fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Sukses Membutuhkan Struktur

3 min read

Pada tahun 2008 seorang tukang ledeng dari Irlandia meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk fokus berlatih MMA (Mixed Martial Arts). Berbekal dana seadanya, ia bergabung dengan teman-temannya di sebuah gym. Setiap hari ia menjalani latihan yang ketat. Sabtu pagi latihan 15 ronde. Minggu pagi angkat beban dan latihan kardio. Senin pagi berlatih jujitsu 10 ronde. Senin malam latihan tanding 8 ronde. Selasa pagi latihan kembali 9 ronde demikian seterusnya. Ia mengatakan “(rutinitas seperti) ini bukan untuk 3 atau 8 minggu, ini untuk seumur hidup. Aku harus latihan, jika tidak, aku bukanlah diriku. Pikiranku akan sangat kacau jika aku tidak latihan.”

Impian dia sama seperti semua pemula di MMA: masuk di UFC (Ultimate Fighting Championship). Ia berkata “Tujuan utama semua orang adalah masuk UFC, kelas utama, kami tak peduli dengan yang lainnya. Entah bergabung dengan UFC atau tidak sama sekali.” Namun ia tidak berhenti di sini, ia punya mimpi yang lebih jauh, “Impianku adalah menjadi juara dunia di UFC, punya banyak uang hingga tak tahu harus digunakan untuk apa, lalu punya kehidupan yang sangat bagus untuk anak cucuku.”

Jalur untuk masuk ke UFC tidaklah mudah. Para atlit harus membuktikan dulu di berbagai pertandingan lokal, “Ini jalan yang harus dilalui bangun reputasimu di luar UFC. Selesaikan dengan besar. Bicaralah. Menangkan gelar di semua divisi. Lalu kamu bisa memanggil lawan. Saat kau dipanggil, datang dan buktikan pada semua orang bahwa kau ada di sana” demikian katanya.

Akhirnya, ia pun berhasil masuk ke UFC. Puncaknya, November 2015, ia berhadapan dengan Jose Aldo untuk memperebutkan gelar juara kelas bulu. Jose Aldo bukan lawan yang mudah. Pemegang sabuk Juara UFC ini memiliki rekor tak terkalahkan selama 10 tahun. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Mantan tukang ledeng ini berhasil meng-KO Jose Aldo hanya dalam 13 detik! Ini adalah rekor kemenangan tercepat di UFC dalam sejarah. Ia pun dinobatkan sebagai juara UFC di kelas bulu (61-65 kg). Anda pasti mengenalnya. Ya, dialah Conor Mc Gregor.

Perjalanan hidup McGregor ini saya dapatkan dari film dokumenter Conor McGregor: Notorious. Kisah McGregor tida berhenti sampai di sini. Ia ingin memegang dua sabuk bersamaan. Menjadi juara di dua kelas yang berbeda. Ia pun maju di kelas ringan (65-70 kg). Lawannya adalah Nate Diaz. Di sinilah cerita menarik terjadi. McGregor kalah. Ia malu dan menantang ulang Nate Diaz. Beberapa bulan kemudian, pertandingan ulang dijalankan dan McGregor menang. Ia menjadi petarung pertama yang berhasil memegang dua sabuk juara dalam waktu bersamaaan.

Pertanyaannya, apa rahasia McGregor sehingga dalam 8 tahun berhasil mencapai performa puncak di bidangnya dari nol? Saya menemukannya dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh ESPN pasca kemenangannya melawan Diaz. Menurut McGregor, rahasia suksesnya adalah struktur.

“It’s structure, and I feel that the key to success is structure. The key to the billions is structure. If I look at any truly successful individual, I see the structure. Everything is kept in a specific place. They wake up at a certain time, eat at a certain time, train at a certain time, and handle their business at a certain time.

Structure is the key.

It keeps you focused. Anytime you’re struggling, you go back to the structure and everything falls back into place.”

Terjemahannya kurang lebih:

“Adalah struktur. Saya merasa bahwa kunci menuju sukses adalah struktur. Kunci menuju kekayaan adalah struktur. Setiap kali saya melihat individu yang sukses, saya melihat struktur. Segala sesuatu terletak di tempat yang tepat. Mereka bangun di jam tertentu, makan di jam tertentu, berlatih di jam tertentu, dan mengerjakan bisnis di jam tertentu.

Struktur adalah kuncinya.

Ini membuat Anda fokus. Setiap kali Anda merasa kewalahan, kembalilah ke struktur (yang sudah Anda buat) dan segala sesuatu akan kembali ke tempatnya.”

Dalam wawancara lain, ia mengatakan hal serupa:

“I feel structure is the true key to success. You can get a reasonable amount of success by just winging it and just going as you feel, but I feel to reach the true heights, to reach the billions, the amount of stuff that comes along with this life, you’ve got to have a structured life. You’ve got to live a life of structure and you can’t stray from that. That’s what we’ve done. We’ve set training times, we’ve set schedules, we’ve stuck to it and I’ve responded well.”

Artinya:

“Saya merasa struktur adalah kunci sebenarnya untuk sukses. Anda bisa mendapatkan kesuksesan dalam jumlah yang secukupnya hanya dengan mengayun dan berjalan sesuai yang Anda rasakan. Namun untuk mencapai ketinggian yang sebenarnya, mencapai milyaran, mendapatkan sejumlah pencapaian hidup yang besar, Anda perlu kehidupan yang terstruktur. Anda harus menjalani kehidupan yang terstruktur dan Anda tidak dapat menyimpang darinya. Itu yang telah kami lakukan. Kami menetapkan waktu berlatih, kami mengatur jadwal, dan kami mengikutinya.”

Hidup kita penuh dengan kekacauan. Sangat tidak terprediksi. Saat kita menetapkan tujuan, kita akan sangat mudah teralihkan. Ujung-ujungnya, tujuan yang sudah kita tetapkan terlupakan dan tidak tercapai. Struktur membantu kita tetap pada jalur yang sudah kita tetapkan. Struktur bisa berbentuk kebiasaan, rutinitas atau pengaturan lingkungan – segala sesuatu yang memastikan kita tetap di jalur yang kita sudah tetapkan sebelumnya.

Sebagai penulis buku, saya pun menerapkan struktur. Strukturnya sederhana, setiap hari pastikan ada waktu untuk tiga hal: membaca buku, mencatat ide dan menulis. Membaca setidaknya satu bab buku, mencatat ide yang terlintas, menulis minimal 1000 kata. Bila salah satu hal ini tidak dilakukan, saya akan merasa kacau. Merasa tidak produktif. Lalu, setiap pekan saya akan mempublikasikan satu artikel di blog dan menyebarluaskannya melalui email. Melakukan ini semua membantu saya mencapai hasil-hasil yang saya dapatkan hari ini. Bila saya berhenti melakukannya, maka bisa diprediksi hasil yang saya dapatkan tidak akan sesuai.

Scott Adams, pencipta komik Dilbert, menggunakan istilah sistem alih-alih struktur. Idenya mirip. Sistem adalah proses yang dilakukan secara berulang untuk mencapai hasil yang diinginkan. Bagi Scott Adams, sistem yang ia gunakan adalah menulis blog dan menggambar komik secara teratur. Warren Buffet membeli saham perusahaan dengan potensi bagus dan tidak menjual sahamnya selama mungkin. Adam Grant mempublikasikan jurnal ilmiah setiap tahun. Cal Newport menggunakan deep work untuk menghasilkan karya-karya berkualitasnya.

Pertanyaannya, apa sistem yang Anda gunakan? Struktur seperti apa yang memastikan Anda mendapatkan hasil-hasil yang Anda inginkan?

PS. Saya tertarik mengupas lebih dalam terkait sistem dan struktur ini. Do’akan agar diberi pemahaman lebih mendalam terkait ini ya.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *