fbpx

Mendesain Hidup di Usia 30, mungkinkah?

2 min read

Seandainya mendapat pertanyaan, “Akan seperti apa hidup Anda 5-10 tahun mendatang?”, kira-kira apa jawaban teman-teman?

Jujur, tidak banyak lho, yang mampu menjawab pertanyaan seperti di atas.

Umumnya karena tidak yakin mampu meraih impian tersebut, namun ada juga, yang sudah merasa terlalu tua untuk mendesain hidupnya.

Kenyataannya. berapa pun usia kita sebetulnya kita masih bisa memulai lagi hidup kita, mendesain hidup, agar apa yang ada di dalam diri kita, menjadi nyata dalam keseharian kita.

Orang bilang usia 20-an adalah tahun terbaik dalam hidup. Tapi sebetulnya usia 30, 40, atau berapapun itu, (selama hayat masih dikandung badan, ya), tetaplah usia yang terbaik untuk kita. Yang menjadi titik pembeda dari setiap usia, sebetulnya apakah kita bertumbuh atau tidak? Apakah hidup, dan tujuan hidup kita telah sesuai dengan kehendak sang Pencipta?

Karena, bukanlah hal yang mustahil jika di usia 30-an kita ingin mendesain ulang atau malah baru akan mendesain hidup kita.

Di usia 20, kita masih sangat muda, dan (seringkali) merasa hidup masih sangat lama. Jadi bisa saja kita malah belum menemukan identitas kita yang sebenarnya.

Beda halnya ketika masuk usia 30, dengan pengalaman, jatuh bangun dari kegagalan, kemungkinan kita mulai bisa membaca pola hidup kita, lebih yakin dengan pilihan kita, cenderung lebih percaya diri, dan tahu apa yang diingikankan dalam hidup.

Masih banyak alasan mengapa di usia 30 pun kita masih perlu mendesain hidup kita agar kita dapat merasakan hidup yang memuaskan.

#1. Age just number

Pertama kita bahas dulu, yang menjadi masalah utama, usia 30.

Ada masa kita perlu melihat usia tidak sebagai sebuah pencapaian besar, yang dari titik tersebut, baik tidaknya hidup kita ditentukan.

Lihatlah usia 30 seperti saat kita memasuki usia 10, atau 20 tahun, hanya sebuah transisi dekade baru dalam hidup kita.

Jadi, ingin mencoba mendesain hidup? Kenapa tidak?

#2. Karena belajar tidak kenal batas usia

Salah satu hal yang membuat orang enggan merencanakan atau memulai mendesain hidup, karena merasa terlalu tua untuk mempelajari hal baru.

Padahal tidak pernah ada batasan usia untuk belajar. Batasan yang ada biasanya hanya “mau” dan “tidak mau”.

Membiasakan diri untuk tumbuh adalah salah satu bentuk dari peduli pada diri kita sendiri.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari di usia 30

#3. Keluar dari zona nyaman = pertumbuhan

Saat mencapai titik tertentu, seseorang bisa merasa sangat nyaman dengan hidupnya; sehingga enggan mencoba sesuatu yang baru, atau menghadapi ketakutan yang mungkin datang.

Ya, memang sudah menjadi sifat manusia ingin slelau merasa nyaman. Tapi pada saat yang sama ketidaknyamanan juga bisa melahirkan pertumbuhan.

Jika terus-terus menerus terikat dengan rutinitas dan kebiasaan yang itu-itu saja, sangat mudah bagi kita untuk merasa puas atau malah bosan. Kalau kata anak muda, hidup pun menjadi tak lagimenarik dan bermakna.

Tapi nggak berarti juga kita perlu melakukan sesuatu yang ekstrim; misalkan mencoba memanjat Monas meski takut ketinggian.

Kita perlu mencoba bekerja di luar batasan kita, tapi sesuai dengan kemampuan. Misalkan jika biasa jogging, kenapa tidak mencoba ikut lari marathon.

Mampu melakukan marathon bisa menjadi goals yang masuk akal. Kita bisa belajar bagaimana teknik berlari marathon, menjaga stamina agar sampai garis finish, sekaligus mengenali diri sendiri, setangguh mana kita menikmati prosesnya.

#4. Versi upgrade itu biasanya lebih keren

Ada sesuatu yang menyenangkan melihat versi beda dari seseorang. Si A yang dulu pendiam sekarang malah laris menjadi pembicara di banyak komunitas. Si B yang dulu tukang bolos, sekarang malah menjadi dosen favorit di sebuah unversitas.

Kita selalu suka melihat versi upgrade seseorang (atau sesuaut, jika itu barang). Ada kesan yang unik, dan banyak hal yang layak untuk diceritakan.

Bagaimana jika versi upgrade itu adalah diri kita? Tidaklha kita juga akan merasa bahagia (dan mungkin bangga)?

Tidak perlu harus mencapai sesuatu yang fenomenal, tapi menjalani hidup seperti yang selalu kita inginkan, bukankah sesuatu yang membahagiakan?

Jadi mari, kita upgrade versi diri kita dengan mendesain hidup seperti yang selalu kita inginkan.

Jika teman-teman penasaran bagaimana menentukan desain hidup yang tepat, silahkan bergabung di kelas “Mendesain Hidup” dari ruangtraining.com

Di kelas tersebut teman-teman akan belajar bagaimana menjalani kehidupan yang kreatif, produktif, dan terencana, namun tetap terbuka dengan berbagai kemungkinan tak terduga.

Silahkan ikuti tautan berikut ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut

Temukan Misi dan Visi Hidup Anda

di kelas “Mendesain Hidup”

Atau hubungi https://wa.me/62816995148 untuk keterangan jadwal dan ketersediaan kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *