fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Resep Kesuksesan

1 min read

pancake

Minggu lalu, saya dan istri kepikiran untuk membuat pancake. Kami pun mulai tanya ke Om Googgle dan mendapatkan puluhan resep pancake. Lalu, percobaan segera dimulai. Kami mengikuti langkah demi langkah yang disarankan oleh resep tersebut. Hasilnya? Pancake yang kami buat “bantat” 😀

Saya dan istri penasaran, kok bisa ya jadi bantat? Apa yang berbeda antara praktek dengan teori yang tercantum di resep? Karena penasaran, kami pun melakukan percobaan kedua… jreng jreng… hasilnya pancake-nya masih “bantat” juga! Akhirnya, pada percobaan ke empat pancake buatan kami mulai menunjukkan bentuk pancake yang sebenarnya: empuk 🙂

Apa yang saya dan istri lakukan dalam membuat pancake adalah proses trial and learn (saya lebih suka menyebutnya demikian, alih-alih menyebutnya dengan trial and error). Setelah mendapatkan resep, kami langsung praktek, dan belajar dari “kegagalan” sebelumnya. Mungkin ceritanya menjadi berbeda jika kami menghubungi seorang ahli pancake. Saya bisa minta dia membimbing kami langkah demi langkah, sehingga “kegagalan” yang terjadi dapat diminimalisir.

resep kesuksesanKejadian ini mirip dengan yang saya alami di masa lalu. Dulu, saya hobi sekali mencari resep kesuksesan dari buku-buku (sampai sekarang juga masih 🙂 ). Pada waktu itu, saya menganggap bahwa dengan mendapatkan resep sukses dari buku itu sudah cukup. Hasilnya, hampir selama 7 tahun saya bergulat dengan diri sendiri. Bisnis yang saya bangun pun tak kunjung berkembang dan utang semakin menumpuk. Bahkan pada masa itu, hubungan saya dengan istri menjadi agak kurang baik karena saya cepat sekali tersinggung setiap istri saya menyinggung masalah uang.

Sampai akhirnya di tahun 2008 saya bertemu dengan seseorang yang bersedia membimbing saya. Alhamdulillah, kehidupan saya semakin membaik. Saya tidak tahu kenapa bisa seperti itu. Padahal kalau dipikir-pikir, apa yang diajarkan mentor saya ini hampir semuanya sudah saya pahami dari buku-buku yang saya baca. Mungkin, inilah yang dimaksud oleh para sufi ketika mengatakan: “Barangsiapa hanya belajar ilmu dari kitab-kitab dan tanpa guru, maka gurunya adalah setan”  Saya tidak tahu. Namun yang jelas, sejak saat itu saya mulai berburu guru, mentor, coach, apapun namanya. Walhamdulillah, saya merasakan percepatan diri yang luar biasa dalam berbagai sisi. Akhirnya saya memahami maksud dari pepatah Jepang:

”Sehari bersama guru yang hebat lebih baik daripada ribuan hari belajar sendiri.” 

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menemukan guru  (mentor/coach) yang akan membimbing Anda menemukan jalan Anda?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *