fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Pentingnya Kompetensi Inti dalam Karier

1 min read

close up of hand holding text over black background

Saat ini, kompetisi di dunia industri semakin keras. Hal ini terjadi bukan hanya di level organisasi, namun juga terjadi di level individu. Di level organisasi, perusahaan bersaing mendapatkan konsumen. Di level individu, para calon pegawai dan profesional bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dan klien.

Dalam situasi semacam inilah dibutuhkan pembeda yang unik. Hal yang membedakan kita dengan kompetitor kita. Dari sini lah muncul konsep tentang kompetensi inti.

Kompetensi inti adalah kemampuan yang membedakan sebuah organisasi dengan kompetitor/organisasi lainnya sehingga ia memiliki keunggulan kompetitif di pasar. Secara umum, kompetensi inti biasanya berbentuk aset yang tidak terlihat bukan aset fisik atau finansial yang nampak. Seringnya, aset tersebut berupa serangkaian keahlian unik yang dimiliki oleh organisasi. Misal, Honda dengan sistem propulsinya, Toyota dengan sistem manufaktur rampingnya, Fedex dengan logistik dan layanan pelanggannya.

Ide awal tentang kompetensi inti ini dikenalkan oleh C. K. Prahalad dan Gary Hamel pada tahun 1990 melalui sebuah artikel panjang di Harvard Business Review. Menurut Prahalad dan Hamel. kompetensi inti perlu memenuhi tiga kriteria berikut:

  1. Menyediakan akses potensial pada pasar yang beragam. Keahlian tersebut dapat digunakan untuk masuk ke berbagai segmen pasar.
  2. Memberikan kontribusi signifikan pada manfaat produk/layanan yang diterima oleh konsumen. Keahlian tersebut berdampak langsung pada manfaat yang diperoleh konsumen.
  3. Sulit ditiru oleh kompetitor.

Tentu saja, kompetensi inti tidak hanya perlu dimiliki oleh sebuah organisasi/perusahaan, kompetensi inti juga perlu dimiliki oleh individu. Saya membayangkan, tiga kriteria di atas bila diterapkan dalam bentuk pertanyaan untuk individu akan menjadi seperti ini:

  1. Apakah keahlian tersebut membuat kita memiliki akses potensial pada pasar yang beragam?
  2. Apakah keahlian tersebut berdampak signifikan pada manfaat yang diterima oleh konsumen kita?
  3. Apakah keahlian tersebut sulit ditiru oleh kompetitor?

Saya akan berikan contoh, misal keahlian NLP Coaching (coaching berbasis NLP). Katakanlah ada seseorang yang mendalami keahlian ini. Mari kita jawab pertanyaan di atas.

Apakah keahlian NLP Coaching membuat kita memiliki akses potensial pada pasar yang beragam? Jawabannya ya. Coaching diperlukan oleh berbagai bidang industri dan jasa, organisasi maupun individu juga membutuhkannya. Maka, potensi pasar dari keahlian ini cukup beragam.

Apakah keahlian tersebut berdampak signifikan pada manfaat yang diterima oleh konsumen kita? Jawabannya ya. Paduan NLP dan Coaching membantu proses perubahan seseorang menjadi lebih mudah dan selaras, maka terampil di bidang ini akan memberikan kontribusi signifikan pada manfaat yang diterima oleh klien kita.

Apakah keahlian ini sulit ditiru oleh kompetitor? Ya, tidak banyak orang yang menguasai keahlian ini. Untuk menguasainya butuh waktu. Maka, sulit bagi kompetitor untuk menirunya dengan mudah.

Tentu saja dalam konteks individu saya melihat spesialisasi dalam satu skill saja tidak cukup. Kita perlu mengawinkan 2-3 keahlian menjadi satu keahlian yang unik – yang hanya dikuasai oleh diri kita.

Dalam konteks karier, memiliki kompetensi inti akan memudahkan kita untuk menonjol dalam persaingan. Inilah yang akan membedakan kita dengan kompetitor di luaran sana.

Pertanyaan berikutnya: apa kompetensi inti yang Anda miliki?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *