fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Muslim Produktif: Menuju Ramadhan Produktif

4 min read

Salah satu mitos paling umum yang sering kita dengar selama Ramadhan adalah: puasa dapat mengurangi produktivitas seseorang. Sampai-sampai, dari beberapa sumber yang saya baca, pemerintah China melarang muslim yang bekerja sebagai PNS di sana untuk melakukan puasa. Menurut mereka, puasa dikhawatirkan akan menurunkan produktivitas mereka.

Secara logika, sepertinya pemahaman seperti ini adalah wajar. Saat berpuasa, energi kita terbatas, fokus kita juga melemah karena kita perlu membagi energi antara otak dan badan kita. Wajar, bila kita akhirnya berusaha menghemat tenaga dan pikiran saat bekerja. Asumsinya, saat kita menghemat tenaga dan pikiran, produktivitas kita berkurang.

Tidak salah berpikir seperti itu. Namun, mari kita lihat dari sudut pandang lainnya. Di bulan Ramadhan, energi dan fokus kita memang terbatas. Namun Allah menjanjikan berbagai keuntungan bagi kita yang dapat menjalankan puasa dengan baik. Rasulullah juga mendorong kita untuk mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai amalan. Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu yang kita miliki selama Ramadhan ini. Apa hikmahnya? Menurut saya, salah satu hikmahnya adalah kita dituntut untuk mengoptimalkan ibadah dengan energi, fokus dan waktu yang terbatas. Dengan analogi ini, bukankah kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seharusnya kita bisa lebih produktif di bulan Ramadhan ini?

Mari kita ingat kembali definisi produktivitas. Produktivitas akan terjadi bila kita mampu memaksimalkan output dengan input yang minimal. Di bulan ini, input kita sudah pasti minimal. Energi, fokus dan waktu kita sangat terbatas. Namun, dengan keterbatasan ini kita perlu berpikir bagaimana agar outputnya tetap maksimal.

Jadi, bagaimana agar Ramadhan kali ini kita lebih produktif? Berikut beberapa tips yang mungkin dapat kita amalkan.

Ramadhan Produktif #1: Perencanaan

Tanpa perencanaan, Ramadhan akan berlalu begitu saja. Berapa sering kita menyesali Ramadhan setelah ia lewat dari diri kita? Berapa sering kita berkata: “Ramadhan besok harus lebih baik daripada Ramadhan kemarin,” namun kita tidak benar-benar berhasil merealisasikannya? Maka, rencanakan Ramadhan kita dengan sebaik-baiknya, jangan biarkan bulan mulia ini melewati kita tanpa makna. Menurut saya, setidaknya kita perlu tiga level perencanaan.

Level pertama, perencanaan awal bulan. Ini adalah tentang gambaran besar bagaimana kita ingin menjalani Ramadhan kali ini. Setidaknya, kita perlu merencanakan Ramadhan kita dari empat sisi.

  • Produktivitas Spiritual. Amalan apa yang ingin Anda biasakan di Ramadhan kali ini?
  • Produktivitas Mental-Intelektual. Buku apa yang ingin Anda tuntaskan? Pengetahuan apa yang ingin Anda dalami dalam Ramadhan kali ini? Keahlian apa yang ingin Anda asah di bulan Ramadhan kali ini?
  • Produktivitas Emosional. Sikap apa yang ingin Anda kembangkan di Ramadhan kali ini? Relasi dengan siapa yang ingin Anda perbaiki kali ini? Kemampuan pengendalian diri/emosi terkait apa yang ingin Anda latih di Ramadhan kali ini?
  • Produktivitas Fisik. Bagaimana Anda akan mengatur pola tidur Anda? Bagaimana cara Anda memastikan terpenuhinya nutrisi dasar selama Ramadhan? Olahraga apa yang akan Anda jalankan selama Ramadhan?

Level kedua, perencanaan pekanan. Pada hari pertama Ramadhan, tetapkan tujuan yang ingin kita raih di 7 hari pertama Ramadhan.

  • Tuliskan target aktivitas maupun ibadah yang ingin kita capai dalam 7 hari ke depan.
  • Jadwalkan blok waktu khusus untuk melakukannya.
  • Pertimbangkan pula aktivitas terkait peran-peran yang kita jalani saat ini.

Level ketiga, perencanaan harian. Setiap pagi, tanyakan pada diri sendiri: apa aktivitas terpenting yang perlu saya tuntaskan hari ini? Aktivitas terpenting adalah aktivitas yang paling berdampak pada pencapaian tujuan kita secara umum. Entah tujuan spiritual, intelektual, emosional maupun fisik.

Terkait perencanaan, buatlah rencana yang menantang namun tetap realistis. Jangan membuat rencana yang tidak dapat kita jalankan. Mungkin, inilah hikmahnya mengapa kita disarankan menyiapkan Ramadhan sejak dua bulan sebelumnya (Rajab & Sya’ban).

Ramadhan Produktif #2: Ciptakan Kebiasaan

Untuk menjalani Ramadhan yang produktif, kita perlu menciptakan kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang membantu kita dalam mewujudkan rencana kita. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, untuk menciptakan kebiasaan kita perlu tiga elemen:

  • Rutinitas: kebiasaan yang ingin kita rutinkan.
  • Pemicu: kapan dan dimana kita akan melakukannya; lebih mudah bila pemicunya adalah kebiasaan lain yang sudah biasa kita lakukan.
  • Imbalan: apa yang akan kita dapatkan dengan melakukan kebiasaan tersebut. Imbalan ini bisa berupa imbalan eksternal (uang, makanan, hadiah) atau internal (perasaan tertentu).

Contoh terkait produktivitas spiritual:

  • Rutinitas – Amalan spiritual apa yang akan Anda biasakan selama Ramadhan kali ini? Contoh: tilawah 30 menit.
  • Pemicu – Kapan Anda akan melakukannya? Contoh: setiap selesai shalat subuh.
  • Imbalan – Apa imbalan yang akan Anda dapatkan? Contoh: perasaan puas dan tenang.

Contoh terkait produktivitas emosional:

  • Rutinitas – Kemampuan pengendalian diri/emosi terkait apa yang ingin Anda latih di Ramadhan kali ini? Melakukan jeda. Berhenti sejenak, tenang dan fokus pada napas kita sendiri selama 7 hitungan.
  • Pemicu – Kapan Anda ingin melakukannya? Saat merasa marah (terutama pada anak atau istri).
  • Imbalan – Apa imbalan yang akan Anda dapatkan? Merasa lebih tenang dan lebih mampu mengendalikan diri.

Ramadhan Produktif #3: Evaluasi Berkala

Tanpa evaluasi berkala, perencanaan yang kita lakukan menjadi kurang bermanfaat. Kita tidak dapat mengukur apakah rencana yang sudah kita buat terlaksana atau tidak. Agar efektif, setidaknya kita perlu melakukan dua macam evaluasi.

Pertama, evaluasi harian. Lakukan saat menjelang tidur. Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang berjalan baik hari ini?
  • Apa yang berjalan kurang baik hari ini?
  • Bagaimana agar besok lebih baik daripada hari ini?

Jika Anda suka, Anda boleh mencatat semuanya dalam jurnal/buku catatan Anda.

Kedua, evaluasi pekanan. Ajukan pertanyaan:

  • Apa yang berjalan dengan baik? Apa saja pencapaian-pencapaian yang berhasil Anda wujudkan sepekan ke belakang? Apa kejutan baik yang Anda dapatkan sepekan ini?
  • Apa yang berjalan kurang baik? Pembelajaran apa yang Anda dapatkan sepekan ke belakang?
  • Agar lebih baik, apa yang perlu Anda lakukan secara berbeda di pekan depan?

Melakukan perencanaan dan evaluasi secara teratur akan memastikan kita tetap berada pada jalur yang benar. Ini akan memberikan sense of direction selama kita menjalani Ramadhan. Proses ini juga akan menciptakan motivasi intrinsik yang baik. Kemenangan-kemenangan kecil yang tercapai akan memicu kita untuk mewujudkan kemenangan-kemenangan berikutnya.

Ramadhan Produktif #4: Mengelola Energi, Fokus dan Waktu

Energi, fokus dan waktu kita terbatas, tanpa kita perlu mengelolanya dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Sederhananya, kita perlu mengatur kapan kita melakukan apa. Jadwalkan aktivitas kita menyesuaikan level fokus dan energi kita. Saya tidak akan bahas detail terkait ini karena bisa sangat panjang bahasannya. Saya hanya akan berikan beberapa tips yang mudah-mudahan berguna (Disclaimer: tips terkait kesehatan yang saya tulis di sini adalah hasil pengalaman praktis yang cocok bagi saya namun belum tentu cocok untuk semua orang. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mempraktikkannya).

  • Biasanya saat bangun sahur atau setelah shalat subuh kantuk menyerang kita. Kita dapat mengatasinya dengan berjalan cepat selama 10 menit. Jalan cepat 10 menit akan memompa oksigen ke otak sehingga kantuk pun menghilang.
  • Alternatif lain adalah dengan melakukan teknik napas api. Caranya adalah dengan menarik napas melalui hidung lalu menghembuskannya dengan kuat (seperti saat kita meniup balon) melalui mulut. Lakukan 30x. Detailnya mudah-mudahan nanti bisa saya share di tulisan lainnya.
  • Lakukan olahraga ringan atau peregangan di pagi hari. Ini akan memberikan efek segar pada tubuh dan pikiran kita.
  • Bila Anda berencana olahraga berat (jogging atau latihan beban) lakukanlah di sore hari menjelang berbuka puasa.
  • Membaca buku di pagi hari itu bagus. Namun, efek sampingnya kita bisa ngantuk jika belum terbiasa. Untuk mengatasinya, bacalah buku sambil membuat catatan. Saat membuat catatan, otak kita akan bekerja dan kita akan terhindar dari kantuk.
  • Gunakan waktu pagi untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan kemampuan kognitif tinggi (berpikir). Misalnya: membuat perencanaan, menulis, mengerjakan laporan/proposal.
  • Lakukan jeda secara berkala. Bekerja dengan fokus itu melelahkan. Beri waktu otak kita untuk beristirahat.
  • Pikiran yang melayang dan mengembara bisa bermanfaat juga. Gunakan untuk mengumpulkan ide dan memecahkan masalah dengan cara yang kreatif.
  • Luangkan waktu untuk tidur siang sejenak. 10-25 menit sudah sangat mencukupi. Ini akan mengembalikan energi dan fokus kita.

Apa ide Anda agar Ramadhan kali ini lebih produktif dan bermakna? Tulis di kolom komentar ya. Bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada orang-orang terdekat Anda.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *