fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

5 Penyebab Gagalnya Perubahan

1 min read

Banyak orang ingin berubah. Namun menunda untuk memulainya. Banyak orang yang sudah mulai berubah, namun gagal mempertahankannya. Apa sebabnya?

Saya mencatat setidaknya ada lima kemungkinan penyebabnya.

Menunggu Sempurna.

Menunggu situasinya sempurna untuk berubah. Motivasi tinggi, waktu kondusif, alat dan lingkungan mendukung. Kesempurnaan seperti ini hanya terjadi di alam khayal. Anda tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai sesuatu. Apa yang ada sudah sangat cukup untuk memulainya. Teringat nasihat seorang entrepreneur, Derek Sivers, bagi mereka yang punya niat dan ide usaha:

“Jika Anda berjuang mengumpulkan uang untuk mewujudkan ide Anda, atau berpikir akan menyokong ide Anda dengan pekerjaan lain, maka Anda perlu berpikir ulang mengenai ide tersebut”

Rencana yang Terlalu Ribet

Rencana yang terlalu ribet membuat otak kita nge-hang. Terlalu banyak yang harus dipikirkan dan dilakukan. Akibatnya kita tidak bergerak kemana-mana.

Ingin Langsung Melakukan Perubahan Besar Sekaligus.

Mirip seperti resolusi tahunan. Keren-keren kan? Berapa banyak yang terwujud? Nol besar. Lakukan perubahan kecil saja. Bertahap sedikit demi sedikit. Jika Anda melakukan improvement 1% saja setiap minggu, dalam setahun Anda sudah melakukan improvement 52%!

Perilakunya Terlalu Sulit

Bila kita belum memiliki skill untuk melakukan sebuah perilaku, maka perilaku tersebut menjadi sulit. Ingin menulis artikel berisi 1000 kata per hari, namun tidak pernah mengasah keterampilan menulis sebelumnya, tentu tidak mudah. Ingin memiliki kebiasaan melakukan Sales Call 3x sehari namun kita tidak punya skill Sales Call, tentu perubahan menjadi sulit. Maka, agar mudah, Anda punya dua pilihan:

  1. Mempelajari skillnya terlebih dulu
  2. Mempermudah bentuk perilakunya

Cara pertama butuh waktu. Cara kedua bisa dilakukan sekarang juga. Misal, mengubah tindakan Sales Call di atas menjadi mendapatkan 1 kontak baru. Lebih mudah bukan? Jadikan perilaku yang mudah ini menjadi kebiasaan, sambil pelajari skill untuk melakukan Sales Call.

 

Hanya Mengandalkan Motivasi.

Motivasi itu sifatnya naik turun. Pada saat kita sedang memiliki motivasi tinggi, mempertahankan konsistensi dalam proses berubah itu mudah. Namun pada saat motivasi sedang rendah, mempertahankan konsistensi itu tidak mudah. Maka, jangan hanya mengandalkan motivasi. Kita perlu mengelilingi diri kita dengan lingkungan dan orang-orang yang mendukung. Kita perlu menciptakan struktur penopang untuk mempertahankan konsistensi kita.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang seringkali membuat Anda gagal mengubah diri atau mempertahankan perubahan Anda?

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.