fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Merancang Rutinitas Pagi Produktif

2 min read

Bagaimana kita mengawali pagi menentukan bagaimana kita menjalani hari. Awal hari ibarat satu keping domino produktivitas yang bila kita robohkan maka ia akan memicu keping domino lainnya. Bila kita mengawali pagi kita dengan kuat, maka kita pun akan menjalani hari dengan kuat. Bila pagi kita disibukkan pikiran yang cerah, hari kita pun akan cerah. Bila kita mengawali hari kita dengan aktivitas yang produktif maka kita pun cenderung akan menjalani serangkaian hari kita dengan produktif pula. Sebaliknya, bila kita mengawali pagi dengan lemah, maka hari ini akan jadi hari yang lemah. Bila pagi kita diawali dengan pikiran berkabut, maka hari kita pun akan dipenuhi dengan kabut. Bila hari kita disibukkan dengan aktivitas yang tidak produktif, maka kita pun cenderung menjalani hari kita dengan tidak produktif.

Jadi, penting bagi kita merancang rutinitas pagi kita dengan sadar. Sebelum disibukkan dengan rutinitas lainnya (menyiapkan sarapan untuk keluarga, cuci piring, urusan sekolah anak-anak, pekerjaan kantor, dsb) sibukkanlah diri kita dengan rutinitas pagi yang mengisi energi kita secara optimal. Entah itu energi spiritual, emosional, intelektual maupun fisikal. Sehingga kita mengawali hari dengan kapasitas energi yang tinggi.

Rutinitas apa yang sebaiknya kita lakukan? Aktivitas apa saja yang sebaiknya kita luangkan di pagi hari kita? Setiap orang tentu saja memiliki kebutuhan yang berbeda. Sebagai seorang muslim, saya memilih untuk awali pagi dengan mengisi energi spiritual terlebih dulu. Alasan saya karena saya pernah membaca sebuah perkataan dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh Thabrani: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah padanya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya: kebingungan yang tiada putusnya, kesibukan yg tidak ada ujungnya, kebutuhan yang tidak terpenuhi dan keinginan yg tidak tercapai.” Coba perhatikan “ancaman” bagi orang yang di pagi hari tidak memenuhi hak Allah, ngeri kan? Bukankah ini bisa kita jadikan sebagai sebuah patokan? Jika kita merasa hidup kita dipenuhi dengan kebingungan terus menerus, sibuk tanpa ujung, kebutuhan ini dan itu tidak terpenuhi dan berbagai keinginan serta impian kita tidak tercapai – jangan-jangan ini karena kita tidak memperhatikan hak Allah di pagi kita. Maka, mulailah pagi hari dengan aktivitas tersambung dengan-Nya. Bagi seorang muslim, diawali dengan shalat subuh tentunya. Setelah itu, silakan lanjut dengan amalan yang paling cocok dengan diri Anda. Bisa dengan wirid pagi, tilawah atau mengkaji tafsirnya. Apapun aktivitas yang Anda pilih, pilihlah yang mampu mengisi energi spiritual Anda dengan optimal.

Setelah mengisi energi spiritual, aktivitas berikutnya adalah mengisi energi emosional, intelektual dan fisikal. Bentuknya, sekali lagi, Anda yang menentukan. Energi emosional mungkin dapat diisi dengan memeluk anak dan pasangan atau sekadar minum teh berdua. Energi intelektual dapat diisi dengan membaca buku, meditasi, atau menulis jurnal. Energi fisik dapat diisi dengan jogging, yoga, latihan pernafasan, aerobik, atau pilihan saya bersilat beberapa jurus. Apapun aktivitas yang Anda pilih, pilihlah aktivitas yang Anda suka sehingga Anda tidak merasa terpaksa ketika melakukannya.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan semua hal di atas? Ini tergantung waktu yang Anda punya. Rutinitas pagi saya membutuhkan waktu sekitar dua jam (ini sudah termasuk membaca buku dan menulis masing-masing 30 menit). Bagi yang merasa tidak punya waktu dua jam, mungkin 30 menit atau satu jam sudah memadai. Tidak memungkinkan juga? Awali dengan 15 menit saja dulu. Shalat dan mengaji 10 menit, peluk istri 1 menit, baca buku 2 menit (lumayan dapat satu halaman), olahraga 2 menit. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Seiring berjalannya waktu, saat Anda mulai bisa menata prioritas, tambahkan durasinya. Rutinitas pagi penting, jangan mengandalkan waktu luang, kita perlu meluangkan waktu.

Apakah ini semua cukup? Secara umum, rutinitas semacam di atas sudah cukup untuk mengawali hari. Namun, saya sendiri suka menambahkan rutinitas lain: mereview Life Dashboard saya. Life Dashboard adalah catatan yang menggambarkan seluruh visi, target, proyek dan peran yang saya miliki saat ini. Isinya mulai dari proyek pribadi (seperti menulis buku), keluarga, sampai bisnis. Saya biasanya akan meninjau ulang semuanya sekilas. Kemudian menandai, apa yang perlu diprioritaskan dalam sepekan ke depan, juga apa yang perlu diprioritaskan hari ini. Aktivitas ini memberikan saya sense of purpose. Seperti melihat kompas untuk menentukan apakah saya bergerak ke arah yang benar atau tidak. Jika Anda suka, Anda boleh menambahkan aktivitas ini juga dalam rutinitas pagi Anda.

Life Dashboard ini cara saya mengelola dengan mengendalikan berbagai aspek kehidupan saya saat ini. Agar saya tidak kehilangan arah dan hidup saya tetap terkendali. Saya mengajarkan bagaimana cara membuat Life Dashboard di kelas bit.ly/mendesain-hidup Ini merupakan kelas terbaru saya yang mengajarkan bagaimana menerapkan disiplin ilmu Design Thinking dalam merancang kehidupan yang kita inginkan.

Ini cerita saya, sekarang giliran Anda. Apa rutinitas pagi Anda? Apakah rutinitas pagi Anda sudah cukup optimal untuk menjalani hari dengan penuh energi? Apa yang sudah bagus? Apa yang perlu diubah dan diperbaiki? Saya tunggu sharing dari Anda.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *