fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Insight dari Bandung Entrepreneur Day 2016

1 min read

Ahad yang lalu saya menyempatkan diri untuk mengunjungi event Bandung Entrepreneur Day di Sasana Budaya Ganesha ITB. Event yang diselenggarakan oleh para alumni Grounded Business Coaching-nya Dr. Fahmi ini terbilang sukses. Mengapa saya katakan sukses, setidaknya karena tiga hal.

  • Pertama, acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 orang (bahkan mungkin tembus di atas 1000 orang. Maklum saya agak kurang pintar memperkirakan jumlah hehe…).
  • Kedua, berhasil menghadirkan Kang Aher (Gubernur Jawa Barat) dan Kang Emil (Walikota Bandung).
  • Ketiga, materi diisi oleh para praktisi bisnis level nasional seperti teh Sally Giovani (Batik Trusmi), pak Subiyakto (pakar branding) dan pak Laksita Utama Suhud (mantan CEO Balai Kartini, praktisi Guirella Marketing dan penulis buku 10 Greatest Advertising Secrets).

Nah, dalam artikel kali ini saya akan berbagi insight yang didapatkan selama mengikuti event tersebut.

Saya awali dengan insight yang saya dapatkan dari sesi Kang Emil ya…

kang-emil-bandung-entrepreneur-day-2016
Sumber gambar: berita.bandung.go.id

 

Misi kang Emil adalah menciptakan Kota Bandung yang Liveable dan Loveable. Kota yang fungsional dan dicintai. Harapannya beliau dapat meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Kota Bandung. Untuk menuju ke sana tentu tidak mudah. Ada keterbatasan dari sisi kemampuan dan budaya birokrasi. Untuk itulah dibutuhkan terobosan-terobosan inovatif untuk mewujudkannya. Dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi, pelan-pelan misinya terwujud. Konsep beliau adalah menelurkan ide di level lokal, namun berdampak di level global. Berikut sebagian kecil inovasi yang dihasilkan oleh beliau:

  • Revitalisasi taman-taman kota;
  • Pedestrianisasi 12 jalan utama kota Bandung;
  • Control Panel Bandung SmartCity ala Star Trek;
  • Little Bandung Store di Kuala Lumpur dan Bangkok (ciri orang PD menghadapi MEA adalah ofensif, bukannya defensif, kata beliau);
  • Kredit Melati untuk melawan rentenir. Kredit pedagang kecil tanpa bunga;
  • Layanan delivery service untuk pengurusan dokumen kependudukan (akta kelahiran misalnya);
  • Rutin jadi wali nikah warga Kota Bandung dengan hastag #KamuKapan? He he he…

Pesan beliau untuk para entrepreneur, “Fokus ciptakan karya dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, kerja berkualitas!”

Sesi kedua diisi oleh kang Aher, Gubernur Jawa Barat. Gubernur yang ustadz ini mengingatkan kita, kata mabrur tidak hanya diperuntukkan bagi seseorang yang sudah pergi haji. Kata mabrur juga dilekatkan pada pedagang. Pedagang yang mabrur artinya pedagang yang banyak kebaikannya. Beliau mengingatkan, tidak ada larangan kaya dalam agama. Selama kekayaannya diperoleh dengan cara yang baik dan dibelanjakan untuk hal-hal yang baik. Bahkan, dalam do’a sapu jagad yang kita hafal kita diminta untuk berdo’a untuk mendapatkan hasanah fii dunya, menurut sebagian ulama, hasanah fii dunya dapat berarti dua hal: istri cantik yang salihah atau harta yang halal dan melimpah.

Sesi berikutnya adalah sesi yang diisi oleh mbak Sally Giovani, Pak Bi, dan Pak Laksita. Hanya karena artikel ini sudah terlalu panjang, lain waktu saja saya bagikan insight yang saya dapatkan dari mereka bertiga ya. Oya, ini ada insight dari sesi pak Laksita di event lain. Semoga bermanfaat.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mengenal Self-Coaching

Darmawan Aji
1 min read

Empat Keyakinan Seorang Coach Pro

Saya sempat membaca di blognya ICF, ada dua cara berpikir yang membedakan antara coach pemula dengan coach yang sudah pro. Perbedaan cara berpikir inilah...
Darmawan Aji
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *