fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Efek Negatif To-Do List: Penyebab dan Solusinya

2 min read

person writing a to do list

Kata orang, kalau mau produktif kita perlu membuat to-do list. Masalahnya adalah, membuat to-do list justru seringkali menimbulkan efek negatif. Pernah nggak kita bikin to-do list tapi alih-alih tenang dan produktif kita malah jadi cemas. Kenapa? Karena to-do listnya makin panjang dari waktu ke waktu.

To-do list hari ini nggak selesai, akhirnya digeser ke besok. Besoknya nambah lagi to-do list baru, demikian seterusnya sehingga to-do list bukannya bikin kita produktif malah bikin kita stress duluan.

Sebuah studi bahkan menemukan bahwa 41% to-do list yang dibuat tidak pernah tertuntaskan dan 50% to-do list yang dibuat bisa diselesaikan hanya dalam sehari. Artinya apa? Kebanyakan to-do list yang dikerjakan adalah to-do list yang memang gampang dikerjakan, tugas-tugas remeh.  Sementara tugas-tugas yang sebenarnya malah nggak tuntas-tuntas.

Atau kalau bukan tugas remeh, kita hanya menyelesaikan to-do list yang sudah bener-bener mepet deadline. Alih-alih fokus pada tingkat kepentingannya, kita justru terjebak pada urgensinya.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena rata-rata dari kita tidak pernah diajari cara membuat to-do list yang benar. Kita membuat to-do list hanya berdasarkan insting saja.

7 Penyebab To-Do List Tidak Efektif

Apa yang membuat to-do list jadi tidak efektif? Karena kita salah dalam menggunakannnya. Apa saja kesalahan yang biasa dilakukan saat membuat to-do list?

  1. Memperlakukannya sebagai wishlist (daftar harapan). Jika kita memang tidak yakin akan mengerjakannya, jangan masukkan ke to-do list.
  2. Terlalu banyak to-do list yang dituliskan. Padahal, waktu dan energi kita terbatas. Secara umum kita hanya mampu menuntaskan 3-5 tugas penting saja dalam sehari.
  3. Tidak jelas prioritas dalam to-do list yang kita tulis. Tidak jelas mana yang benar-benar penting, mana yang tidak. Semua dituliskan dan bercampur.
  4. Tidak memecah proyek menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana. Kita langsung masukkan proyek sebagai to-do list. Padahal seharusnya tugas lah yang kita masukkan ke dalam to-do list. Project itu butuh lebih dari satu langkah untuk menuntaskannya. Sementara ‘tugas’ hanya butuh satu langkah atau sekali duduk untuk menuntaskannya.
  5. Tidak mengelompokkan to-do list berdasarkan konteks. Akhirnya tercampur antara “mengerjakan proposal penawaran” dengan “ambil baju laundry” dalam list yang sama. Ini membuat otak kita jadi  kebingungan.
  6. Terlalu abstrak saat menulis to-do list. Kurang spesifik dan action-oriented. Akhirnya kita bingung saat mau mengerjakannya.
  7. Tidak mengalokasikan waktu untuk mengerjakan to-do listnya. Tidak jelas: kapan & dimana akan mengerjakannya. Hanya menunggu waktu luang alih-alih meluangkan waktu tidak akan membuat to-do list tertuntaskan.

Solusi Agar To-Do List Efektif

Solusinya gimana? Belajar cara bikin to-do list yang bener. Lengkapnya, Anda bisa belajar di kelas online To-Do List Mastery (TDLM) dengan mengklik salah satu tombol di bawah ini:

To-do list bisa jadi alat produktivitas yang sangat efektif. Namun, kita perlu tahu cara pakai yang tepat terlebih dulu. Berikut ini empat tips sederhana yang bisa Anda terapkan agar to-do list yang Anda buat semakin efektif.

#1 Pisahkan antara task (tugas) dengan project atau goal.

Jangan dicampur to-do listnya. Project adalah segala sesuatu yang membutuhkan lebih dari satu langkah, task hanya membutuhkan satu langkah. Contoh:

Project: Menulis buku
Task: Menulis artikel 300 kata

Project: Turun berat badan ke 60 kg
Task: Olahraga 20 menit

#2 Buat lebih dari satu list.

To-do list bisa bikin frustrasi kalau kecampur antara urusan rumah dengan urusan kerjaan. Jadi, pisahin yak. Mungkin kita bisa bikin list terpisah untuk:

  • Urusan rumah
  • Urusan kantor
  • Wishlist (atau someday list)
  • Grocery list (daftar belanjaan)
  • Free day list (daftar kegiatan pas hari libur)

Sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

#3 Tuliskan tugas yang perlu dikerjakan seketika terpikirkan.

Tugas yang tidak dicatat akan menghantui kita, ia akan sering pop-up di kepala kita. Akibatnya, kepala kita jadi penuh dan kita tidak bisa fokus bekerja (atau beristirahat). Maka, ketika terpikir sebuah tugas yang perlu dikerjakan, segera tuliskan di to-do list Anda.

#4 Prioritaskan to-do list Anda.

Di malam hari, pilih 1-3 tugas penting yang perlu dikerjakan esok hari. Ini akan membuat kita lebih produktif keesokan harinya. Cukup 1-3 saja yak, jangan terlalu banyak – banyak-banyak juga nggak dikerjain kan? Lalu, gimana dengan tugas yang nggak terlalu penting? Ya dikerjakan juga jika memang perlu dikerjakan. Namun, ngerjainnya nanti setelah kerjaan yang penting sudah selesai.

Coba dipraktikkan empat tips ini terlebih dulu lalu lihat perbedaannya. Bila Anda pengin belajar best practice (supaya nggak kebanyakan trial & error) cara buat to-do list yang bener supaya produktivitas naik 2x lipat, Anda bisa ikut kelas online To-Do List Mastery (TDLM) dengan mengklik tombol di bawah ini:

Darmawan Aji Productivity Coach. Penulis 7 buku laris: Kitab Anti Penundaan, Self-Coaching, Mindful Life, Productivity Hack, Life by Design, Hypnoselling, dan Hypnowriting. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *