fbpx

8 Mindset Produktivitas, Rahasia Sukses Manajemen Waktu

3 min read

rahasia mengatur waktu

Mindset is everything. Begitulah nasehat yang sering kita dengar jika terkait dengan perubahan diri. Entah perubahan untuk menjadi lebih baik secara finansial, spiritual, atau menguasai ketrampilan seperti manajemen waktu.

Mindset memang sering disebut sebagai inti dari perubahan karena mindset memang menjadi dasar dari setiap tindakan yang kita pilih (dan kemudian kita lakukan).

Terkait dengan produktivitas dan manajeman waktu, ternyata ada beberapa mindset yang biasanya dimiliki oleh mereka yang terkenal sebagai well-managed and productive people.

Berikut ini 8 mindset produktivitas yang perlu kita miliki agar mampu mengatur waktu dengan baik.

8 Mindset produktivitas untuk manajemen waktu yang lebih baik

#1. Inside-out

Sebelum mampu mengaplikasikan teknik manajeman waktu , penting untuk memahami logika dibalik manajeman waktu tersebut.

Tidaklah efisien jika kita menerapkan sebuah teknik dalam hidup kita, tapi tidak paham alasan mengapa kita ingin menguasainya.

Penting untuk memahami psikologi dibalik manajeman waktu, dan ini dimulai dari cara berpikir kita tentang manajemen waktu.

T. Harv Eker, dalam bukunya “Secret of Millionare Mind” memberikan gambaran yang tepat mengapa mengetahui keyakinan, serta memahami pola pikir kita terhadap manajemen waktu sangatlah penting.

Dalam buku tersebut, T. Harv menggambarkan sebuah pohon yang menggambarkan hidup kita. Jika pohon ini berbuah kecil dan masam, satu-satunya cara untuk memperbaiki kualitas buah tersebut, adalah dengan memperbaiki kualitas biji, akar dan juga tanah tempat pohon tersebut tumbuh.

Begitu juga dengan hidup kita, untuk memperbaiki apa yang “terlihat” kita perlu memperbaiki apa “yang tidak terlihat” terlebih dahulu.

Jadi jika menginginkan hasil maksimal dari usaha kita mengatur waktu, atau mencari sistem produktivitas yang tepat, maka perbaiki dulu apa anggapan dan keyakinan kita terhadap dua hal tersebut.

Apa yang kita pikirkan tercermin dalam perilaku kita sehari-hari.

Begitu kita memahami prinsip-prinsip manajeman waktu, maka bagaimana kita akan menerapkannya, tidak akan pernah menjadi masalah.

#2. Kendali

Bila bicara tentang manajeman waktu, biasanya kita akan menghubungkannya dengan menjadi lebih tergoranisir, disiplin, melakukan segalanya sesuai jadwal, dan seterusnya.

Tapi hal tersebut sebetulnya hanya ada “dipermukaan” saja. Pada tingkat yang lebih dalam, manajeman waktu adalah tentang “memiliki kendali, memutuskan apa yang ingin kita lakukan.

Dalam psikologi, hal ini dinamakan internal Locus of Control; sebuah keyakinan jika yang terjadi dalam hidup merupakan hasil dari tindakan kita.

Dengan memiliki keyakinan jika apa yang terjadi pada kita adalah hasil dari pilihan-pilihan telah kita buat, kita pun akan lebih bijak bagaimana menggunakan waktu kita.

#3. Tangung jawab

Pola pikir lain yang perlu kita miliki adalah bersedia mengambil tanggung jawab atas semua tindakan dan pilihan kita.

Memang lebih mudah menyalahkan hal-hal yang terjadi di luar diri kita. Tapi ini sebetulnya hanya menunjukkan, kita tidak punya kendali atas waktu kita.

Sebelum kita bisa melangkah lebih maju, kita perlu menerima kondisi kita saat ini. Jika memang belum bisa mengatur waktu seperti yang diharapkan, ambillah tanggung jawab tersebut, terima, dan move on.

#4. Miliki leverage point

Dalam sistem berpikir, leverage point biasa diterjemahkan sebagai sistem terstruktur, dimana elemen pemecahan masalah dapat diterapkan.

