fbpx

6 Tips Produktif untuk Solopreneur

1 min read

membuat to do list untuk enterpreneur

Menjadi seorang solopreneur kadang tidak hanya sekedar pilihan, namun kondisi yang memang tidak kita bisa hindari.

Sayangnya, dengan banyaknya ide, dan project dari klien yang harus dilakukan, baik teknikal ataupun administratif, kita pun merasa sangat kelelahan dan frustasi. Lalu bagaimana caranya agar tetap produktif meski menjalanka usaha sendirian?

Cara untuk tetap produktif dan mencapai tujuan sebagai seorang solopreneur

Saat menyelesaikan to-do list pada bisnis kita, jangan sampai apa yang kita lakukan, hanyalah sekedar membuat centang pada to-do list. Sebaiknya, apa yang kita lakukan saat ini, juga dapat menjadi landasan kuat bagi bisnis di masa depan.

Dan berikut tips untuk melakukannya.

#1. Sederhanakan fokus

Hal pertama yang perlu kita lakukan, adalah mengubah mindset terlebih dahulu. Agar tidak merasa terlalu terbebani, dan membuat kita menunda melangkah, maka sederhanakanlah fokus bisnis teman-teman.

Seperti halnya dalam menentukan tujuan, kita perlu hanya fokus pada goals yang paling penting untuk hidup kita; aturan yang sama juga berlaku ketika teman-teman masih menjalankan bisnis seorang diri.

Fokuslah pada 1-2 produk/ jasa yang paling teman-teman unggulkan. Dengan cara ini, daftar to-do list teman-teman pun akan semakin sedikit.

#2. Terima kondisi saat ini

Mindset kedua yang perlu diubah adalah “terimalah kondisi saat ini.” Sebagai seorang solopreneur kita pasti menginginkan bisnis kita berjalan seideal seperti dalam gambaran kita.

Sayangnya, dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, gap antara kondisi saat ini dan kondisi ideal yang teman-teman inginkan, biasanya sangat besar. Perbedaan ini yang kadang membuat kita frustasi dan akhirnya mengedurkan semangat atau malah menunda aksi (procrastinating).

Kemungkinan menjadi lebih bersemangat juga ada, namun pilihan ini biasanya menyebabkan kita kelelahan, sehingga mengurangi porsi peran kita lainnya.

Jadi jika memang ingin memiliki hidup yang lebih seimbang (atau setidaknya mendekati seimbang ) kita perlu mulai menerima kondisi kita saat ini. Penerimaan ini juga akan memudahkan kita menyederhanakan fokus.

#3. Buat rencana dengan rentang waktu pendek

Membuat rencana setahun ke depan memang lebih memberi kepercayaan diri, karena kita sudah punya gambaran hendak melangkah kemana setahun ke depan.

Namun, berjejernya pekerjaan, lagi-lagi, juga berpotensi membuat kita menunda melakukannya.

Jadi, cobalah buat rencana yang lebih actionable untuk produk unggulan atau produk yang sedang teman-teman kembangkan teman-teman.

Salah satu saran dari Megan Minns, seorang productivity enthusiast dan entrepreneur, membuat rencana dalam kurun waktu 90 hari, akan lebih membantu para Solopreneur, dibandingkan membuat rencana dalam rentang 12 bulan.

#4. Fokus pada satu project saja

Menjadi seorang Solopreneur, memang memungkinkan untuk mengembangkan kreativitas sebesar-besarnya.

Namun perlu diingat, meski ide mengembangkan usaha melimpah, bukankah kita juga perlu mengerjakan project dari klien, menjawab email, mengerjakan tugas-tugas administratif dan lain sebagainya?

Karena itu, pilih satu project saja selama rentang waktu 3 bulan tersebut. Misalkan, membuat rencana untuk media sosial, membuat freebies, atau menulis halaman blog.

#5. Buat daftar pekerjaan selama dua pekanan

Jika telah menetapkan fokus, maka mulailah breakdown pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan selama 3 bulan ke depan, dan pilih mana yang harus diselesaikan selama dua pekan ke depan.

#6. Buat rencana mingguan

Setelah semua pekerjaan didaftarkan, waktunya membuat rencana mingguan.

Gabungkan semua rencana diatas, plus project klien yang saat ini sedang teman-teman kerjakan. Masukkan juga pekerjaan administratif, waktu untuk aktif di komunitas dan lain sebagainya.

Gambarkan juga berapa lama waktu yang teman-teman butuhkan untuk setiap pekerjaan.

Dengan cara ini, teman-teman juga akan mendapat gambaran waktu yang jelas bila memang harus bekerja diakhir pekan. Tidak hanya karena “harus menyelesaikan pekerjaan A”.

Selamat mencoba, semoga teman-teman tips diatas dapat membantu teman-teman untuk menjalankan dan megembangkan bisnis, meski saat ini masih harus berjuang sendirian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *