fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Tak Tergantikankah Anda?

1 min read

Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nations mengatakan, untuk memenangkan bisnis, Anda harus mampu memecah sebuah pekerjaan kompleks menjadi pekerjaan-pekerjaan yang lebih sederhana. Dengan demikian, para pekerja dapat menyelesaikannya cukup dengan mengikuti instruksi yang sederhana. Mesin-mesin pun diciptakan untuk memproduksi barang. Dari sinilah muncul konsep tentang pabrik. Barang-barang dapat diproduksi di pabrik oleh tenaga kerja yang dibayar murah, menyingkirkan para pengrajin terlatih. Revolusi Industri pun lahir.

Setelah 300 tahun, hari ini, Gerber melalui buku E-Myth Revisited-nya, pun mengkhotbahkan hal yang sama. Sistem bisnis yang sempurna adalah sistem yang dapat dijalankan oleh orang-orang dengan keterampilan serendah mungkin. Sehingga bila satu pekerja keluar, ia dapat dengan segera digantikan oleh orang lain. Manusia hanya bekerja seperti robot. Mengikuti serangkaian instruksi (baca: SOP) dan mengabaikan bakat yang dikaruniakan kepadanya. Orang-orang dibayar berdasarkan kepatuhan dan kehadirannya. Bukan berdasar karyanya. Apalagi kreativitas dan ide-idenya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, diciptakanlah “Pabrik Manusia”, sekolah namanya. Sekolah memiliki struktur mirip seperti pabrik: masukan, proses, keluaran. Masukan sekolah adalah anak-anak yang beranekaragam bakat dan potensinya. Dalam prosesnya, mereka disamaratakan. Mereka dituntut untuk melakukan hal yang sama. Dilatih dan diuji dengan cara yang sama. Mereka dilatih untuk patuh, mengikuti instruksi, dan melupakan kreativitas. Keluarannya adalah anak-anak yang lupa bahwa mereka unik. Lupa bahwa mereka berbakat. Lupa bahwa mereka punya potensi yang berbeda-beda.

linchpin

Namun, jaman pun berganti. Era informasi hadir. Internet menjangkau semua orang. Orang-orang berbakat mulai mempertanyakan hal ini: “Apakah aku hanya sekadar robot yang mudah digantikan?”

Gerakan-gerakan perubahan muncul. Intrapreneur dan entrepreneur baru lahir. Pekerja kreatif dengan bangga melahirkan karya. Muncullah profesi-profesi baru: blogger, content creator, product developer, internet marketer, desainer grafis, animator, copywriter dsb. Sistem penilaian karyawan pun mulai diperbaiki, meski belum sempurna. Kini, mereka bukan sekadar dibayar berdasarkan kepatuhan dan kehadirannya, melainkan kreasi dan karyanya. Sekolah mazhab baru pun muncul. Mulai dari homeschooling sampai unschooling. Dari sekolah alam sampai sekolah berbasis potensi daerah. Harapan baru kini muncul.

Orang-orang mulai menyadari bahwa dirinya unik. Bahwa mereka punya potensi yang berbeda-beda. Bahwa mereka tak mudah tergantikan. Mereka adalah para Linchpin, demikian istilah Seth Godin. Linchpin adalah orang-orang yang tak tergantikan. Linchpin bukanlah sekadar orang-orang yang terlatih. Bukan pula sekadar mereka yang berpengetahuan tinggi. Linchpin adalah orang-orang yang menciptakan perbedaan. Mereka memecahkan masalah, mencipta karya, memberikan nilai tambah.

Jika ingin dihargai, jadilah linchpin. Jika ingin dibayar mahal, jadilah linchpin. Jika ingin menciptakan perubahan, jadilah linchpin. Pertanyaannya, apakah Anda seorang Linchpin?

“Life is too short not to do something that matters” ~ Seth Godin

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.