fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

15 Manfaat Gaya Hidup Minimalis

1 min read

Kemarin, saya menemukan tulisan menarik dari Joshua Becker tentang manfaat gaya hidup minimalis. Berikut ringkasannya:

  1. Lebih sedikit pengeluaran. Karena kita hanya membeli barang yang kita anggap esensial.
  2. Lebih sedikit stress. Rumah yang minimalis membuat kita lebih leluasa bergerak dan mengurangi beban hidup kita.
  3. Lebih mudah dibersihkan. Lebih sedikit yang harus dibersihkan, lebih mudah membersihkannya.
  4. Lebih banyak kebebasan. Kita tidak lagi terikat pada kepemilikan material.
  5. Bagus untuk lingkungan. Semakin sedikit yang kita konsumsi, semakin sedikit dampak kerusakan yang kita sumbangkan untuk lingkungan.
  6. Lebih produktif. Keinginan memiliki mengkonsumsi waktu kita lebih banyak dari yang kita sadari.
  7. Menjadi contoh bagi anak-anak kita. Gaya hidup minimalis adalah pembelajaran berharga yang tidak bisa dipelajari anak-anak kita dari luar.
  8. Memiliki barang yang lebih berkualitas. Kita jadi punya ruang untuk barang yang berkualitas.
  9. Waktu untuk hal yang lebih penting. Semakin banyak barang, semakin banyak barang mengikat kita.
  10. Tidak terikat pada masa lalu. Melepaskan masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.
  11. Lebih bahagia. Memiliki lebih sedikit rasa ingin memiliki membuat kita bahagia.
  12. Bebas dari membanding-bandingkan. Terutama dengan apa yang dimiliki oleh tetangga.
  13. Menarik secara visual. Rumah minimalis lebih menarik untuk dilihat.
  14. Menemukan sesuatu lebih mudah. Lebih sedikit kekacauan, lebih mudah menemukan barang.
  15. Menampakkan apa yang paling kita hargai. Hanya menyimpan barang dan hal yang paling kita hargai di rumah kita.

Ide untuk menjalani hidup minimalis sepertinya menarik. Ide ini selaras dengan esensialisme yang saya bahas kemarin. Menjadi minimalis sepertinya memudahkan hidup kita. Sayangnya menerapkan gaya hidup minimalis tidak semudah yang dibayangkan. Butuh komitmen yang kuat untuk menjadikan minimalisme sebagai bagian dari hidup. Namun, jika tidak dimulai, kapan kita bisa menerapkan dan mendapatkan manfaatnya? Ini adalah pekan ketiga saya bereksperimen dengan gaya hidup minimalis. Belum sempurna memang. Target saya di awal sederhana, mengurangi jumlah barang yang ada di rumah setidaknya sampai 50%. Tujuannya sederhana, supaya ada ruang untuk barang yang benar-benar saya sukai dan hargai. Seperti yang saya tuliskan di jurnal saya beberapa waktu lalu:

“Ketika kita mulai mengurangi dan menghilangkan hal-hal yg non esensial dalam hidup, kita jadi punya waktu utk mengerjakan hal-hal esensial dalam hidup.

Ketika kita membersihkan rumah dari barang-barang yg non esensial, kita jadi punya tempat untuk menyimpan dan menempatkan barang-barang yg esensial.

Ketika kita menyingkirkan hal-hal non esensial dari pikiran kita, kita jadi punya ruang untuk memikirkan hal-hal yg esensial dalam hidup kita.”

Darmawan Aji, September 2019
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.