fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Tiga Langkah Mudah untuk Mengubah Kebiasaan Apapun

3 min read

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit. – Aristotle

Mengubah kebiasaan itu sulit. Maka, jangan persulit diri Anda dengan membuat rencana perubahan yang semakin menyulitkan Anda. Mari kita sederhanakan agar perubahan menjadi lebih mudah. Dalam tulisan ini saya akan bagikan tiga langkah mudah untuk mengubah kebiasaan apapun.

Apa kebiasaan yang ingin Anda ubah?

  • Berhenti merokok?
  • Bangun lebih pagi?
  • Berolahraga secara teratur?

Apapun kebiasaan yang ingin Anda ubah. Semuanya bisa Anda ubah. Tidak mudah memang, namun tetap mungkin.

Berikut ini adalah Rencana Tiga Langkah untuk mengubah kebiasaan apapun

Pertama, identifikasi pemicunya.

Apa saja situasi yang memicu kebiasaan ini? Misal kebiasaan merokok, pemicunya bisa jadi bermacam-macam: (1) bangun tidur, (2) setelah makan, (3) ketemu teman sesama perokok, (4) sedang di WC. Setiap kebiasaan biasanya memiliki pemicu lebih dari satu. Tuliskan semuanya.

Kedua, tetapkan kebiasaan pengganti untuk masing-masing pemicu.

Misalnya, jika ada keinginan merokok saat bangun tidur, saya akan gantikan dengan keluar rumah dan menarik nafas panjang. Saat ada keinginan merokok setelah makan, saya akan berjalan kaki selama 10 menit dst.

Ketiga, fokus melakukan kebiasaan pengganti setiap kali pemicu tersebut muncul selama 30 hari ke depan.

Mengubah kebiasaan itu perlu waktu. Para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait hal ini. Ada yang bilang 21 hari, ada yang bilang 30 hari, ada yang bilang 90 hari. Bermacam-macam. Jika kita mengikuti penelitian terbaru, kita perlu 66 hari untuk mengubah kebiasaan baru. Namun berdasarkan pengalaman pribadi, untuk permulaan, 30 hari adalah waktu yang cukup pertengahan. Tidak terlalu pendek, tidak pula terlalu lama, untuk mengukir sebuah kebiasaan baru.

Bagaimana jika kita ingin memulai kebiasaan baru? Sama saja polanya. Hanya disesuaikan urutannya menjadi seperti ini:

Pertama, identifikasi kebiasaan barunya.

Misal, minum segelas air putih tiap pagi, jogging seminggu sekali, membaca buku pengembangan diri.

Kedua, tetapkan pemicunya.

Kapan Anda ingin melakukan kebiasaan baru ini? Tetapkan pemicunya, bisa dalam bentuk aktivitas atau waktu. Misalnya:

  • Setelah bangun tidur, saya akan minum segelas air putih.
  • Setiap hari kamis pk.05.00-05.30, saya akan keluar rumah dan melakukan jogging.
  • Sebelum tidur, saya akan membaca dua halaman buku pengembangan diri.
Ketiga, fokus lakukan kebiasaan baru tersebut selama tiga puluh hari ke depan.

tiga-langkah-mudah-mengubah-kebiasaan-apapun

Sederhana bukan? Nah, untuk memperbesar peluang keberhasilan Anda. Berikut ini 7 Tips untuk memastikan Anda berhasil mengubah kebiasaan Anda. Mari kita simak satu per satu.

Pertama, fokus ubah satu kebiasaan, satu waktu.

Mengubah kebiasaan itu tidak mudah, meskipun hanya satu. Jadi, fokuslah mengubah satu kebiasaan terlebih dulu. Ini akan memperbesar peluang keberhasilan Anda. Berusaha mengubah banyak kebiasaan dalam satu waktu akan membuat Anda kelelahan. Akibatnya, peluang Anda gagal lebih besar. Akhirnya Anda mencela diri sendiri, kehilangan kepercayaan diri. Fokuskan usaha dan pikiran Anda untuk mengubah satu kebiasaan saja terlebih dulu. Tapi, saya punya banyak kebiasaan yang ingin saya ubah? Yup, saya paham. Perhatikan, jika Anda fokus mengubah satu kebiasaan dalam satu bulan. Maka dalam setahun Anda telah berhasil mengubah 12 kebiasaan (atau memulai 12 kebiasaan baru). Tidak buruk bukan? Coba pikirkan, setahun terakhir ini, berapa banyak kebiasaan baru yang berhasil Anda bentuk? Berapa banyak kebiasaan buruk yang Anda hilangkan? Jika kurang dari 12 bukankan cukup berharga untuk mencoba pendekatan baru ini? Satu kebiasaan, satu waktu.

