fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Keunggulan Muncul dari Bakat

1 min read

Masih ingat definisi bakat menurut Gallup di artikel kemarin? Bakat adalah pola pikiran, perasaan atau perilaku yang paling alamiah dalam diri kita. Ia muncul berulang-ulang dan dapat dimanfaatkan secara produktif. Dengan kata lain kita bisa menyebut bakat dengan pembawaan alamiah; kepribadian; karakter atau sifat produktif yang dimiliki seseorang.

Apa contohnya?

  • Ada orang yang sejak lahir cerewet, pandai bicara dan pintar bercerita. Ini adalah sebuah bakat. Tidak semua orang memiliki sifat seperti ini.
  • Ada orang yang sangat supel, mudah bergaul, nyaman berkenalan dengan orang baru. Ini juga bakat. Karena tidak semua orang seperti itu. Saya termasuk orang yang tidak seperti itu.
  • Ada orang yang sangat analitis, senang berpikir, senang menyelidiki sebab dari suatu hal. Ini pun bakat.

Donald Clifton, pendiri Gallup merasa, kita kekurangan istilah untuk hal-hal semacam ini. Maka, ia “menciptakan” nama untuk setiap bakat. Sebelumnya, ia melakukan riset panjang terlebih dahulu. Wawancara ke dua juta orang selama 30 tahun. Ia mengumpulkan berbagai sifat dan pola-pola pikiran, perasaan serta perilaku yang muncul di dunia kerja. Lalu ia mengkategorisasikannya dan memberinya nama.

  • Orang dengan bakat berbicara seperti di atas ia sebut sebagai orang dengan bakat COMMUNICATION.
  • Orang dengan bakat supel dan mudah berkenalan dengan orang baru ia sebut sebagai orang dengan bakat WOO (Winning Others Over).
  • Orang dengan bakat berpikir analitis ia sebut dengan orang denagn bakat ANALYTICAL.

Clifton menemukan setidaknya 34 nama. Ia menyebutnya sebagai 34 Tema Bakat.

Nah, bila kita mengenali bakat kita maka kita akan unggul bila menjalani profesi dimana bakat kita akan teroptimalkan.

  • Orang dengan bakat COMMUNICATION akan unggul bila ia menjalani profesi yang memerlukan kemampuan berkomunikasi. Misalnya: pengajar, pembicara, presenter, MC atau Humas.
  • Orang dengan bakat WOO akan unggul bila ia menjalani profesi yang membutuhkan keahlian untuk berinteraksi dengan orang baru. Misalnya: penjual (sales), HR, SPG, resepsionis atau entertainer.
  • Orang dengan bakat ANALYTICAL akan unggul bila ia menjalani profesi yang membutuhkan kemampuan analisis. Misalnya: analis, periset, programmer, atau editor.

Tentu saja, bakat saja belumlah cukup. Kita perlu melengkapi diri kita dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat sehingga bakat kita terasah dan semakin tajam.

Inilah pentingnya mengenali bakat kita. Dengan demikian, kita akan tahu kita perlu fokus kemana. Kita perlu mempelajari pengetahuan apa dan kita perlu melatih keterampilan apa.

PS. Jika teman-teman tertarik untuk mengenali bakatnya, teman-teman bisa melakukan asesmen Talents Mapping via saya. Silakan japri via email atau kirimkan pesan ke WA tim saya di nomor 0816-995-281

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.