Low leverage point berarti jika perubahan kecil yang kita lakukan juga menghasilkan hal kecil. Sementara high leverage point jika perubahan kecil yang kita lakukan menghasilkan perubahan besar dalam hidup kita.

Agar berhasil menguasai ketrampilan manajemen waktu atau menjadi lebih produktif, kita perlu menemukan “leverage point” yang membuat kita mau bergerak, melakukan apa yang memang harus kita lakukan. Hal ini bisa jadi adalah harapan, cita-cita, life goals, atau malah passion kita.

Saat ini ada banyak hal yang membuat kita mudah terdistraksi. Dengan terus-menerus mengingat leverage point, kita akan lebih mudah fokus pada apa yang penting untuk kita.

#5. Miliki kejelasan tujuan

Memiliki tujuan yang jelas adalah pendorong dan mencegah kita melakukan kebiasaan menunda, dan membuang waktu melakukan hal yang tidak penting.

#6. Kebiasaan

Manusia cenderung melakukan hal yang sama berulang kali. Dan untuk membangun kebiasaan yang mendukung kita lebih produktif, dan mampu mengatur waktu dengan baik, ada tiga komponen yang perlu dimiliki, yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan kemauan.

Sangat penting untuk tahu bagaimana kebiasaan dibangun agar kita dapat menciptakan sistem yang efektif dan efisien.

Komponen kemauan termasuk dalam leverage points, yang akan mendorong kita melakukan action. Sementara, ketrampilan dan pengetahuan akan mengubah komponen kemauan tersebut menjadi repeated action (habit).

Jadi, cobalah cek, apakah teman-teman sudah memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kemauan untuk membentuk habit yang tepat?

Jika belum, kami merekomendasikan kelas “27 Hari Mengubah Hidup” yang Insya Allah, akan dibuka batch ketiganya pada bulan Februari nanti. Silahkan hubungi : wa.me/62816995148 untuk mendapat update terkait dengan kelas tersebut.

Dan sementara menunggu pembukaan kelas, teman-teman juga dapat membaca buku “Self-Coaching, Seni Mengelola Diri untuk Memaksimalkan Potensi” guna membantu teman-teman mendapatkan gambaran lebih jelas bagaimana menemukan kelebihan dan mampu bergerak menuju tujuan hidup.

#7. Menghindari hal-hal yang tidak efisien

Kita semua memiliki waktu yang sama. Namun, sebagian orang mampu bergerak lebih cepat dibanding kan yang lain.

Jika menginginkan hidup yang lebih produktif, tugas kita adalah “menyingkirkan” hal-hal yang akan mengganggu kita. Misalkan dengan berani berkata “tidak” baik pada diri sendiri atau pada orang lain atas godaan nonton maraton drama favorit saat akhir pekan.

Rehat di akhir pekan adalah baik, namun istirahat yang berlebihan hanya akan membuat kita kelelahan dan membuat waktu istirahat tidak efektif.

Mulai belajar mendelagasikan pekerjaan juga salah satu cara untuk mengefisienkan penggunaan waktu kita.

#8. Punya kontrol diri

Orang yang produktif bukanlah orang yang mampu bekerja sepanjang hari. Ada jam-jam dimana energi kita menurun, sehingga performa pun turun.

Karena itu, kita perlu cerdas mengelola energi, agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik.

Semua teknik manajemen waktu dan produktivitas, sebetulnya berawal dari diri kita sendiri.

Karena itu jika ingin terampil mengatur waktu, kita perlu mengenali diri kita terlebih dahulu, apa kelebihan dan kekurangan kita. Kemudian menyelaraskan keduanya untuk membuat pilihan yang tepat, menyusun tujuan hidup, dan membangun kebiasaan yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Semoga uraian 8 mindset diatas dapat membantu teman-teman menguasai ketrampilan manajemen waktu dengan lebih baik.

Oya, dari kedelapan mindset diatas, mindset manakah yang teman-teman sudah miliki dan ingin ditingkatkan?

Manajemen Waktu untuk Ibu Bekerja dari Rumah

Manajemen waktu adalah ketrampilan. Karena itu,-seperti ketrampilan lainnya, manajeman waktu perlu dilatih. Tujuannya tidak untuk mencari kesempurnaan, namun sistem yang sesuai dan tepat untuk...
Blog Admin
1 min read