fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Kemana Fokus Anda?

1 min read

Hidup adalah rangkaian waktu. Sementara waktu adalah rangkaian peristiwa. Bangun tidur adalah sebuah peristiwa. Makan pagi adalah sebuah peristiwa. Terjebak macet adalah sebuah peristiwa. Terlambat datang ke kantor adalah sebuah peristiwa. Dimarahi oleh Bos adalah sebuah peristiwa. Kita marah adalah peristiwa. Kita memutuskan untuk ngopi adalah peristiwa. Kita bahagia adalah peristiwa.

Ya, hidup adalah serangkaian peristiwa. Entah peristiwa yang kita inginkan, atau peristiwa yang tidak kita inginkan. Entah peristiwa yang dapat kita kendalikan, atau peristiwa yang tidak dapat kita kendalikan. Fokus kita menentukan kebahagiaan dan kedamaian batin kita.

kemana-fokus-anda

Bila kita fokus pada peristiwa-peristiwa yang tidak bisa kita kendalikan, hidup kita tak akan bahagia. Kita kehilangan kendali terhadap waktu kita. Kita kehilangan kendali terhadap hidup kita.

Sebaliknya, bila kita fokus pada peristiwa-peristiwa yang bisa kita kendalikan, hidup kita akan bahagia. Kita memiliki kendali terhadap waktu kita. Kita memiliki kendali terhadap hidup kita.

Maka, bila kita ingin bahagia dalam hidup, kita perlu mengenali mana peristiwa yang ada di dalam kendali kita dan mana peristiwa yang ada di luar kendali kita. Lalu, fokus pada peristiwa yang ada dalam kendali kita.

Ada dua macam peristiwa dalam hidup:

Pertama, peristiwa yang di luar kendali kita. Misalnya: matahari terbenam, sakit kritis, kematian, sikap orang lain terhadap kita.

Kedua, peristiwa yang di dalam kendali kita. Yaitu respon kita, perilaku kita, tindakan kita, perasaan kita, pikiran kita.

Sederhananya, segala sesuatu yang berasal dari luar kita itu di luar kendali kita. Segala sesuatu yang berasal dari dalam diri kita ada dalam kendali kita.

Masalah diri kita adalah, ada peristiwa yang di luar kendali kita, namun kita percaya dapat mengendalikannya. Misalnya, kita membuang waktu untuk mengomentari hujan, mengkritik pemerintah, berusaha mengubah sikap orang lain, berusaha mengubah pendapat orang lain dsb.

Apapun yang orang lain lakukan, itu di luar kendali kita. Kita tidak bisa memaksa mereka melakukan apa yang kita inginkan. Kita mungkin bisa mempengaruhinya, namun kita tidak dapat mengendalikannya secara penuh.

Sebaliknya, ada peristiwa yang di dalam kendali kita, namun kita tidak percaya dapat mengendalikannya. Apa yang kita lakukan, katakan, rasakan, dan pikirkan itu semua ada di dalam kendali kita. Namun kita percaya, itu di luar kendali kita. Kita bilang, kata-kata dan perilaku saya di luar kendali. Kita bilang pikiran itu menghantui. Kita bilang perasaan ini menggelayuti. Padalah semua itu ada dalam kendali kita. Kita dapat mengendalikan kata-kata kita, kita dapat mengubah perilaku kita, kita dapat mengganti pikiran kita, kita dapat mengotak-atik perasaan kita.

Jika kita ingin memiliki inner peace – kedamaian batin, fokuslah pada peristiwa yang dapat kita kendalikan. Bila ada peristiwa yang di luar kendali kita, fokuslah pada respon kita. Karena respon kita ada di dalam kendali kita. Beradaptasilah dengan peristiwa yang tidak dapat kita kendalikan. Menarilah bersamanya.

“Life is 10% what happens to us and 90% how we react to it” ~Dennis P. Kimbro

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.