Kedua, mulai dengan yang kecil.

Semakin kecil perubahan yang Anda lakukan, semakin besar peluang keberhasilannya. Jangan langsung ingin berubah secara drastis. Mengubah kebiasaan itu perlu latihan. Seperti otot, Anda tidak bisa langsung berlatih dengan beban 20 kg. Hal ini membahayakan otot Anda. Mulailah dengan beban yang ringan, 1 atau 2 kg misalnya. Setahap demi setahap, tingkatkan beban Anda. Sehingga otot Anda meningkat kekuatannya, setahap demi setahap. Demikian pula dalam mengubah kebiasaan. Tak pernah berolahraga? Mulailah targetkan berolahraga 5-10 menit saja setiap hari. Ingin bangun lebih pagi? Mulailah dengan bangun 10 menit lebih pagi setiap hari? Ingin menulis secara rutin? Mulailah dengan 15 menit setiap hari. Semakin kecil targetnya, semakin ringan pikiran Anda, semakin mudah Anda memulainya. Berbeda jika target Anda terlalu berat, baru dipikirkan saja Anda sudah merasa berat. Akhirnya Anda menunda untuk melakukannya. Menunda, menunda, dan menunda sampai akhirnya tak satupun kebiasaan yang terbentuk.

Ketiga, tetapkan tanggal mulai.

Anda tidak harus memulainya hari ini. Untuk me-launch kebiasaan baru Anda, bisa saja Anda menetapkan tanggal launchingnya. Bila perlu umumkan tanggal launching ini secara antusias ke teman-teman Anda.

Keempat, miliki support system.

Ada kalanya Anda kehilangan motivasi. Entah karena 1-2 kegagalan yang terjadi. Atau karena munculnya hambatan ataupun hal lainnya. Di sinilah Anda perlu menciptakan sebuah sistem pendukung. Siapa orang yang akan Anda hubungi saat Anda mengalami demotivasi? Poster apa yang perlu Anda pajang di dinding atau laptop Anda untuk membuat Anda tetap termotivasi? Grup/forum apa yang perlu Anda ikuti untuk mempertahankan motivasi Anda?

Kelima, tuliskan.

Memikirkan kebiasaan baru yang akan Anda mulai saja tidak cukup. Demikian juga memikirkan kebiasaan lama apa yang ingin Anda ubah, itu tidak cukup. Tuliskan. Penelitian menyebutkan, menuliskan kebiasaan baru akan membuat Anda lebih menepatinya. Apa saja perlu Anda tuliskan?

  • Judul. Tuliskan kebiasaan yang ingin Anda ubah/mulai.
  • Tanggal mulai.
  • Niat Anda, tulis dengan format berikut: “jika sekarang X maka saya Y.” Contoh: “Jika sekarang hari kamis pk.05.00 maka saya akan keluar rumah dan berolahraga selama 10 menit.” Contoh lain: “Jika sekarang saya baru selesai makan dan ingin merokok, maka saya akan berjalan kaki selama 10 menit.”
  • Sistem pendukung Anda. Siapa yang akan menjadi parter atau pelatih Anda? Bagaimana Anda akan mengatur lingkungan Anda?
  • Hambatan-hambatan yang mungkin muncul dan rencana menghadapinya. Apa yang akan Anda lakukan saat hambatan tersebut muncul agar Anda tetap bisa berada di rencana awal Anda?
Keenam, publikasikan.

Mempublikasikan proses memulai kebiasaan baru atau menghilangkan kebiasaan lama Anda adalah cara termudah untuk membuat Anda akuntabel. Ini akan menjaga komitmen Anda. Mendorong Anda setiap pada jalur yang sudah Anda tetapkan. Publikasikan komitemen Anda. Juga kemajuan Anda. Selain menjaga Anda termotivasi, hal ini juga mungkin akan menginspirasi orang lain di sekitar Anda.

Ketujuh, tantangan 30 hari.

Apa kebiasaan yang Anda ubah? Saya ingin Anda mulai tuliskan rencana Anda. Publikasikan komitmen Anda (di medsos misalnya. Gunakan hastag #tantangan30hari). Lakukan kebiasaan baru Anda selama 30 hari. Selama 30 hari itu juga, publikasikan kemajuan Anda di media yang sama (gunakan hastag #tantangan30hari). Anda berani?

Tujuh hal sederhana di atas akan membantu Anda dalam mengubah kebiasaan Anda. Jangan percaya sebelum Anda mencobanya. Pertanyaannya, beranikah Anda mencobanya?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.