fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Penyebab Gagalnya Rencana

1 min read

“If you fail to plan, you are planning to fail!” ~Benjamin Franklin

Tidak semua rencana berhasil diimplementasikan di lapangan. Demikian juga rencana hidup, LIFE PLAN Anda. Banyak orang membuat rencana, namun tidak berhasil diterapkan di dunia nyata. Apa kira-kira penyebabnya? Yuk kita simak.

penyebab-gagalnya-rencana

Pertama, rencananya terlalu kompleks.

Rencana yang terlalu kompleks akan sulit diimplementasikan. Baru membacanya saja kita sudah merasa sulit. Solusinya, buatlah rencana yang mudah dan sederhana. Semudah dan sesederhana mungkin sehingga kemungkinan gagalnya sangat kecil. Seiring berjalannya waktu lakukan peningkatan secara bertahap. Ingat contoh rencana di artikel sebelumnya.

Kedua, rencananya kurang spesifik.

Misal, Anda berencana untuk berolahraga. Namun tidak spesifik olahraga apa, kapan dan dimananya sehingga Anda tidak dapat membayangkannya dalam benak Anda. Jika dibayangkan saja sulit, bagaimana Anda akan melakukannya di dunia nyata? Solusinya, gunakan metode Implementation Intention. Implementation Intention adalah istilah yang dibuat oleh Peter Gollwitzer. Intinya adalah pernyataan niat tertulis yang spesifik mendefinisikan kapan dan dimana sebuah tindakan/perilaku akan dilaksanakan.  Implementation Intention memiliki format yang sangat sederhana:

Jika sekarang X, maka saya akan melakukan Y.

Contoh, niat olahraga di atas jika dideskripsikan menggunakan Implementation Intention akan menjadi:

“Jika saat ini jam 16.00 di hari Selasa, Kamis, atau Sabtu, saya akan menuju gym dan berjalan di atas treadmill selama 30 menit”

Berdasarkan penelitian Shane Owens, Christine Bowman & Charles Dill dari Hofstra University pada tahun 2008, Implementation Intention terbukti meningkatkan komitmen seseorang untuk melaksanakan niatnya sampai dengan 40%.

Ketiga, tidak ada monitoring rutin.

Memiliki rencana tanpa memonitor prosesnya sama dengan mengendarai mobil dengan menutup mata. Kita tidak tahu sudah sampai mana kita. Kita tidak tahu apakah ada yang perlu kita sesuaikan dari rencana kita atau tidak. Tidak ada monitoring, tidak ada akuntabilitas. Solusinya, lakukan monitoring secara teratur. Anda bisa lakukan sendiri, atau jika ingin lebih efektif, libatkan pasangan, sahabat, atau seorang coach untuk memonitor tindakan Anda.

Keempat, tidak ada review dan update berkala.

Penyebab terakhir sebuah rencana menjadi tidak efektif adalah karena tidak adanya proses review dan update secara berkala. Ingat, kita adalah manusia yang bertumbuh. Kebutuhan, prioritas dan kemampuan kita berubah seiring waktu. Seiring berjalannya waktu, bisa saja kita menemukan cara yang lebih efekstif dan efisien untuk mewujudkan tujuan kita. Tanpa review dan update secara berkala, rencana kita menjadi usang dan tidak relevan. Solusinya: lakukan review dan update rencana secara berkala. Bisa per bulan, per tiga bulan atau per enam bulan. Jangka waktunya bebas, Anda yang menentukan.

Jadi, jika Anda punya rencana dan tidak berhasil Anda implementasikan. Coba cek diantara keempat penyebab di atas. Hal manakah yang menyebabkannya? Kenali penyebabnya, dan tuntaskan rencana Anda.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *