fbpx

Tips Cara Belajar yang Tepat untuk para Entrepreneur

2 min read

tips belajar untuk yang sibuk

Belajar hal baru adalah hal yang wajib untuk seorang entrepreneur. Bahkan rata-rata entreprenuer sukses memiliki banyak ketrampilan dan pengetahuan yang melengkapi kesuksesan binis mereka.

Ambil contoh ilmu negosiasi, komunikasi, melatih karyawan, mengembangkan produk, keuangan, strategi pemasaran, dan masih banyak lagi.

Masalah pertama (dan paling sering terjadi) adalah keterbasan waktu, sementara kebutuhan pelajaran banyak.

Ide cara belajar yang tepat untuk entrepreneur

Selama ini kita mendengar butuh waktu 10.000 jam untuk dapat belajar atau menguasai ketrampilan baru. Sepuluh ribu jam, berarti sekitar 416 hari atau sekitar 1 tahun lebih.

Sulit dibayangkan jika harus menguasai 1 pengetahuan atau ketrampilan dalam kurun waktu selama itu.

Syukurlah, pendapat tersebut kini terbantahkan.

Pendapat terbaru menyatakan jika jumlah waktu untuk mempelajari hal baru, tergantung dengan beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran tersebut.

Josh Kaufman, dalam sesi TED Talk berjudul “The First 20 hours“, malah menyatakan jika hanya butuh waktu 20 jam untuk menguasai satu pelajaran atau ketrampilan baru.

Jika dihitung per hari, maka kita perlu meluangkan waktu sekitar 45 menit, untuk dapat menyelesaikan pelajaran baru tersebut.

Namun, dengan banyaknya to-do yang harus dikerjakan sebagai seorang enterpreneur, jumlah waktu ini mungkin masih dirasakan terlalu banyak.

Karena itu, lebih baik mengubah cara berpikir juga hasil yang ingin diperoleh dibandingkan benar-benar menguasai semua hal yang harus teman-teman tahu.

Trik cara belajar hal baru untuk para enterpreneur

Jika yang kita harapkan adalah menguasai ketrampilan atau materi tertentu (termasuk juga melakukan kebiasaan yang ingin kita miliki), dengan sempurna,-biasanya-, potensi gagal lebih cepat datang dibanding yang kita pikirkan.

Cara belajar terbaik adalah memperlakukan proses pembelajaran seperti teman-teman memperlakukan mewujudkan tujuan bisnis; membagi nya ke dalam sub-sub pembelajaran yang lebih kecil.

Misalkan ketika belajar menguasai ketrampilan Self-Coaching; teman-teman bisa mulai dari memahami dasar Self-Coaching, memetakan kondisi, membangun awareness, dan seterusnya. (PS. tahapan ini bisa disesuaikan dengan kebiasaan belajar).

Agar tahapan pada pertama ini efektif, teman-teman bisa mengikuti saran dari Kaufman saat belajar memainkan ukulele

1. Pastikan tujuan pembelajarannya

Apakah ingin mencapai big goals, atau hanya sekedar performance goals. Dari target pembelajaran inilah, teman-teman akan dapat menentukan berapa lama waktu yang teman-teman butuhkan untuk belajar.

2. Bagi pembelajaran, menjadi sub-sub pembelajaran

Kita semua tahu, jika setiap ketrampilan sesungguhnya terdiri dari beberapa ketrampilan kecil. Misalkan ketrampilan bermain basket; maka kita perlu terampil mengoper, menggiring, menembak bola ke jaring, mengatur langkah, dan menangkap bola.

Jadi, langkah kedua yang perlu teman-teman lakukan, adalah membagi pembelajaran ke dalam ketrampilan-ketrampilan kecil.

Dengan memecah pembelajaran menjadi beberapa bagian, teman-teman akan lebih mudah memilih ketrampilan mana yang ingin dipelajari terlebih dahulu.

Cara belajar ini juga akan mengurangi stres dan ketegangan yang biasa kita alami saat mempelajari hal yang sulit atau membentuh kebiasaan yang mengubah hidup.

3. Latih ketrampilan yang paling mudah terlebih dahulu

Melatih ketrampilan yang mudah tentu lebih mudah pula dilakukan, dan kemungkinan berhasil juga lebih besar.

Pengalaman sukses melakukan sesuatu biasanya akan memberi tambahan semangat pada diri kita.

Melakukan hal yang mudah untuk dilakukan juga membantu kita menghindarkan diri dari melakukan penundaan (dalam hal ini menunda memulai pembelajaran).

Sebagai contoh, ketika ingin mempelajari CRO (conversion rate optimization), materi pembelajaran yang seabrek mungkin sudah membuat pusing kepala.

Jadi, cobalah untuk menguraikan materi pembelajaran dengan membaginya menjadi ketrampilan kecil, seperti

  • Belajar menulis headlines yang menarik
  • Belajar menulis CTA yang asik
  • Melakukan riset audien
  • Uji coba

Lengkapi 3 tahapan diatas dengan membuat daily commitment dan set reminder 10-15 menit sebelum waktu belajar, agar teman-teman tidak lupa waktu belajar yang telah ditetapkan.

Jika mengikuti waktu Kaufman, maka teman-teman perlu mengalokasikan waktu 45 menit setiap hari untuk belajar. Namun, jika hal ini juga masih dirasa sulit, cobalah ikuti saran Peter Bregman, penulis buku “18 minutes: Find Your Focus, master Distraction, and Get the Right Things Done“.

Alokasikan waktu dan jam yang memang teman-teman dapat memenuhinya.

Luangkan waktu sedikitnya 5 menit sehari untuk fokus mempelajari keterampilan baru. Jika Anda ingin menghabiskan lebih dari 5 menit sehari, silahkan. Tapi luangkan setidaknya – paling sedikit – 5 menit sehari. ” – Peter Bregman

Jangan lupa, lakukan juga review agar tahu apakah cara belajar teman-teman menghasilkan seperti apa yang diharapkan atau malah masih ada celah untuk perbaikan.

Temukan cara belajar yang lebih terstruktur dan sesuai dengan tujuan, dengan program 27 Hari Mengubah Hidup. Silahkan cek infonya di http://bit.ly/27Hari