fbpx
Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Mindful Listening: Mendengar Lebih Sadar

1 min read

Seberapa sering kita menyimak apa yang dikatakan orang lain secara sadar penuh? Di dunia yang penuh distraksi seperti saat ini, rasanya jarang sekali kita bertemu dengan orang yang mau menyimak kawan bicaranya dengan sepenuh perhatian. Apa yang sering terjadi, kita justru sibuk dengan diri sendiri alih-alih menyimak apa yang mereka bicarakan.

Photo by Harli Marten on Unsplash

Kita mudah sekali terdistraksi. Oleh lingkungan kita, atau oleh pikiran kita sendiri. Dampaknya, kita gagal mengarahkan perhatian pada kawan bicara kita. Pikiran kita sulit untuk fokus. Saat mencoba fokus, notifikasi datang menggoda kita. Jika tidak, pikiran kita melayang entah kemana.

Kita tidak mendengar apa yang mereka katakan bukan karena lingkungan di sekitar kita berisik. Lingkungan di sekitar kita bisa saja tenang, pikiran kita lah berisik. Wajar bila akhirnya kita tidak dapat menarik benang merah. Kita gagal memaknai dan berempati dengan kawan bicara kita.

Tak heran bila kita gagal memahami apa yang dikatakan oleh kawan bicara. Kita menafsirkan kata-kata mereka dengan tafsiran kita sendiri. Jangankan menyimak apa yang tidak dikatakan, menyimak apa yang terkatakan pun tak sempat.

Anehnya, kita ingin didengarkan. Kita ingin dipahami. Namun, kita malas mendengarkan. Malas memahami. Alih-alih berusaha memahami, kita hanya ingin dipahami. Bila perlu, oleh semua orang. Sekarang juga. Ini sungguh tak masuk akal. Tak mungkin pesan kita dipahami, bila kita enggan memahami terlebih dulu. Tak mungkin kita akan didengar bila kita enggan mendengar telebih dulu.

Maka, untuk mendengar lebih sadar, kita perlu menenangkan pikiran kita terlebih dulu. Hadirkan diri seutuhnya di sini saat ini. Arahkan perhatian pada kawan bicara kita. Buka pintu indera kita selebar-lebarnya. Biarkan seluruh informasi dari kawan bicara Anda masuk. Tak perlu memberikan penilaian dan penghakiman. Dengarkan saja. Dan izinkan diri Anda untuk memahaminya dari sudut pandang mereka.

Saat Anda melakukan ini semua, lihatlah keajaiban yang terjadi. Mereka akan lebih terbuka pada Anda. Anda akan mampu memahami dan menemukan benang merah dari apa yang mereka bicarakan. Bahkan, di titik tertentu akan mampu mendengar apa yang tak dikatakan oleh mereka. Kunci dari semua ini terrangkum dalam kalimat yang diucapkan oleh Fritz Perls: “Lose your mind and come to your senses…”

Darmawan Aji Productivity Coach & NLP Enthusiast. Penulis 4 buku laris: Hypnowriting, Hypnoselling, Life by Design, Productivity Hack. Gandrung membaca, menulis dan berlatih silat tradisional. Tinggal di kaki Gunung Manglayang kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *