fbpx

Cara Mengatasi Mental block

3 min read

Terlalu banyak pekerjaan dapat menyebabkan kesulitan berpikir jernih

Pernahkah teman-teman merasa tidak mampu memecahkan masalah sekeras apapun teman-teman berusaha? Padahal jika melihat kasusnya, sepertinya mudah saja. Tapi entah mengapa, solusi sepertinya enggan keluar dari persembunyianya.

Kesulitan berpikir jernih seperti ini memang sering terjadi dan dapat menimpa siapa saja. Kondisi seperti inilah yang biasa disebut dengan mental block.

Mental block, penyebab dan cara mengatasinya

Teman-teman mungkin pernah mendengar tentang writers block; sebuah kondisi yang biasanya digambarkan saat seorang penulis tidak dapat memulai tulisan satu kata pun meski sudah duduk berjam-jam di meja kerjanya.

Kondisi writers block, sebetulnya dapat terjadi pada siapa saja, lho. Misalkan nih, saat teman-teman dapat tugas baru, atau tiba-tiba bos minta ide segar untuk kelanjutan promosi produk baru.

Penyebab mental block

Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya mental block.

Menurut peneliti di Harvard Health Letter, ketidakmampuan berpikir dengan jernih dapat disebabkan oleh beberapa hal misalnya konsumsi obat-obatan, kekurangan vitamin B12, kurang tidur, dan bahkan pola makan juga bisa menjadi penyebabnya.

Namun, faktor-faktor tersebut hanyalah sebagian kecil dari penyebab ketidak mampuan kita berpikir jernih. Beberapa faktor lain yang menjadi penyebab mental block antara lain:

#1. Decision fatigue atau ketidakmampuan mengambil keputusan: kelelahan mental dapat terjadi karena telah terlalu banyak membuat keputusan.

#2. Kondisi tempat bekerja yang berantakan; meja, atau kondisi sekitar kita yang berantakan dan ramai, dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang merupakan pemicu stres dan kecemasan

#3. Prokrastinasi atau kebiasaan menunda; teman-teman punya kebiasaan menunda? Sebaiknya segera diselesaikan, jika tidak ingin terserang mental block. Menunda mengerjakan tugas penting dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Akibatnya, teman-teman malah akan semakin sulit untuk menyelesaikan, memulai, atau malah kembali ke pekerjaan yang sedang dilakukan.

#4. Impostor syndrome; Ini bukan penyakit karena game Among us , ya, tapi merupakan ketidakmampuan seseorang untuk menerima atau menginternalisasi keberhasilan yang ia raih. Sindrom ini sering disebut juga phenomenon syndrome. Penderitanya biasanya akan ketakutan jika apa yang pernah ia raih akan dianggap sebagai penipuan. Mental block muncul karena si penderita sibuk dengan ketakutan yang tidak beralasan, sehingga tidak dapat fokus pada hal lain.

#5. Kondisi lingkungan yang mendukung mental block; tuntutan pekerjaan, kondisi pandemi yang tidak pasti, kualitas dan kuantitas tidur yang kurang, semua hal tersebut merupakan kombinasi yang tepat penyebab munculnya mental block.

Cara mengatasi mental block

Sebelum mencari solusi tentang mengatasi mental block, perlu teman-teman ketahui bahwa tidak ada satu solusi pun yang cocok untuk semua orang.

Ketidakmampuan berpikir jernih dapat terjadi karena sejumlah alasan karena itu cara mengatasinya pun juga berbeda-beda.

Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi mental block

#1. Mulailah dengan tugas yang kecil

Kadang kita merasa sulit berpikir karena kita punya begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Semua terlihat sebagai prioritas, smeua harus selesai saat ini juga. Akhirnya bingung, mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Solusinya, tetap kerjakan to-do teman-teman satu per satu.

Agar lebih mudah buatlah daftar to-do dan mulai dari pekerjaan yang beban, atau tingkat kesulitannya paling ringan.

Lupakan sejenak nasehat produktivitas eat the frog. Mengerjakan tugas yang lebih mudah akan membantu kita merasa lebih positif dan menjadi lebih kreatif.

#2. Istirahatlah jika memang harus istirahat

Terus-menerus duduk di depan meja hanya untuk memecahkan satu masalah, akan membuat teman-teman semakinstres dan sulit berpikir jernih. Jika memang sudah tiba waktu istirahat, maka istirahatlah.

Masih ingatkan nasehat guru dan orang tua kita saat ujian; “Kerjakan soal yang mudah dulu. Baru nanti kerjakan yang paling sulit.”

Tentu saja ini ada alasannya. Saat kita berusaha keras untuk mengatasi mental block pada rentang waktu tertentu, kita malah akan semakin fokus kebekuan ide yang kita alami, dibanding penyelesaian masalah tersebut.

Beristirahat sejenak akan membantu mengembalikan kesegaran pikiran, dan mampu mencari prespektif baru terhadap masalah yang dihadapi.

#3. Rapikan tempat kerja

“If a cluttered desk is a sign of a cluttered mind, of what, then, is an empty desk a sign?”

-Albert Eistein-

Okay, Eistein boleh saja berkata seperti diatas, sayangnya, tidak semua orang tahan bekerja di meja atau kondisi sekitar yang berantakan.

Jika teman-teman termasuk tipe yang mudah terdistraksi atau stres karena lingkungan yang sibuk dan berantakan; bisa jadi inilah penyebab mental block yang teman-teman alami.

Karena itu, sebaiknya rapikan terlebih dahulu meja kerja teman-teman sebelum mulai bekerja untuk menghindari distraksi dan mental block.

#4. Tidak memaksakan diri

Apakah teman-teman pemegang prinsip “jika kita bisa di atas rata-rata kenapa harus menjadi rata-rata“?

Well, setiap orang sebetulnya punya batasan masing-masing. Tidak ada yang salah jika kita ingin dikenal sebagai orang yang dapat melakukan lebih dari apa yang teman-teman bisa lakukan.

Tapi sebaiknya jangan berkomitmen mengerjakan lebih banyak tugas, jika memang kita tidak yakin dapat menyelesaikan tepat waktu.

Terlalu banyak berkomitmen terhadap pekerjaan dapat meningkatkan kadar stres, juga memberikan pengaruh negatif secara keseluruhan terhadap kualitas pekerjaan kita.

Over committing juga dapat menyebabkan kita kelelahan, baik fisik ataupun mental.

Jika teman-teman bekerja di kantor dan tugas dari bos lebih banyak dari yang sanggup teman-teman kerjakan, cobalah diskusikan dengan atasan, dan jelaskan situasi teman-teman.

Tanyakan, apakah ada cara untuk menjadwalkan ulang beban pekerjaan, dengan tetap fokus pada pekerjaan yang menjadi prioritas terlebih dahulu.

Cara ini akan membantu meringankan beban kognitif yang menjadi penyebab mental block.

#5. Lakukan self-care

Seperti fisik, mental kita juga butuh untuk beristirahat dan memulihkan kekuatannya. Jika kita terlalu keras memaksakan diri tanpa beristirahat; pada titik tertentu, sangat mungkin teman-teman akan mengalami mental block juga.

Self-care adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan kita. Orang yang bahagia biasanya lebih produktif, lho.

Berikut ini ada beberapa ide self-care untuk mengatasi mental block

  • Cukupi kebutuhan tidur, paling tidak 7 sampai 9 jam
  • Jika mungkin, hindari membawa pulang pekerjaan
  • Luangkan waktu untuk berolahraga
  • Praktekan mindful disetiap kegiatan

Meskipun mental blok dapat terjadi karena banyak faktor, namun, kondisi stres sering dituding sebagai alasan utama.

Karena itu, berusahalah untuk memberikan perhatian yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan kita lainnya.

Selamat mencoba, semoga tips diatas dapat membantu teman-teman mengatasi kebekuan mental yang mungkin teman-teman alami saat ini.

One Reply to “Cara Mengatasi Mental block”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *