fbpx

Proses Pengembangan Diri Lambat, Apa yang Harus Dilakukan?

2 min read

solusi saat self development lamat

Jika proses pengembangan diri kita melambat, kemungkinan penyebabnya ada dua; salah memilih tujuan (goal), dan attitude atau lingkungan kita yang kurang mendukung.

Namun, seperti pakem dalam self development dan produktivitas, mengharap lingkungan yang berubah untuk kita jelas tidak mungkin. Kita yang memilih goal (tujuan), maka hanya kitalah yang perlu bertanggung jawab terhadap proses pencapaian tersebut.

Proses pengembangan diri lambat, apa yang harus dilakukan?

Saat kita punya impian atau tujuan, biasanya kita mudah sekali berfokus pada hasil. Apalagi jika kita mengenal sosok yang biasa kita jadikan idola, di mata kita perubahan mereka begitu mudah dilakukan; sementara kita membangun satu habit saja, susahnya minta ampun.

Apa sebabnya, dan bagaimana mengoreksinya? Berikut solusi yang bisa teman-teman coba.

Solusi #1. Start with Why

Seperti tulisan Simon Sinek dalam bukunya, mengetahui alasan sebenarnya kita menginginkan pertumbuhan, perubahan, -apapun itu,- bisa menjadi titik tolak yang powerful untuk pengembangan diri kita.

Selama ini, mungkin kita sudah berusaha keras mencoba, hanya saja, daya lentingnya kurang karena alasan pengembangan diri kita yang sebenarnya belum kita miliki.

Bisa jadi, perkembangan itu kita inginkan karena pasangan, teman-teman bisnis, atau malah, sekedar tidak ingin ketinggalan trend.

Jadi, cobalah temukan “why” dalam diri teman-teman. Dan lihatlah perubahan yang akan teman-tema alami.

Akar masalahnya bukan di “yang terlihat”, akar masalahnya selalu di “yang tak terlihat”.

-Buku “Self-Coaching, Seni Mengelola Diri untuk Maksimalkan Potensi, hal.25-

Solusi #2. Temukan identitas yang diharapkan

Apa identitas yang ingin teman-teman bentuk dari proses pengembangan diri teman-teman selama ini? Jika habit yang teman-teman pilih adalah olahraga 30 menit setiap hari, menghindari makan gorengan, lebih memilih raw food dibanding cooked food,- identitas seperti apa yang ingin teman-teman bentuk di masa depan?

Identitas adalah apa yang teman-teman yakini, dan gambaran hasil yang menentukan apa yang teman-teman ingin raih.

Misalkan jika saat ini teman-teman ingin turun berat badan, identitas seperti apa sih, yang ingin teman-teman bentuk?

  • Apakah ingin menjadi pribadi yang terlihat sehat dan bugar meski sudah berusia di atas 50 tahun?
  • Apakah ingin menjaga kesehatan sebagai wujud rasa syukur kepada Yang Maha Pencipta?
  • Apakah turun berat badan adalah wujud rasa sayang pada diri kita sendiri?

Bisa saja kita membuat motivasi “ingin turun berat badan” dengan

“agar kelak tidak merepotkan anak-anak karena tidak sakit-sakitan”

“agar pasangan semakin sayang”

“agar bebas pakai baju mana saja yang disukai”

Namun, perubahan yang tidak berasal dari diri kita, bukan untuk diri kita, biasanya tidak akan sekuat jika perubahan tersebut kita lakukan untuk diri kita sendiri.

ide solusi proses self development yang lambat

Solusi #3. Beri alasan yang spesifik

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, nilai atau value yang teman-teman miliki, perlu sealur dengan orang dan sistem di lingkungan teman-teman.

Jadi. milikilah sistem dan lingkungan yang membantu teman-teman mencapai perubahan yang diinginkan.

Inilah salah satu alasan Mindshare secara kontinu membuka kelas “27 Hari Mengubah Hidup“, dengan harapan akan menjadi lingkungan dan latihan teman-teman membangun sistem yang selaras dengan nilai yang teman-teman anut.

Oya, saat ini Mindshare juga sedang menyiapkan sebuah platform yang akan menjadi wadah untuk alumni berbagi pengalaman, mencari ide perubahan, dan saling menguatkan saat mencapai tujuan.

Tunggu info selanjutnya, di grup Facebook atau di Instagram, ya.

Kembali ke topik semula; selain memiliki lingkungan yang mendukung, pastikan juga teman-teman spesifik dalam membuat goals. Jika kurang spesifik, bagaimana teman-teman akan tahu jika tujuan teman-teman tercapai?

Jika tentang menurunkan berat badan, pastikan berapa kilogram ingin turun, dan kapan penurunan tersebut ingin teman-teman capai?

BJ FOGG, penulis buku Tiny Habits, menyarankan untuk memulai kebiasaan dengan standar serendah mungkin. Menurut Fogg, kebiasaan yang paling kecil seharusnya

  • Butuh waktu kurang dari 30 detik
  • Tidak butuh effort lebih
  • Tidak menciptakan emosi yang merusak

Tapi tetap, pastikan kebiasaan tersebut, memang kebiasaan yang kita inginkan, bukan kebiasaan yang “seharusnya”.

Solusi #4. Konsistenlah

Sebetulnya ada hikmah yang bisa kita pelajari dari perkembangan diri kita yang lambat. Kita semakin menyadari bagaimana proses perubahan pada diri kita terjadi, kita pun akan memahami apa arti pentingnya proses dibandingkan hasil.

Jadi, berusahalah untuk tetap konsisten melakukan apa yang sudah teman-teman rencanakan. Bagaimanapun juga setiap kita memiliki waktu kita sendiri untuk bertumbuh dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Sebagai penutup, berikut “wejangan” dari Seth Godin, yang mungkin bisa menambah semangat teman-teman.

“Some people show up when they need something. Some people show up before they need something, knowing that it will pay off later when they need something. And some people merely show up. Not needing anything, not in anticipation of needing something, but merely because they can.”

Seth Godin