fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mengatasi Penundaan dengan Aturan 5 Detik

2 min read

Beberapa waktu yang lalu saya baru saja menyelesaikan buku “The 5 Second Rule”-nya Mel Robbins. Asal muasalnya sederhana, saya mendengar teman saya menyebutkan aturan ini. Awalnya, saya menganggapnya biasa saja – just another hack. Namun, setelah lebih dari tiga orang teman saya menyebutkan aturan 5 detik ini dalam waktu berdekatan, saya jadi penasaran juga.

Akhirnya saya carilah buku “The 5 Second Rule” ini. Alhamdulillah, saya menemukannya di sebuah layanan perpustakaan digital. Bukunya ringkas, saya selesaikan dalam sekali duduk. Esensi buku ini sangat sederhana, gunakan aturan 5 detik ketika kita terpikir untuk melakukan sesuatu yang baik. Mel Robbins mendefinisikan Aturan 5 Detik sebagai berikut:

“The moment you have an instinct to act on a goal you must 5-4-3-2-1 and physically move or your brain will stop you.”

Mel Robbins

Setiap kali kita kita terpikir melakukan sebuah hal yang baik, hitung dalam hati “5…4…3…2…1” dan go! segera gerakkan tubuh kita untuk memulai tindakan tersebut atau jika tidak otak kita akan menghentikan niat kita.

Aplikasinya bagaimana? Misal kepikiran untuk bersedekah. Hitung dalam hati “5…4…3…2…1” lalu go! bergeraklah cari kencleng masjid atau fakir miskin terdekat. Pagi hari, kepikiran untuk mandi pagi, segera hitung “5…4…3…2…1” dan bersegeralah ke kamar mandi. Terpikir untuk berolahraga, hitung “5…4…3…2…1” dan segera ambil posisi push up. Punya niat untuk beres-beres ruangan, segera hitung “5…4…3…2…1” dan segera rapikan beberapa benda.

Jika kita tidak segera bertindak, otak kita akan menghentikan niat kita. Ini sering terjadi bukan? Coba ingat-ingat saat Anda berniat untuk bangun lebih pagi. Anda sudah pasang alarm. Tebak apa yang terjadi esok hari saat alarm berbunyi? Otak Anda memunculkan dialog:

“ah, masih pagi, nanti saja”

“di luar dingin”

“tidur sebentar lagi ah…”

“aku masih capek, perlu tambahan waktu untuk beristirahat”

Semua dialog internal ini mensabotase keinginan Anda untuk bangun. Akibatnya, Anda gagal bangun lebih pagi. Di sinilah aturan 5 detik bermanfaat. Aturan 5 detik menginterupsi pola kita untuk menunda-nunda. Aturan ini menginterupsi proses berpikir kita sehingga kita tidak sempat berpikir dan langsung bergerak ke arah yang kita inginkan.

Seringkali kita tidak melanjutkan niat kita karena terlalu banyak mikir. Istilah teknisnya paralysis by analysis. “Nanti kalau begini bagaimana?” “Kalau begitu bagaimana?” “Sebelum itu, sepertinya saya perlu ini dulu” dan sebagainya. Akibatnya kita menunda-nunda apa yang seharusnya kita lakukan. Aturan 5 detik menciptakan momentum. Momentum untuk bergerak dan bertindak. Tidak perlu melakukan tindakan yang besar untuk memulai. Cukup lakukan tindakan sederhana yang dapat Anda lakukan dalam waktu singkat.

Kita bisa mengombinasikan aturan 5 detik ini dengan aturan 2 menit – lakukan tindakan yang hanya dibutuhkan waktu 2 menit untuk melakukannya. Beres-beres? Hitung mundur, lalu bergerak dengan pasang timer 2 menit, bereskan yang bisa Anda bereskan dalam waktu 2 menit. Olahraga? Cukup lakukan gerakan olahraga yang dapat Anda selesaikan dalam 2 menit. Menulis? Tulis beberapa kalimat yang dapat Anda selesaikan dalam 2 menit.

Ide yang tidak ditindaklanjuti tidak akan menjadi apa-apa. Ide ibarat benih. Benih perlu ditanam, disiram dan dipelihara agar tumbuh menjadi tanaman dan berbuah nantinya. Tanpa melakukan apa-apa, ide hanya akan menjadi benih yang tidak berguna. Dan tahukah Anda? Sebagian besar ide tidak menjadi apa-apa karena kita tidak melakukan apa-apa untuk menindaklanjutinya. Inilah pentingnya memiliki kebiasaan bias into action. Kebiasaan untuk mengambil tindakan meskipun kita belum memiliki pemikiran dan informasi yang cukup. Mengapa? Karena bila dalam 5 detik kita tidak menindaklanjuti ide yang muncul, ide itu akan lenyap entah kemana.

Mari kita praktikkan aturan 5 detik ini. Saya punya dua tantangan untuk Anda. Hari ini, saat Anda terpikir untuk melakukan sesuatu yang baik, segera hitung mundur dan gerakkan tubuh Anda untuk memulainya. Nanti malam, pasang alarm untuk bangun 15 menit lebih pagi dari biasanya dan besok saat alarm berbunyi lakukan aturan 5 detik. Hitung “5…4…3…2…1…go! segera gerakkan tubuh Anda dan bangun dari tempat tidur Anda. Berani?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *