fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

The First 20 Hours

1 min read

Buku “The First 20 Hours” adalah buku yang ditulis oleh Josh Kaufman. Penulis menyebut dirinya sebagai ‘learning junkie‘ – orang yang gila belajar. Bagi orang yg suka mempelajari berbagai hal, buku ini sangat cocok. Juga untuk orang yg suka berbagai hobi dan mempelajari berbagai skill.

Ide dasar dari buku ini ada dua:
1. Berapa lama waktu yg diperlukan untuk menguasai sebuah skill baru?
2. Bagaimana menguasai sebuah skill baru dg waktu sesingkat-singkatnya?

Mari kita bahas satu per satu.

Bila kita membaca buku Malcolm Gladwel yg berjudul OUTLIERS, kita akan menemukan “Aturan 10.000 Jam.” Gladwel mengutip penelitian Anders Ericsson tentang waktu yg diperlukan utk menguasai sebuah world-class skill. Menurut Ericsson, kita perlu meluangkan waktu selama 10.000 jam untuk menjadi ahli dalam sebuah keterampilan.
Penelitian ini sering disalahpahami oleh orang awam. Orang awam menganggap bahwa untuk menguasai sebuah skill (di level manapun) kita perlu melatihnya 10.000 jam. Padahal yg dimaksud adalah skill di level dunia – World class skill: Skill memasak ala chef bintang lima, skill tennis level pemain Wimbledon, skill basket pemain NBA, skill sepak bola pemain World Cup, atau skill golf pemain PGA TOUR.
Namun, jika kita hanya perlu menguasai skill untuk sekadar keperluan pribadi, benarkah kita perlu waktu 10.000 jam? Jawabannya: Tidak Perlu.

Menurut hipotesis Josh Kaufman kita hanya memerlukan waktu 20 jam untuk menguasai sebuah skill utk keperluan pribadi: Bermain gitar untuk menghibur teman, bermain catur dengan kawan, bermain tenis dengan tetangga, bermain golf dg rekan bisnis.

Anda bisa menguasai itu semua hanya dengan meluangkan 20 jam.

the-first-20-hours

Menarik bukan?

Kaufman mengistilahkan proses penyerapan keterampilan yg cepat ini dg istilah “Rapid Skill Acquisiton” (Bahasa Indonesianya apa ya? Rapid = cepat; Skill = keterampilan; Acquisition = akuisisi; perolehan – Perolehan keterampilan dengan cepat 😁)

Apa itu Rapid Skill Acquisition?

Rapid Skill Acquisition adalah proses mem-break down sebuah skill yang ingin Anda kuasai menjadi elemen-elemen yang lebih kecil – bahkan terkecil. Kemudian mengidentifikasi elemen mana yang terpenting, dan secara terencana melatih elemen terpenting tersebut terlebih dahulu.

Ada lima langkah dalam melakukan Rapid Skill Acquisition:

  1. Deciding: Memutuskan dengan tepat apa yang ingin Anda kuasai. Termasuk menentukan level kedalamannya.
  2. Deconstructing: Memecah skill menjadi sub-sub skill yang lebih sederhana. Sehingga Anda dapat melatihnya secara mandiri.
  3. Learning: Mempelajari konsep dasar teori secukupnya. Sehingga Anda dapat mengkoreksi latihan Anda sendiri.
  4. Removing: Menyingkirkan hambatan fisik, mental, emosional yang menghalangi proses latihan.
  5. Practicing: Melatih elemen sub skill terpenting setidaknya dalam 20 jam.

Sederhana bukan? Hanya membutuhkan keputusan dan kemauan.

Nanti kita buatkan artikel khusus yang membahas lima langkah ini. Setuju?

Artikel terkait dapat Anda baca di sini.

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *