fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

COACH State: 5 Prinsip untuk mengakses Trusting Mindset

1 min read

Menurut John Eliot, PhD., kita akan mampu menampilkan performance terbaik kita saat kita menggeser proses berpikir kita. Dari TRAINING MINDSET menjadi TRUSTING MINDSET. Training mindset adalah melakukan sesuatu sambil berpikir benar salah. Pikiran kita saat itu menjadi analitis dan kritis. Sehingga kita tidak mampu nge-flow saat melakukan sesuatu. Sebaliknya, Trusting Mindset adalah saat kita melakukan sesuatu sepenuh jiwa. Tanpa takut benar atau salah melakukannya. Kata orang beladiri, saat kita mampu mencapai mushin (Jepang; Tiongkok: wu hsin) atau empty mind. Pada kondisi ini kita akan melakukan sesuatu tanpa beban, tenang dan berhasil memunculkan versi terbaik dari kemampuan kita.

tai_chi_

Dalam pendekatan lain, trusting mindset adalah kondisi saat inner game (pikiran, mood, emosi) kita selaras dengan outer game (skill, perilaku; tindakan) kita. Berdasarkan pengamatan Tim Gallwey selama melatih atlit tennis profesional. Pertandingan yang terjadi di antara atlit level dunia bukanlah beradu outer game melainkan inner game. Siapa yang mampu mengelola inner game-nya ia akan mampu mengeluarkan skill terbaiknya dan memenangkan pertandingan.

Demikian pula mungkin yang terjadi saat dua master beladiri bertemu. Saat mereka saling menempel tangan, maka bukan outer game-nya yang bermain melainkan inner game-nya. Maka tak heran, bila kita belajar beladiri, kita tak hanya diminta untuk melatih fisik kita saja. Kita pun dituntut untuk melatih pikiran kita. Bahkan di beberapa aliran, latihan fisik hanyalah sarana untuk melatih pikiran. Disiplin fisik tanpa disiplin pikiran tidak akan menghasilkan keunggulan.
Beruntung saya bertemu konsep COACH state-nya Stephen Gilligan dan Robert Dilts. Gilligan (yang merupakan praktisi Aikido) mengajarkan konsep ini dalam membantu seorang coach untuk shifting dari training mindset menuju trusting mindset. Menurut Gilligan, seorang coach akan mampu perform dengan baik bila ia mampu mengakses state ini. Sebagai seorang praktisi beladiri kita pun dapat memanfaatkannya saat kita ingin memunculkan skill terbaik kita.
COACH State merupakan sebuah akronim untuk: Centered, Open, Aware, Connected, dan Hold. Dalam beladiri, kita dapat mengakses state ini sebagai berikut.

  • Centered: Kokoh, tenang, rileks, percaya diri, terpusat. Dalam wing chun, ingat dan menjaga center line kita.
  • Open: Terbuka dengan segala kemungkinan. Tidak mengira-ngira atau memprediksi gerakan lawan. Menerima dan me-utilisasi apapun yang terjadi.
  • Aware: Membuka seluruh indera. Melihat, mendengar, dan merasakan gerakan lwab. Memperhatikan dan menandai perubahan-perubahan yang terjadi, sekecil apapun.
  • Connected: Menyatu dengan diri Anda dan menyatu dengan sekeliling Anda. Terhubung dengan lawan. Sehingga kita dapat mengikuti gerakan mereka.
  • Hold: Menjaga jarak dengan emosi kita. Mengenali emosi negatif (ketakutan, ketegangan dsb) yang muncul dan mengarahkannya.

Lawan dari COACH state adalah CRASH state. CRASH state adalah kondisi yang membuat kita tidak optimal dalam mengeksekusi sesuatu.

  • Contracted: Tegang, takut, cemas.
  • Reactive: Reaktif tanpa pertimbangan. Terbawa “permainan” lawan.
  • Analysis into paralysis: Terlalu memikirkan apa yang harus dilakukan.
  • Separating: ‘Terpisah’ dengan sekeliling Anda. ‘Terpisah’ dengan lawan Anda.
  • Hurt: Terbawa emosi negatif (ketakutan, kecemasan, kemarahan). Dikendalikan oleh emosi dan terluka olehnya.

Menarik bukan? Kita dapat memanfaatkan state ini kapanpun kita ingin ‘perform’ lebih baik. Kapanpun kita ingin mengakses ‘Creative Unconsciousness’ kita. Kapanpun saat kita ingin menyelaraskan ‘inner game’ kita dengan ‘outer game’ kita. Entah saat menjual, mengajar, melatih, menari, melukis, bahkan berjurus.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *