fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Ingin Sukses Ubah Perilaku? Baca Lima Hal Ini.

1 min read

Beberapa hari ini saya menulis tentang perubahan perilaku dan kebiasaan. Tiba-tiba, pagi tadi saya terpikir, kenapa ada orang yang berhasil mempertahankan proses perubahannya sementara orang lain justru gagal?

ingin-sukses-mengubah-perilaku-miliki-lima-hal-ini

Setelah sedikit merenung, mengingat-ingat konsep dan penelitian tentang perilaku yang saya baca, juga mengamati perubahan perilaku yang berhasil saya lakukan. Saya menemukan setidaknya orang-orang yang sukses mengubah perilaku/kebiasaan mereka memiliki lima hal berikut ini.

  1. Memiliki tujuan yang jelas.
  2. Mengatur lingkungan.
  3. Melacak kemajuan.
  4. Memiliki tim pendukung.
  5. Mengelola diri

Penjelasannya begini.

Pertama, memiliki tujuan yang jelas

“Menetapkan tujuan adalah langkah pertama dalam mengubah tak terlihat menjadi terlihat.” ~ Tony Robbins

Disadari atau tidak, perubahan yang sukses membutuhkan tujuan yang jelas. Saat Anda ingin mengubah perilaku misalnya, maka Anda harus deskripsikan perilaku alternatifnya. Sedeskriptif mungkin. Sebagian orang menuliskannya, sebagian lagi hanya membayangkannya. Apapun pilihannya, Anda perlu memiliki gambaran yang detail tentang seperti apa perubahan yang Anda inginkan. Semakin jelas gambaran dalam benak Anda, semakin mudah Anda memicu perasaan untuk melakukannya.

Kedua, mengatur lingkungan

“Jika Anda sudah berumur, jangan mencoba untuk mengubah diri Anda, ubahlah lingkungan Anda.” ~ B. F. Skinner

Saya sudah membahas tentang hal ini di artikel sebelumnya. Setelah Anda memiliki tujuan yang jelas, segera atur ulang lingkungan Anda. Bagaimana Anda akan menciptakan struktur untuk membiasakan perilaku Anda? Apa yang akan Anda ubah? Apa yang akan Anda siapkan?

Ketiga, melacak kemajuan

”Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak Anda ukur” ~ Peter Drucker

Menetapkan tujuan tanpa melacak kemajuan, ibarat kita berjalan menuju satu tempat dengan mata tertutup. Kita tidak tahu sudah sampai mana. Kita tidak tahu berapa jauh lagi perjalanan yang diperlukan. Semua gelap. Menetapkan tujuan tanpa melacak kemajuan membuat Anda tidak dapat mengukur keberhasilan Anda. Anda tidak tahu, apakah Anda sukses atau tidak. Maka, pastikan Anda melacak dan memantau kemajuan Anda. Anda bisa lakukan dengan membuat scoreboard, grafik, ceklis, kalender silang, apapun yang dapat membantu Anda untuk melacak kemajuan Anda.

Keempat, memiliki tim pendukung.

“Sendirian kita bisa melakukan begitu sedikit, bersama-sama kita dapat melakukan begitu banyak.” ~ Helen Keller

Seringkali, perubahan terlalu berat untuk dijalankan sendirian. Anda perlu rekan yang mengingatkan Anda, memotivasi Anda, mendukung Anda. Anda perlu mentor atau pelatih sebagai tempat bertanya, yang mengajarkan Anda, melatih Anda, memantau kemajuan Anda. Di sinilah pentingnya bermitra dengan seorang coach. Dia akan memastikan Anda tetap on the track pada rencana Anda.

Kelima, mengelola diri.

“Saya pikir orang-orang yang benar-benar mengendalikan emosi mereka lah… yang akan menang.” ~ Tiger Woods

Saya sangat setuju dengan kata-kata Tiger Woods di atas. Apapun yang Anda lakukan di luar Anda (menata lingkungan, mencari dukungan orang lain, melacak kemajuan) semua akan percuma bila Anda tidak memiliki keterampilan mengelola diri. Hal-hal tersebut memang sangat membantu. Namun semua kembali ke diri Anda. Apakah Anda benar-benar ingin berubah? Mengelola diri berarti mampu mengelola lintasan-lintasan pikiran, keraguan, ketidakpercayaan diri dan kepercayaan-kepercayaan yang menghambat. Di sinilah ilmu semaca NLP, CBT, dan hypnosis menjadi bermanfaat.

Sekarang, mari kita cek ke diri kita masing-masing. Sudahkah kita memiliki kelima hal di atas?

 

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.