fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Chunking: Bagaimana Mewujudkan Hal-Hal Besar dalam Hidup

2 min read

Bagaimana cara makan gajah? Potong kecil-kecil, makan sesuap demi sesuap setiap hari. Sebesar apapun gajahnya, jika kita memotongnya kecil-kecil dan memakannya secara bertahap setiap hari, insyaallah habis. Kita semua tahu hal ini. Esensinya apa? Segala sesuatu dapat kita selesaikan jika kita mencacahnya ke bagian-bagian yang lebih kecil.

Dalam disiplin ilmu NLP, memecah sesuatu ke bagian-bagian yang lebih kecil diistilahkan dengan chunking. Chunking adalah metode untuk menyelesaikan apapun tak peduli seberapa besarnya. Kita bisa menuntaskan tugas, masalah atau tujuan yang besar atau kompleks dengan chunking. Caranya, dengan memecah tujuan yang besar menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil. Memecah tugas kompleks menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana. Lalu, selesaikan satu per satu.

Metode ini membantu siapapun mewujudkan apapun. Saya berhasil menulis 5 buku sampai saat ini dengan metode ini. Kawan saya berhasil mencapai tabungan 1 M pertamanya dengan ini. Bahkan ada orang yang berhasil makan pesawat terbang dengan metode ini. Namanya Michel Lotito. Ia makan pesawat Cessna 150 dalam waktu 2 tahun (1978-1980). Apa yang ia lakukan? Potong pesawat tersebut kecil-kecil, menggilingnya sampai halus, dan memakannya sesuap demi sesuap setiap hari (dicampur dengan makanan lain).

Jadi, kita bisa menyelesaikan dan mencapai apapun asal kita memecahnya ke bagian yang lebih kecil, menuntaskannya satu per satu dan memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikannya.

Ini masalah kita. Kita tidak memberikan waktu yang cukup. Kita inginnya instan. Hari ini ingin, besok sudah dapat. Tidak ada yang seperti itu di semesta ini. Hari ini kita menanam padi, besok tak mungkin panen. Kita perlu melakukan pekerjaan harian dan menunggu sampai padinya tumbuh dan bisa kita panen.

Ini kuncinya:

  1. Tetapkan apa yang Anda inginkan.
  2. Pecah menjadi aktivitas harian yang sanggup Anda makan.
  3. Selesaikan tugas harian setiap hari, berulang-ulang, sampai Anda berhasil menyelesaikannya.

Kebanyakan kita kurang sabar mengerjakan sesuatu dalam jangka panjang. Mungkin karena efek sosial media. Hari ini posting, hari ini dapat like. Ini membentuk jejaring sistem imbalan instan di otak kita. Padahal, kesuksesan tidak dibangun semalam. Kesuksesan adalah akumulasi tindakan bertahun-tahun. Sukses butuh waktu.

Jadi, apa yang ingin Anda capai? Misal, saya ingin menghasilkan buku. Berapa kata yang dibutuhkan untuk buku non fiksi? Sekitar 50.000-60.000 kata. Jika saya sanggup menulis 1000 kata per hari, maka buku akan selesai dalam waktu 50 hari (sekitar 2 bulan). Jika saya hanya sanggup menulis 500 kata per hari, maka akan selesai dalam 100 hari. Dengan metode ini, alhamdulillah, saya bisa menghasilkan 5 buku dalam 2 tahun. Kuncinya? sama. Tetapkan apa yang kita inginkan, pecah menjadi aktivitas harian yang sanggup kita makan. Selesaikan tugas harian setiap hari, berulang-ulang, sampai kita berhasil menyelesaikannya.

Bagaimana detailnya?

Pertama, tetapkan apa yang Anda inginkan. Apa yang Anda inginkan 1, 3, 5 atau 10 tahun yang akan datang? Dapatkan gambaran besarnya.

Kedua, pecah ke targetan yang lebih pendek.

  • Apa yang perlu Anda capai tahun ini?
  • Apa yang perlu Anda capai bulan ini?
  • Apa yang perlu Anda capai minggu ini?
  • Apa yang perlu Anda capai hari ini?
  • Apa yang perlu Anda capai dalam 1 jam ke depan?

Pastikan Anda menuliskan semuanya di atas kertas. Ini menguatkan komitmen Anda.

Ketiga, fokus eksekusi setiap hari. Tidak ada yang instan. Semua butuh waktu. Sukses adalah akumulasi.

Jangan hanya fokus pada besarnya tujuan, tugas atau masalah. Ini bisa membuat kita stress. Fokuslah pada eksekusi harian.

Ibarat naik gunung. Jangan fokuskan perhatian ke puncak gunung. Ini akan membuat otak kita berpikir “yah, masih jauh” “berapa lama lagi nih?” dan pikiran-pikiran tidak memberdayakan lainnya. Ini akan membuat Anda cepat lelah dan putus asa. Fokuskan perhatian pada langkah kaki Anda. One more step, one more step.

Sukses butuh waktu, fokus pada eksekusi harian. Fokus pada kesuksesan harian. Apa yang bisa Anda tuntaskan hari ini. Setiap kali Anda berhasil mencapai target harian, rayakan. Ini akan meningkatkan semangat.

  • Ingin membaca 1 buku non fiksi setiap bulan? Luangkan membaca 10 halaman per hari. Ini hanya membutuhkan waktu 20 menit. Dalam sebulan 1 buku akan selesai.
  • Ingin menulis buku? Tulis 500 kata setiap hari. Ini hanya membutuhkan waktu 1 jam. Ulangi setiap hari selama 100 hari. Buku akan selesai.
  • Ingin membentuk kebiasaan baru? Tetapkan gamabran besarnya. Pecah ke target perilaku harian yang sangat sederhana. Ulangi setiap hari selama 66 hari.
  • Ingin menguasai skill baru? Tetapkan gambaran besarnya. Pecah ke latihan harian. Lakukan latihan harian setiap hari, ulangi minimal 6 bulan, Anda akan kuasai skill baru tersebut.
  • Ingin lancar berbahasa Inggris? Tonton Youtube berbahasa Inggris tanpa subtitle. Ulangi frasa yang diucapkan. 15 menit setiap hari. Dalam setahun Anda akan kuasai 365 frasa baru. Ini cukup untuk ngobrol dengan bule.
  • Ingin memiliki tabungan 1 Milyar? Buka akun reksadana saham. Sisihkan Rp.30.000 setiap hari. Investasikan di sana. Lakukan setiap hari sampai 18 tahun, uang Anda akan terakumulasi menjadi 1 Milyar.

Perhatikan, segala sesuatu bisa diselesaikan asal kita memecahnya ke bagian-bagian yang lebih kecil. Selesaikan bagian-bagian kecil tersebut setiap hari sampai apa yang Anda inginkan terselesaikan.

“The elevator to success is out of order. You’ll have to use the stairs. One step at a time.”

— Joe Girard
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.