masih harus berpikir untuk mengeksekusi keterampilannya dengan baik.
  • Kedua, level Competent (mampu). Di level ini, seorang praktisi mulai memahami konteks, kapan sebuah teknik efektif dilakukan dan kapan sebuah teknik tidak efektif dilakukan. Mereka secara sadar mampu menganalisis teknik yang mereka gunakan.
  • Ketiga, level Proficient (cakap). Di level ini, seorang praktisi mulai memahami prinsip-prinsip (kaidah) di balik teknik yang mereka gunakan. Sehingga mereka lebih fleksibel dalam menggunakan teknik-teknik yang mereka kuasai.
  • Keempat, level Expert (ahli). Di level ini, intuisi seorang praktisi mulai terbentuk. Mereka mulai memahami pola-pola yang terkait dengan keterampilan mereka.
  • Kelima, level Master. Inilah level tertinggi. Level ketika intuisi seorang praktisi sudah sangat tajam. Sehingga mereka mampu mengeksekusi skill-nya tanpa harus berpikir. Mereka sudah masuk dalam tahap unconscious competence.

Lima level di atas ada dalam penguasaan keterampilan apapun: memasak, berenang, mengendarai motor, beladiri, atau bahkan skill NLP dan hypnotherapy. Seseorang yang menguasai keterampilan memasak di level novice tentu berbeda dengan mereka yang di level proficient. Di level novice, mereka mungkin harus memasak persis seperti panduan resep. Sehingga saat satu bahan tidak tersedia mereka bingung bagaimana memasaknya. Berbeda dengan mereka yang di level proficient, mereka paham bahan pengganti untuk menggantikan bahan yang tidak tersedia. Apalagi di level master, mereka bisa memasak tanpa resep. Bahkan beberapa orang, tahu bumbu apa yang digunakan dan berapa takarannya hanya dengan mencium aroma masakannya.

Untuk mencapai level tertinggi sebuah keahlian tentu saja membutuhkan motivasi dan usaha. Kita perlu melakukan deliberate practice, latihan yang terencana dan teratur untuk mencapai keahlian di bidang apapun. Pertanyaannya, dari sekian banyak keterampilan yang pernah Anda pelajari, di level manakah keterampilan Anda saat ini? Lalu, bagaimana rencana Anda untuk meningkatkan level keahlian Anda ini?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.