fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Atur Lingkungan, Ubah Kebiasaan Anda

1 min read

Salah satu cara termudah untuk mengubah kebiasaan adalah dengan menata ulang lingkungan Anda. Saat Anda mengubah lingkungan Anda, Anda sedang menginterupsi pola yang ada. Hasilnya, pikiran sadar Anda menjadi aktif, dan Anda dapat mengendalikan kebiasaan Anda.

Misalnya, Anda punya kebiasaan ngemil di malam hari. Kebiasaan ini akan tetap terjadi bila Anda menyimpan cemilan Anda di lemari makan seperti biasa. Apa yang terjadi bila Anda menyimpannya di rak paling atas sehingga Anda perlu naik kursi atau tangga untuk mengambilnya? Saya yakin, kebiasaan ngemil Anda akan berkurang.

Dalam dunia coaching, penataan lingkungan untuk mengubah kebiasaan lama atau menciptakan kebiasaan baru disebut dengan struktur. Anda perlu menciptakan struktur yang tepat untuk menopang kebiasaan Anda.

Kenapa struktur penting? Karena untuk kita memerlukan willpower untuk mengubah sebuah kebiasaan. Sementara itu, willpower manusia mirip batwere. Kapasitasnya bisa melemah. Willpower kita berada di kapasitas optimum pada pagi hari dan semakin melemah di sore hari. Bila kita tidak menciptakan struktur, kita mudah tergoda untuk melupakan kebiasaan baru kita saat willpower kita melemah.

Jangan paksakan diri Anda melakukan kebiasaan. Sebagai gantinya, fokuskan energi Anda untuk membuat kebiasaan baik mudah dilakukan dan kebiasaan buruk sulit dilakukan. Hal ini bisa dilakukan jika kita menata ulang lingkungan kita.

Dr. B.J. Fogg, direktur Stanford Persuasive Lab mengatakan:

“Hanya ada satu cara untuk mengubah perilaku Anda secara radikal: ubah lingkungan Anda secara radikal juga.”

Pertanyaannya, bagaimana menciptakan struktur yang mendukung kebiasaan baru kita? Ada tiga hal yang perlu diperhatikan.

  • Pertama, buat kebiasaan buruk menjadi sulit untuk dilakukan.
  • Kedua, buat kebiasaan baik menjadi mudah untuk dilakukan.
  • Ketiga, gunakan alat, tempat, atau waktu yang sama untuk melakukan hal yang sama.

Berikut penjelasannya.

atur-lingkungan-ubah-kebiasaan-anda

Buat kebiasaan buruk menjadi sulit untuk dilakukan.

Persulit diri kita untuk melakukan kebiasaan lama. Secara sengaja atur lingkungan supaya kita malas dan menunda melakukan kebiasaan lama tersebut. Contohnya seperti cara kita menyimpan cemilan di atas. Contoh lain misalnya:

  • Ingin mengurangi jam nonton TV? Copot batere remote simpan di bix terpisah. Sehingga Anda perlu effort untuk menyalakan TV Anda.
  • Ingin mengurangi belanja yang tak perlu? Selalu bawa uang tunai. Simpan kartu debit dan kredit Anda di rumah.
  • Ingin mengurangi porsi makan? Gunakan piring dan sendok yang berukuran lebih kecil.

Buat kebiasaan baik menjadi mudah untuk dilakukan.

Permudah diri kita untuk melakukan kebiasaan baru. Sengaja atur lingkungan agar kita dimudahkan untuk melakukan kebiasaan baru. Contoh:

Ingin terbiasa membaca buku sebelum tidur? Simpan buku di sebelah tempat tidur.
Ingin jogging di pagi hari? Simpan baju olahraga di depan pintu kamar.
Ingin menabung secara teratur? Aktifkan fasilitas autodebet di rekening kita.

Gunakan alat, tempat, atau waktu yang sama untuk melakukan hal yang sama.

Tujuannya adalah membentuk pola dalam otak kita. Pola ini kemudian membentuk kebiasaan baru kita. Misalnya:

  • Jika Anda punya dua laptop, pisahkan mana laptop kerja mana laptop hiburan.
  • Gunakan tempat dan jam yang sama untuk menulis. Saat Anda berada di sana pada jam tersebut, mood menulis Anda akan muncul.
  • Jangan makan di meja kerja Anda. Jangan bekerja di atas tempat tidur Anda. Karena hal ini akan mengacaukan pola yang terbentuk di otak Anda.

Sederhana bukan?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.