fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

3 Cara Meningkatkan Self-Esteem

1 min read

Di artikel lalu kita sudah memelajari hubungan antara Self-Esteem dengan produktivitas. Ialah Self-Esteem yang tinggi akan berdampak pada produktivitas yang tinggi juga. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Kita juga sudah belajar tiga praktik untuk meningkatkan Self-Esteem yang diambil dari The Six Pillars of Self-Esteem-nya Nathaniel Branden:

  1. Mempraktikkan hidup secara sadar (the practice of living consciously).
  2. Mempraktikkan penerimaan diri (the practice of self-acceptance).
  3. Mempraktikkan tanggung jawab pribadi (the practice of self-responsibility).

Di artikel kali ini kita akan melanjutkan bahasan ini. Selain tiga praktik di atas, ada tiga praktik lainnya yang perlu kita latih berulang-ulang secara konsisten untuk meningkatkan Self-Esteem kita. Apa saja kah itu?

Pertama, mempraktikkan asertivitas pribadi (the practice of self-assertiveness).

Apa yang dimaksud dengan mempraktikkan asertivitas pribadi? Branden mengatakan “mempraktikkan asertivitas pribadi artinya berlatih hidup secara otentik, untuk bicara dan bertindak dari keyakinan dan perasaan terdalam – sebagai cara hidup, aturan hidup.” Praktiknya bagaimana? Contoh sederhana adalah, berani mengatakan tidak terhadap hal yang tidak selaras dengan apa yang kita yakini. Misal, kita mendapatkan peluang project di sebuah perusahaan. Namun, agar lancar, rekan kita menyarankan agar kita memberikan sedikit kadedeuh untuk salah satu direktur di sana. Jika kita meyakini korupsi adalah hal yang terlarang, maka kita perlu secara berani mengatakan tidak pada hal ini. Contoh lain, kita sedang mengerjakan sebuah tugas yang penting, lalu kolega kita meminta bantuan untuk pekerjaan lain. Maka, kita pun perlu secara asertfi menyatakan bahwa kita sedang ada prioritas lain yang sedang dikerjakan. Jika bersedia, silakan menunggu sampai tugas ini tertuntaskan. Inilah yang dimaksud dengan asertivitas pribadi – keberanian menyatakan dengan tenang dan tegas tentang apa prioritas kita.

Kedua, mempraktikkan hidup bertujuan (the practice of living purposely).

Keberanian mengejar tujuan yang berharga dalam hidup kita, apapun itu. Menulis buku, berumah tangga, memulai bisnis baru, menjalani profesi idaman dsb. Apapun keinginan terdalam kita, pastikan ia terhubung dengan tindakan. Sebuah tujuan tanpa rencana tindakan hanya akan menimbulkan frustrasi.

Ketiga, mempraktikkan integritas pribadi (the practive of personal integrity).

Integritas adalah kesatuan antara apa yang kita anggap baik, benar dan penting dengan apa yang kita lakukan. Keselarasan antara nilai, standar, keyakinan dan perbuatan. Seiya sekata antara pikiran, ucapan dan tindakan. Pertanyaannya, apakah kita sendiri sudah jelas dengan apa yang kita anggap baik, benar dan penting?

Sekali lagi, untuk mempraktikkan semuanya mulailah dengan langkah kecil namun konsisten. Lakukan peningkatan sedikit demi sedikit. Ini akan menimbulkan efek akumulasi. Peningkatan 1% sehari dalam setahun akan membuat Anda 38x lebih baik dibandingkan hari ini di akhir tahun nanti.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *