fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Tiga Cara Meningkatkan Self-Awareness

2 min read

Mari kita lanjutkan bahasan artikel kemarin terkait Self-Awareness. Dalam penelitiannya, Tasha Eurich menemukan 95% orang merasa diri mereka sadar diri (Self-Aware) namun kenyataannya hanya 15% dari mereka yang benar-benar sadar diri[1].

Menurut Eurich, ada tiga hal yang menyebabkan hal ini.

Pertama, blind spot. Kita tidak mungkin mengenali diri kita seutuhnya. Ada bagian dari diri kita yang tidak bisa kita kenali tanpa orang lain yang melihatnya. Ini karena sebagian besar perilaku kita bersifat otomatis, sering kali kita tidak sadar dengan apa yang kita lakukan.

Kedua, feel-good effect. Kita merasa bahagia saat melihat sisi positif diri kita. Sehingga kita cenderung fokus hanya pada hal-hal positif dari diri kita sendiri.

Ketiga, cult of self. Mengkultuskan diri sendiri. Ini adalah akibat dari popularitas yang tercipta dengan adanya media sosial. Kita merasa hebat, merasa keren, merasa mampu padahal kenyataannya kita tidak sehebat, sekeren, dan semampu yang kita kira.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan Self-Awareness? Tasha Eurich menyarankan tiga cara berikut untuk meningkatkan kesadaran diri kita.[2]

Pertama, ambil keputusan.

Ambil keputusan untuk mengenali diri Anda yang sebenarnya. Putuskan untuk menemukan kebenaran, sepahit apapun rasanya. Pertimbangkan untuk mengenal diri Anda secara internal maupun eksternal (ISA dan ESA).

Kedua, dapatkan feedback (masukan; umpan balik) dari orang lain.

Mengapa banyak orang yang “sudah berpengalaman” berhenti bertumbuh? Karena mereka berhenti menerima feedback. Mereka yang “sudah berpengalaman” sering overestimate mengukur kemampuan mereka sendiri. Pengalaman menciptakan kepercayaan diri semu tentang kemampuan diri sehingga kita berhenti belajar, tidak mau berlatih, tidak pernah mempertanyakan asumsi yang kita buat sendiri. Alasannya sederhana, semakin berpengalaman seseorang, semakin sedikit orang yang berani memberikan feedback kepada mereka.

Maka, salah satu cara untuk meningkatkan Self-Awareness adalah menemukan seseorang yang mau memberikan feedback kepada kita. Tentu saja, jangan minta feedback dari semua orang. Ini akan membuat Anda bingung dan kewalahan. Mintalah kepada satu dua orang yang dengan ruthlessly compassionate mau memberikan constructive feedback kepada kita.

Ajukan dua pertanyaan berikut ini:

“Apa yang sudah saya lakukan yang mendukung kesuksesan tim kita?”

“Apa yang sudah saya lakukan yang menghambat kesuksesan tim kita?”

Ketiga, lakukan introspeksi diri secara tepat.

Caranya adalah dengan go wide (meluas) bukan go deep (mendalam). Go deep adalah terlalu banyak bertanya “mengapa” sementara go wide adalah dengan banyak bertanya “apa.” Terlalu banyak bertanya “mengapa” membuat Anda berpikir mendalam. Pertanyaan “mengapa” menghasilkan pembenaran di balik pikiran, perasaan dan perilaku Anda. Ini adalah cara yang tidak tepat dalam melakukan introspeksi diri.

“Mengapa saya lebih menyukai pekerjaan A?”

“Mengapa saya suka bekerja dengan B?”

“Mengapa saya melakukan C?”

“Mengapa saya gagal melakukan D?”

“Mengapa perusahaan lebih memilih E?”

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak membuat Anda menemukan kebenaran. Apa yang akan Anda temukan adalah pembenaran di balik sikap dan perilaku Anda.

Alih-alih bertanya “mengapa” ajukanlah pertanyaan “apa.”

“Apa yang mampu saya lakukan?”

“Apa pilihan yang saya miliki?”

“Apa peluang yang saya miliki?”

Kemudian lihatlah pola dalam sebaran jawaban Anda.

Termasuk introspeksi diri yang tepat adalah mengajukan tiga pertanyaan berikut di akhir hari Anda:

“Apa yang berjalan dengan baik hari ini?”

“Pelajaran apa yang saya dapatkan? Apa yang dapat saya lakukan secara berbeda?”

“Perspektif (opini; sudut pandang) siapa yang bisa saya dapatkan saat saya memiliki tantangan tertentu?”

Kesimpulannya, putuskan untuk membangun kesadaran diri internal dan eksternal, dapatkan umpan balik jujur dari orang yang kita percaya, dan ajukan pertanyaan “apa” alih-alih pertanyaan “mengapa” untuk mengenali diri Anda secara lebih baik. Tidak peduli berapa banyak kemajuan yang kita buat, selalu ada yang perlu dipelajari. Inilah yang membuat perjalanan menuju kesadaran diri begitu menarik. Anda setuju?

 

Catatan Kaki:

[1] https://www.forbes.com/sites/jeffkauflin/2017/05/10/only-15-of-people-are-self-aware-heres-how-to-change/#4c83c0d02b8c

[2] http://www.signature-reads.com/2017/05/tasha-eurich-provides-3-strategies-for-becoming-more-self-aware/

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *