fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Menata Lingkungan, Menata Pikiran

1 min read

Saya selalu tertarik dengan hal-hal terkait pikiran. Maka, tak pikir panjang saat menemukan buku The Organized Mind karya Daniel Levitin saya langsung membeli dan membacanya. Apa lagi yang lebih menarik dibanding pikiran yang tertata? pikir saya waktu itu. Saya tertarik karena merasa terlalu banyak hal yang membuat pikiran saya kurang tertata, kacau, berantakan.

Ada banyak pembelajaran yang saya dapatkan dari buku ini. Namun, bila kita mau ambil satu poin pembelajaran saja dari buku ini, maka poin itu adalah: Pikiran kita adalah cermin dari lingkungan sekitar kita.

Jika meja kerja kita berantakan, maka begitulah pikiran kita. Jika rumah kita kacau, maka begitu pula pikiran kita. Jika file di laptop kita tidak terorganisir dengan baik, maka begitu pula pikiran kita.

Menata-Lingkungan-Menata-Pikiran

Berapa banyak orang yang komputernya berfungsi seperti laci meja? Laci meja pada umumnya berisi berbagai macam barang, mulai dari yang diperlukan sampai yang tidak. Mungkin kita akan menemukan:  selotip, staples, batere (entah hidup atau mati), uang receh, DVD, ballpoint (entah masih bisa dipakai atau tidak), voucher, sobekan tiket dan sebagainya…

Demikian pula komputer kita. Penuh dengan foto-foto, file musik dan film, ebook ilegal (yang entah kapan akan dibaca), file yang tidak terorganisir. File yang diperlukan malah seringkali sulit dicari. Tak heran bila pikiran kita pun sama kacaunya.

Maka, solusi primer untuk menata dan merapikan pikiran kita adalah dengan menata dan merapikan lingkungan sekitar kita. Tidak ada yang lebih melelahkan secara mental daripada menghabiskan waktu untuk mencari-cari barang yang tiba-tiba hilang bukan? Entah itu file, kunci, gunting atau apapun.

Inilah pentingnya kita menata lingkungan sekitar kita.

Bagaimana cara menatanya? Ada banyak metode yang dapat Anda ikuti. Dari buku Levitin ini, saya menyimpulkan tiga prinsip utama:

  1. Simpan barang berdasarkan kategori. Pastikan setiap barang memiliki tempatnya. Tempat dimana kita mudah untuk menyimpan dan menggunakannya.
  2. Batasi barang yang Anda simpan. Jangan menyimpan barang yang tidak Anda pakai. Eliminate before organize – buang dulu, baru rapikan.
  3. Beri tempat khusus untuk barang yang sering hilang (kunci, kacamata, gunting). Atur agar lingkungan mendukung Anda. Jangan biarkan energi kita habis hanya untuk mencari barang yang hilang berkali-kali.

Menata rumah atau kantor Anda bukanlah sekadar merapikan lingkungan fisik Anda, namun juga menata pikiran Anda.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.