fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Rantai Gajah

1 min read

rantai gajah

Pernah melihat gajah di kebun binatang? Mereka dirantai dan rantainya disambung ke sebuah pasak. Tujuannya sederhana saja, supaya gajah itu tidak pergi kemana-mana.

Menariknya jika kita amati, pasak yang digunakan untuk manahan gajah itu biasanya berukuran kecil – tidak seimbang dengan besarnya gajah. Bahkan jika gajah itu memberontak, saya yakin pasak itu akan jebol dengan mudah. Akan tetapi, kenapa gajah itu seakan-akan pasrah dengan kondisinya?

Kisah sebenarnya dimulai ketika gajah itu masih kecil… Dulu, waktu sang gajah masih kecil ia dirantai dengan rantai dan pasak yang seimbang dengan ukurannya. Sang gajah kecil pun tentu merasa tidak nyaman, ia memberontak berusaha melepaskan rantai dan pasak yang membelenggunya. Tapi apa dikata, rantai dan pasak itu terlalu kuat baginya. Sekuat apapun gajah itu berusaha memberontak, rantai dan pasak itu tak bergeming sedikitpun. Usahanya seakan-akan sia-sia. Sampai akhirnya dia meyakini dalam hatinya: “Percuma saja aku mencoba, sekuat apapun aku mencoba aku tak akan mampu bebas dari rantai ini. Sampai kapanpun aku tak akan mampu bebas dari rantai ini” Sang gajah kecil lalu menyerah dengan kondisinya.

Hari demi hari pun berlalu, gajah kecil kini telah menjadi dewasa. Ukuran badannya pun sudah jauh lebih besar dibandingkan dulu. Badannya boleh membesar, umurnya boleh makin dewasa, namun keyakinanya terhadap rantai itu masih sekecil dulu. Meskipun sang pawang gajah tak pernah mengganti rantai dan pasak kecil yang digunakannya dulu, sang gajah masih meyakini bahwa sampai kapanpun dia tak akan mampu bebas dari rantai yang membelenggunya. Padahal dengan potensi kekuatannya saat ini, ia sebenarnya sangat mampu membebaskan dirinya. Gajah itu terbelenggu, bukan terbelenggu oleh rantainya, namun terbelenggu oleh pikirannya sendiri sehingga ia tak mampu membebaskan potensinya sendiri. Bagaimana dengan kita kawan?

Follow kicauan saya di @darmawanaji

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.