fbpx

Self Coaching untuk Menjaga Kesehatan Mental

2 min read

mengetahui potensi membantu menjaga kesehatan mental

Kesehatan mental, saat ini menjadi topik yang paling banyak dibicarakan. Baik yang disebabkan oleh aktivitas keseharian kita, ataupun kondisi tak menentu seperti yang kita hadapi saat ini.

Setiap saat, kita memang mudah sekali merasa panik, bingung, tidak yakin dengan pilihan yang kita buat, stres atau malah depresi.

Sebagian solusinya memang membutuhkan bantuan ahli, sebagian lagi, bisa jadi, hanya butuh road map baru agar kita lebih mantap dan sadar saat membuat pilihan aktivitas atau sikap kita.

Self-coaching dan kesehatan mental

Seperti teman-teman tahu, self coaching merupakan salah satu cara untuk memaksimalakn potensi yang kita miliki.

Seperti juga dengan sesi coaching, self-coaching juga dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka, hingga akhirnya kita menyadari apa kelebihan yang kita miliki, hambatan yang selama ini membuat kita sulit bergerak maju, dan opsi apa yang dapat kita ambil agar akhirnya goals tersebut tercapai.

Dengan mengetahui cara untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi hambatan, cara pandang terhadap situasi pun akan berubah. Kita pun lebih percaya diri, dan tentu saja, jadi lebih happy.

Berikut ini, 5 hal yang bisa teman-teman gunakan untuk menjaga kesehatan mental.

#1. Mengenali kelemahan

Untuk menciptakan versi terbaik dari diri kita, kenali apa yang selama ini menghambat teman-teman untuk bergerak “melakukan apa yang seharusnya teman-teman lakukan”.

Buat daftar pikiran-pikiran yang sering menghambat teman-teman untuk bergerak. Contoh,

“Aku gaptek”

“Aku nggak akan pernah bisa sukses”

“Aku nggak pernah bisa menyelesaikan pekerjaan apapun”

Masukkan juga semua pikiran, yang diawali dengan,

  • Iya, sih, tapi kan …” : yang biasanya menjadi awal dari kita untuk lari dari tanggung jawab
  • Bagaimana kalau ….”: yang biasanya menjadi alasan bahwa teman-teman hanya mau melakukan hal-hal yang pasti hasilnya saja
  • Aku nggak bisa“: yang bisanya menjadi alasan teman-teman menghindari kegagalan

#2. Sadar bahwa keyakinan berbeda dari kebenaran

Di tahun 40-an, para ahli percaya jika kita hanya mampu berlari sejauh 1,6 km selama 4 menit. Tapi di tahun 1959, Roger Banister memecahkan keyakinan tersebut, dan dapat berlari 1,6 km selama 3 menit, 59 detik. Rekor baru yang tercatat, jarak 1,6 km tersebut bisa ditempuh dalam kurun waktu 3 menit 43 detik.

Ini artinya, apa yang kita yakini tidak selama ini belum tentu benar.

Jadi sadari, apakah hambatan yang selama ini teman-teman yakini (“aku gaptek”, “aku nggak bisa”) apakah memang sebuah kelemahan, atau hanya berupa cara untuk menghindar dari ketidaknyamanan?

#3. Berhentilah mendengarkan suara-suara negatif

Self-coaching membantu kita menyadari jika memiliki pikiran sehat, adalah sebuah pilihan. Begitu teman-teman menyadari bahwa apa yang tidak bisa teman-teman lakukan hanyalah ilusi, maka teman-teman akan lebih mudah menyingkirkan pikiran tersebut.

Kita memang tidak bisa menghentikan pikiran buruk atau ketakutan mampir ke otak kita, tapi kita bisa memilih apakah akan menerima pikrian itu, atau membuangnya.

#4. Kuatkan dengan pemikiran baru

Jika sudah mampu mengubah keyakinan teman-teman, maka cobalah untuk melakukan latihan ini

  1. Ulangi keyakinan baru baru sesering mungkin. Misalkan, “Aku bukan tidak bisa masak, hanya saja jam terbangku di dapur belum lama.”
  2. Temukan bukti yang mendukung keyakinan baru. “Dulu aku juga tidak bisa masak sayur bayam, sekarang aku tahu bumbu dan sekaligus cara memasaknya.
  3. Ciptakan bukti yang berkaitan dengan keyakinan baru.
  4. Bayangkan diri kita dengan keyakinan baru tersebut. Misalkan saat teman-teman makan sayur bayam hasil praktek masak bersama sayur keluarga.
  5. Aktualisasikan keyakinan tersebut dalam bentuk tindakan. Misalkan dengan mulai mencoba resep baru seminggu sekali.

Praktek mengubah keyakinan lama mungkin akan butuh waktu.

Namun seiring dengan kemauan dan semakin banyaknya bukti-bukti baru yang teman-teman ciptakan, satu persatu keyakinan negatif yang mempengaruhi kesehatan mental, akan mudah disingkirkan.

Jika, teman-teman masih membutuhkan cara mengubah keyakinan yang mampu mengubah hidup secara menyuluruh, bergabunglah dengan kelas “27 Hari Mengubah Hidup” dari ruangtraining.com. Insya Allah, kelas ini akan mulai pada tanggal 25 November nanti.

Selamat mencoba tips diatas, sampai jumpa pada bahasan self-coaching berikutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *