fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Pentingnya Melacak Kemajuan dalam Mencapai Tujuan

3 min read

Berapa indeks massa tubuh kita hari ini?

Berapa kalori yang kita konsumsi hari ini?

Berapa langkah yang sudah kita lakukan hari ini?

Tidak banyak orang yang tahu jawaban dari pertanyaan ini. Mengapa? Karena pertanyaan ini dirasa tidak relevan. Namun, bagi mereka yang memiliki tujuan menurunkan berat badan, pertanyaan di atas menjadi relevan. Namun menariknya, tidak banyak orang yang ingin turun berat badan bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Berapa jam persisnya yang kita gunakan untuk melakukan pekerjaan high-impact setiap hari? (aktivitas yang terkait dengan pencapaian tujuan besar Anda)

Berapa jam persisnya yang kita gunakan untuk mengerjakan pekerjaan low-impact setiap hari? (rutinitas; pekerjaan administratif)

Berapa jam persisnya yang kita habiskan untuk aktivitas non produktif setiap hari? (misalnya: scrolling sosial media, nonton serial TV, main game dsb)

Sekali lagi tidak banyak orang yang tahu jawaban dari pertanyaan ini. Namun, bagi mereka yang ingin meningkatkan produktivitas pribadinya, pertanyaan di atas menjadi penting dan relevan.

Berapa persisnya penghasilan yang kita dapatkan hari ini?

Dari mana saja uang tersebut masuk ke dompet kita?

Berapa persisnya pengeluaran kita hari ini?

Untuk apa saja uang tersebut keluar dari dompet kita?

Bagi mereka yang ingin mengelola uang lebih baik. Entah ingin bebas utang, meningkatkan kekayaan bersih, menghemat pengeluaran atau meningkatkan penghasilan, pertanyaan di atas menjadi relevan dan penting.

Darren Hardy dalam buku The Compund Effect mengatakan, jika kita ingin melakukan perubahan di satu area maka kita perlu melacak segala sesuatu di area tersebut. Hardy mengatakan:

“To help you become aware of your choices, I want you to track every action that relates to the area of your life you want to improve”

Artinya, jika kita ingin bebas utang maka kita perlu melacak setiap rupiah yang keluar dari dompet kita. Jika kita ingin menurunkan berat badan, kita perlu melacak setiap makanan yang masuk ke mulut kita. Jika kita ingin lebih produktif, kita perlu melacak penggunaan waktu setiap menit kita.

Kenapa kasino di Las Vegas dapat menghasilkan banyak uang? Karena mereka melacak aktivitas di setiap meja, setiap pemenang, setiap jam. Mengapa seorang pelatih Olimpiade dibayar mahal? Karena mereka melacak setiap latihan, kalori dan nutrisi atlit. All winners are trackers.

Inilah sebabnya, para entrepreneur punya metriks – ukuran yang mereka jadikan patokan. Mereka punya metriks untuk mengukur kondisi bisnisnya, Mulai dari Convertion Rate, ROI, NPS, BEP dsb. Tanpa metriks semacam ini, mereka akan kebingungan untuk mengukur apakah bisnisnya maju atau malah mundur. Jika tidak diukur, maka tidak akan bisa dikelola. Hasil pengukuran ini mereka gunakan sebagai insight untuk strategi bisnisnya.

Jadi, melakukan pelacakan (tracking) itu penting. Setidaknya, ada enam alasan mengapa melakukan tracking itu penting.

Pertama, menyadari pola.

Tracking membantu kita mengetahui posisi saat ini. Tracking juga membantu kita sadar dengan pola kita saat ini. Melacak kemana uang pergi menyadarkan kita bagaimana kita menggunakan uang kita. Melacak untuk apa waktu kita digunakan menyadarkan kita bagaimana cara kita menggunakan waktu.

Dengan tracking, kita mendapatkan data. Kita jadi tahu dimana pemborosan dan kebocoran terjadi. Kita jadi tahu mana yang bisa kita optimasi. Tanpa data, kita buta. “We can not manage what we can’t measure” demikian kata guru manajemen Peter Drucker.

Data awal ini juga bisa kita jadikan sebagai baseline alias patokan awal. Mengetahui patokan awal membantu kita dalam menetapkan tujuan yang realistis. Jika saat ini kita hanya melangkah 2000 langkah sehari maka menetapkan target 4000 langkah lebih masuk akal dibandingkan 10.000 langkah.

Kedua, membangun akuntabilitas dan konsistensi.

Dengan tracking, kita akan lebih bertanggungjawab terhadap rencana kita. Tanpa tracking berkelanjutan, tujuan dan rencana tindakan akan mudah terlupakan. Mengapa? Karena dalam hidup ada banyak hal yang bisa mendistraksi kita dari tujuan kita. Melakukan tracking adalah upaya untuk menjaga kita agar tetap ingat dengan tujuan dan rencana kita.

Tracking membantu kita memfokuskan perhatian pada hal yang tepat. Pada hal-hal yang memang perlu kita berikan perhatian. Hal-hal yang membantu kita dalam mencapai tujuan kita.

Pada akhirnya, tracking membantu kita lebih konsisten dalam usaha mencapai tujuan kita. Ingat, tindakan yang dilakukan sesekali tidak akan berdampak pada pencapaian hasil. Hanya tindakan yang dilakukan secara konsisten lah yang berdampak pada hasil.

Ketiga, menciptakan siklus kesuksesan.

Tracking membantu kita melacak kemajuan. Sulit rasanya menyadari kemajuan yang terjadi tanpa data yang valid. Sulit rasanya menyadari kemajuan hanya berdasar perasaan.

Dengan catatan kemajuan tersebut, kita jadi lebih mudah menyadari kemenangan-kemenangan kecil. Kemenangan kecil akan memicu kepuasan dan emosi positif. Kepuasan dan emosi poisitif meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri kita.

Peningkatan motivasi dan kepercayaan diri membuat kita terdorong untuk melakukan kemenangan kecil berikutnya. Demikian seterusnya hingga tercipta siklus kesuksesan dalam diri kita.

Keempat, menyesuaikan strategi.

Sulit mengambil keputusan jika kita tidak punya data. Tracking memberikan kita umpan balik berupa data. Data ini dapat kita gunakan untuk untuk menetapkan langkah/strategi berikutnya.

Tracking juga membantu kita mengidentifikasi masalah. Kita akan mudah mengenali kapan dan mengapa masalah terjadi. Jika masalah itu berulang, kita pun akan mudah mengenali polanya. Dengan demikian lebih mudah bagi kita untuk mengantisipasi dan memperbaikinya.

Kelima, menciptakan The Mere – Measurement Effect.

Mengukur aktivitas dapat mendorong kita melakukan lebih banyak atau lebih sedikit (tergantung tujuan) apa yang kita lacak. Melacak uang, membuat kita lebih hemat. Mengukur langkah, membuat kita melangkah lebih banyak.

Melacak membuat kita tetap sadar akan pilihan-pilihan yang kita ambil. Hasil yang kita dapatkan dalam hidup adalah akumulasi dari pilihan yang kita ambil dari momen ke momen bukan?

Keenam, mencapai tujuan.

Riset menyimpulkan mereka yang melakukan progress tracking (melacak kemajuan) lebih mungkin mencapai goalnya daripada mereka yang tidak. Benjamin Harkin, PhD beserta koleganya yang menyimpulkan hal ini. Pada tahun 2016 Harkin melakukan meta analisis terhadap 138 studi terkait hubungan anatara pencapaian tujuan dengan pelacakan kemajuan. Meta analisis terhadap studi yang melibatkan hampir 20.000 partisipan tersebut menyimpulkan bahwa ada korelasi postif antara pelacakan dengan pencapaian tujuan. Benjamin Harkin mengatakan:

“Memantau kemajuan akan tujuan adalah proses penting yang menjadi jembatan antara prosesn penetapan dan pencapaian tujuan. Proses ini memastikan bahwa tujuan diterjemahkan ke dalam tindakan. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa proses memantau kemajuan meningkatkan kinerja perilaku dan kemungkinan pencapaian tujuan seseorang.”

Jadi, apa hal yang ingin Anda lacak mulai hari ini?

Referensi:

  • American Psychological Association. “Frequently monitoring progress toward goals increases the chance of success: Publicly reporting or recording progress has an even greater effect, study says.” ScienceDaily. ScienceDaily, 29 October 2015.
  • Hardy, Darren. The Compound Effect: Jumpstart Your Income, Your Life, Your Success. SUCCESS Media. 2010.
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *