fbpx

Self-coaching, Cara untuk Memecahkan Masalah dan Mencapai Tujuan Hidup

2 min read

self-coaching ketrampilan untuk memecahkan masalah

Apa yang terbayang di benak teman-teman saat mendengar istilah self-coaching? Apakah menurut teman-teman ini adalah kelas untuk menjadi seorang Coach atau motivator? Sayangnya, bukan.

Self-coaching merupakan cara untuk melatih diri kita sendiri dengan melakukan aktivitas yang akan membantu kita memecahkan masalah, lebih berani mengambil keputusan, dan punya strategi tepat untuk meraih tujuan hidup.

Dengan self-coaching, diharapkan kita akan mendapat kebijaksanaan dari dalam diri kita sendiri. Dan kemudian menggunakan pengalaman tersebut untuk memecahkan masalah dan memutuskan apa yang terbaik untuk diri kita.

Sebetulnya, setiap kita memiliki kemampuan untuk belajar dari hikmah yang kita peroleh; baik dari membaca buku atau dari pengalaman yang kita alami. Dan dengan hasil belajar itulah, kita menjadi “guru” untuk diri kita sendiri.

Self-coaching didasari oleh pemikiran bahwa,

Diri kitalah yang paling tahu tentang diri kita yang sebenarnya, kelebihan dan kekurangan kita. Jadi, diri kita sendirilah yang menjadi arsitek ahli bagi hidup kita. Termasuk, tentu saja, menentukan solusi yang terbaik untuk masalah kita.

Karena itulah, saat ini semakin banyak orang-orang sukses, pemimpin, leader-leader perusahaan yang berusaha mengasah kemampuan self-coachingnya. Mereka paham benar jika self-coaching tidak hanya akan membantu mereka memecahkan masalah, tapi juga mencapai goals hidup mereka.

4 Langkah self-coaching untuk memecahkan masalah dan meraih tujuan hidup

Ada 4 langkah penting untuk melakukan self-coaching, yaitu:

#1. Identifikasi kekuatan dan kelemahan

Agar lebih terampil memecahkan masalah, kita perlu tahu apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan kita.
Sebagai panduan, cobalah menjawab 4 pertanyaan di bawah ini.

  • Apa 3 kekuatan yang teman-teman miliki menurut kawan dekat dan keluarga?
  • Apa 3 kelemahan yang teman-teman miliki menurut kawan dekat dan keluarga?
  • Apa yang menjadi ketakutan terbesar teman-teman?
  • Bagaimana hubungan teman-teman dengan orang-orang di sekitar teman-teman?

#2. Tetapkan tujuan (goals)

Gunakan keempat jawaban diatas untuk menentukan tujuan.

Kita tentu ingin terus mempertahankan apa yang menjadi kekuatan kita, sekaligus memperbaiki apa yang menjadi kekurangan kita.

Oya, ini tidak tentang menjadi sempurna, karena itu tentu akan menyalahi kodrat kita sebagai manusa. Namun tujuan perbaikan ini adalah menyelaraskan antara kekuatan dan kelemahan kita.

Sebagai panduan membuat tujuan, cobalah menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Dalam hidup ini apa yang teman-teman paling sukai?
  • Hal apa yang teman-teman paling ingin lakukan?
  • Apa yang paling teman-teman tidak sukai?

Jawaban dari pertanyaan di atas dapat teman-teman gunakan untuk mengidentifikasi bakat, tujuan, sekaligus memahami strategi apa yang terbaik untuk memecahkan masalah.

Jangan lupa, goals ini harus dibuat dengan spesifik. Misalkan ingin bangun lebih pagi setiap hari, maka perlu ditulis bangun pagi jam 4 WIB.

#3. Catat perkembangan

Langkah berikutnya adalah membuat jurnal atau catatan atas action yang dilakukan, apa hasil yang diperoleh, atau jika gagal, apakah penyebabnya.

#4. Lakukan evaluasi

Setiap akhir bulan, lakukan evaluasi, apa yang sudah berjalan dengan baik dan mana yang tidak. Pendekatan atau koreksi apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki rencana-rencana yang gagal.

Buatlah komitmen untuk lakukan satu perubahan kecil setiap minggu.

Misalkan jika ingin turun berat badan, maka mulai minggu ini niatkan untuk mengurangi minuman bergula tambahan satu cangkir saja.

Butuh waktu 1-6 bulan untuk membuat satu kebiasaan baru menetap pada diri kita. Jadi, hematlah energi dan semangat dengan membuat perubahan secara bertahap.

Dua hal yang menjadi kunci sukses menguasai ketrampilan ini adalah memiliki mindset yang positif dan komitmen yang kuat untuk terus berubah ke arah yang lebih baik.

Jangan ijinkan orang lain melemahkan semangat, dan jangan takut untuk mencari dukungan orang yang tepat bila perubahan sulit dilakukan.

Self-coaching Vs Coaching

Meskipun self-coaching cukup bermanfaat dan bisa kita lakukan sendiri, tidak berarti kita tidak perlu coaching dalam hidup kita.

Seperti yang saya sebutkan di atas, bila perubahan sulit dilakukan, atau strategi kita tak pernah berhasil; saat itulah kita butuh seorang Coach untuk memandu dan melalui tahap-tahap perubahan hidup kita.

Coba ingat kembali, berapa kali teman-teman gagal saat membangun kebiasaan baru? Sudah berapa kali strategi yang dipilih gagal, karena kurangnya pengetahuan kita?

Nah, disinilah peran para Coach. Mereka akan membantu kita memilih dan memiliki perubahan yang lebih terarah. Bila terjadi kesalahan, koreksi pun akan lebih mudah kita lakukan.

Dan jika teman-teman saat ini memiliki keinginan untuk melakukan perubahan yang lebih terarah, kelas self-coaching dari ruangtraining ini, akan membantu teman-teman untuk mendapatkan arah yang tepat.

Dalam kelas self-coaching ini, teman-teman akan mempelajari

  • Bagaimana membangun solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi
  • Menetapkan tujuan yang lebih terstruktur
  • Menggali kekuatan dan kelemahan untuk mencapai tujuan hidup
  • Mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan

Kunjungi halaman kelas self-coaching, untuk mendapat penawaran yang terbaik di akhir minggu ini.